Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah ≥130/80 mmHg dan berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular. Kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi regulasi tekanan darah melalui mekanisme neurohormonal dan aktivitas sistem saraf otonom. Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 64 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital sesuai prosedur standar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Mayoritas kualitas tidur responden dalam kategorik buruk sebanyak sebanyak 56 responden (78,9%) dan mayoritas tekanan darah responden yaitu hipertensi derajat 2 sebanyak 36 responden (50,7%) dan hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah (p < 0,05), dimana semakin buruk kualitas tidur maka semakin tinggi tekanan darah. Terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi mengenai pentingnya perbaikan kualitas tidur sebagai bagian dari pengendalian hipertensi.