Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Differences in Mother's Knowledge, Energy Consumption, and Protein in Stunted Toddlers between Nutrition Education with Video Media and Without Video Media in Purwodadi Village, Blimbing District, Malang City Kusumarini, Farah Shabiyyah; I Nengah Tanu Komalyna; Tapriadi; I Dewa Nyoman Supariasa
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i8.5698

Abstract

ntroduction: Mothers' lack of understanding regarding MP-ASI will affect toddlers' nutritional intake. Nutrition education using video media can increase mothers' knowledge of the importance of meeting toddlers' nutritional intake. Objective: To analyze differences in maternal knowledge levels, levels of energy consumption, and protein in stunted toddlers between nutrition education with video media and without video media in Purwodadi Village, Kec. Blimbing, Malang City. Method: The research method used is a quasi-experimental method with a two-group pre and post-test design, a purposive sampling technique. The total sample obtained was 18 mothers of toddlers who were divided into two groups. Education was carried out three times, and each time the education was carried out for 60-90 minutes. The knowledge of mothers of toddlers, energy, and protein consumption of toddlers before and after were tested using the Paired Sample T-Test because the data was normally distributed, while the knowledge of mothers of toddlers, energy, and protein consumption of toddlers between the treatment and control groups used the Independent Sample T-Test. Result: The research results showed that the average knowledge before education was (62.2 ± 11.7) and after (92.8 ± 6.1) in the treatment group, while in the control group, the average knowledge of nutrition before education was (62.2 ± 11.7) and after (79.4 ± 6.8). The average energy consumption of toddlers in the treatment group before education was (66.3 ± 11.6) and after (98.5 ± 8.6), while in the control group, the average energy consumption of toddlers before education was (70.9 ± 26.3). and after (88.2 ± 26.3). Apart from that, the average protein consumption in the treatment group before education was (70.3 ± 13.1) and after (96.2 ± 11.0), while in the control group, the average protein consumption before education was (76.6 ± 23.5). and after (83.1 ± 21.9). Apart from that, there were differences in nutritional knowledge of mothers of toddlers, energy consumption, and protein for toddlers between education with video media and without video media (p<0.05). These results are presented in Tables 8, 10, and 12 to see any differences between the treatment and control groups. Conclusion: This research concludes that there are differences in maternal knowledge, energy consumption, and toddler protein between nutrition education with video media and without video media.
THE EFFECT OF BALANCED NUTRITION COUNSELING USING ANIMATED VIDEOS ON KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF STUDENTS AT PUCANG 1 SIDOARJO Fersanti, Syafirah Adzraa Nurlail Ananda; Aroni, Hasan; Tapriadi; Riyadi, Bastianus Doddy
Media Gizi Indonesia Vol. 20 No. 3 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v20i3.319-325

Abstract

The lack of knowledge about balanced nutrition is a factor in malnutrition among school-aged children. About 32.3% of elementary school children in East Jawa, Indonesia, experience malnutrition, including those at Pucang 1 Sidoarjo. Efforts to handle this issue can be made through counseling using animated videos. This study aimed to determine the effect of balanced nutrition counseling through an animated video on students' knowledge and attitudes at Pucang 1 Sidoarjo. This study involved 27 fifth-grader respondents who were recruited using a purposive sampling technique. This type of research is pre-experimental with a one-group pretest-posttest design. This study was conducted in August 2023. Data were analyzed using the Paired Sample T-Test and Wilcoxon Rank Test. The counseling significantly affected students’ knowledge (p=0.000) and attitudes (p=0.000).. The average knowledge score of students increased from 59.81±13.48 to 79.63±11.92 after the counseling. The average attitude score of students also increased from 79.66±4.72 to 85.37±7 after the counseling. Counseling on balanced nutrition using animated videos effectively improves the knowledge and attitudes of fifth-grade students at Pucang 1 Sidoarjo.
Aplikasi monitoring pengisian formulir medify di rs dkt sidoarjo: Aplikasi monitoring pengisian formulir medify di rs dkt sidoarjo Nasikha, Durrotun; Gunawan; Tapriadi
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 1 (2024): JTKD- Maret 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i1.28

Abstract

Penyebab permasalahan Ketidaklengkapan pengisian formulir Medify menggunakan metode fishbone antara lain Man yaitu kelalaian petugas dalam mengisi formulir medify, Methode yaitu tidak adanya kegiatan monitoring dan evaluasi terkait DPJP/PPA yang tidak patuh dalam mengisi formulir medify, kemudian tidak adanya sosialisasi SOP terkait pengisian formulir. 4). Gagasan penyelesaian masalah berdasarkan akar penyebab masalah di Instalasi Rekam Medis RS DKT Sidoarjo adalah membuat aplikasi monitoring dan evaluasi pengisian formulir medify berbasis spreadsheet untuk meminimalisir ketidaklengkapan pengisian formulir medify. 5). Pembuatan aplikasi monitoring dan evaluasi berbasis Spreadsheet dengan menuangkan kebutuhan item-item berdasarkan kebutuhan, kemudian penulis menambahkan nama PPA untuk menyesuaikan user yang mengisi formulir secara tidak lengkap. 6). Implementasi aplikasi monitoring dan evaluasi pengisian formulir medify berbasis Spreadsheet dilakukan dengan cara menyerahkan tautan Spreadsheet kepada petugas RM dan melakukan sosialisasi terkait pengisian aplikasi monitoring dan evaluasi menggunakan Spreadsheet tersebut. 7). Monitoring dan evaluasi aplikasi berbasi spreadsheet sudah memenuhi tujuan dan menyelesaikan masalah yang terjadi, yaitu meningkatkan kepatuhan DPJP/PPA dalam mengisi formulir medify serta dapat meminimalisir ketidaklengkapan pengisian formulir medify.
EDUKASI KESEHATAN KOMPLEMENTER MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAH KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKHNIK KEMENTRIAN KESEHATAN KUPANG: EDUKASI KESEHATAN KOMPLEMENTER MENCEGAH DAN MENGATASI MASALAH KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKHNIK KEMENTRIAN KESEHATAN KUPANG Tapriadi; zani pitoyo, Achmad; Vidia Marselina, Elystia
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 1 (2024): JPPMI- April 2024
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i1.44

Abstract

Pelaksanaan Kegiatan dengan Edukasi kesehatan komplementer merupakan pendekatan holistik yang menggabungkan beberapa metode konvensional dan alternatif untuk mencegah dan mengatasi PTM. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan melalui perubahan gaya hidup sehat dan penggunaan terapi komplementer. Penting untuk memastikan bahwa semua intervensi komplementer dilakukan di bawah pengawasan profesional kesehatan untuk menghindari efek samping dan interaksi negatif dengan pengobatan konvensional.
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Gizi, Tingkat Konsumsi Energi dan Protein antara Pendampingan Berbasis Whatsapp dengan Media E-booklet dan E-leaflet pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang : Differences in Nutritional Knowledge Levels, Energy and Protein Consumption Levels between Whatsapp-Based Assistance with E-booklet and E-leaflet Media in Chronically Lacking Energy Pregnant Women (KEK) in the Arjowinangun Health Center Work Area, Malang Ci Anggi Dwi Yanti; I Nengah Tanu Komalyna; Tapriadi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2737

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan gizi yang kurang tentang gizi seimbang ibu hamil, kemudian pemilihan makanan yang baik, cara pengolahan makanan untuk mempertahankan kandungan gizi akan berpengaruh pada kurangnya konsumsi makanan yang mengandung energi dan protein, sehingga terjadi kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Melakukan edukasi terkait gizi seimbang ibu hamil dengan pendampingan diketahui mempunyai efektivitas yang tinggi untuk pencapaian penurunan angka KEK. Salah satu metode yang digunakan adalah melalui pendampingan berbasis whatsapp dengan media e-booklet dan e-leaflet. Tujuan: untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan gizi, tingkat konsumsi energi, dan protein antara pendampingan berbasis whatsapp dengan media e-booklet dan e-leaflet pada ibu hamil kurang energi kronis (KEK) di wilayah kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain PreExperimental dengan rancangan Two Group Pretest-Posttest dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling total sample yang diperoleh 40 ibu hamil dibagi menjadi 2 kelompok. Peningkatan pengetahuan, konsumsi energi dan protein sebelum dan sesudah diuji menggunakan Paired Sample T-Test karena data berdistribusi normal, sedangkan perbedaan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein antara kelompok e-booklet dengan e-leaflet menggunakan Independent Sample T-Test. Hasil: hasil penelitian ini adalah ada pengaruh pendampingan gizi berbasis whatsapp terhadap tingkat pengetahuan gizi ibu hamil, tingkat konsumsi energi, dan protein (p<0,05). Rerata tingkat pengetahuan tertinggi pada kelompok e-booklet sebelum (63,50 ± 10,65) dan sesudah (75,25 ± 10,32) jika dibandingkan kelompok e-leaflet, Untuk rerata tingkat konsumsi energi juga tertinggi pada kelompok e-booklet yaitu sebelum pendampingan (59,45 ± 13,72) dan sesudah (77,90 ± 16,87) jika dibandingkan dengan kelompok e-leaflet. Sedangkan rerata tingkat konsumsi protein tertinggi kelompok e-booklet dibandingkan dengan kelompok e-leaflet sebelum pendampingan (61,50 ± 10,38) dan sesudah (79,89 ± 11,43). Selain itu, terdapat perbedaan pada tingkat pengetahuan gizi ibu hamil, tingkat konsumsi energi, dan protein antara pendampingan berbasis whatsapp dengan media e-booklet dan media e-leaflet (p<0,05). Kesimpulan: kesimpulan dari penelitian ini adalah pendampingan gizi dengan media e-booklet lebih berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pengetahuan, tingkat konsumsi energi dan protein daripada pendampingan dengan media e-leaflet.