Nuraeni, Ulvah
Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Design for Change untuk Meningkatkan Pemahaman Keterampilan Mengajar Santri : Penelitian di Pondok Pesantren Al Basyariyah Bandung Ulvah Nuraeni; Giantomi Muhammad; Iwan Sanusi; Nadri Taja
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 1 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i1.6163

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman santri Pondok Pesantren Al Basyariyah Bandung dalam keterampilan mengajar, namun daripada itu terdapat program masa bakti yang mengharuskan santri untuk berkiprah di masyarakat dengan mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman santri dalam menguasai keterampilan mengajar dengan menggunakan model pembelajaran aktif berbasis teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, dan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman santri antara sebelum dan sesudah pelatihan model pembelajaran Design for Change berbasis teknologi yang merupakan bagian dari model pembelajaran Problem Based Learning yang utama. Ditunjukkan dengan nilai rata-rata pretest sebesar 83,2319 dan nilai rata-rata postest sebesar 92,9658. Dikuatkan dengan uji Paired Sample Test menunjukkan nilai < 0,001 pada uji pretest dan postest yang dilakukan, sehingga jika dinyatakan Nilai Signifikan (sig) pada Based on Mean < 0,05, menandakan data tidak homogen. Terlihat bahwa terdapat perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah materi model pembelajaran disampaikan yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keterampilan mengajar.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA GENERASI Z MELALUI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI SEKOLAH (Penelitian di SMAN 5 Bandung) Iwan Sanusi; Giantomi Muhammad; Ade Een Khaeruniah; Ulvah Nuraeni
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam In Press
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v6i1.470

Abstract

As social and religious beings, humans have life goals which are full of happiness and not the other way around. The influence of globalization, modernization, and the era of super information is a challenge for every citizen of the world, especially the pluralistic Indonesia. On one hand, the diversity is a gift from the God to be grateful for, but on the other hand it has some impacts such as disintegration, intolerance, the emergence of radicalism, fundamentalism, and extremism in society, especially in the zillennial generation. Therefore, there needs to be an in-depth study of the internalization of religious moderation values ​​as a solution for the zillennial generation in schools. Thus, the study in this research employed a qualitative research type with a descriptive-analytic approach that tried to explore the problem so that a solution is found, either theoretically or with the findings in the field. The results showed that in the process of implementing the values ​​of religious moderation in schools which include the values ​​of national commitment, tolerance, anti-violence, and being accommodative to local culture and its derivative values, was carried out through the Strengthening of School Character Education strategy based on the classroom learning, the school’s culture , and cooperation with the communities through the social media and the existence of religious Islamic Club extracurricular activity. The pillar model for developing the character values ​​of religious moderation was carried out through teaching, habituation, example, motivating, and enforcing rules that were integrated into the school's Character Education Strengthening program strategy.