Boimau, Charles Yermias
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Keteladanan Gembala dan Keluarganya dalam Memotivasi Pelayanan Penggembalaan bagi Jemaat di Era Disrupsi Mangoli, Yefta Yan; Boimau, Charles Yermias
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.179

Abstract

Within the scope of ecclesiastical service, a pastor and his family must be able to be examples and role models in all aspects of their lives, both within the church and in society. So this research aims to examine the extent to which the role model of pastoral families is important in carrying out pastoral services and its impacts. In this research, descriptive qualitative methods were used. Through studies that have been carried out both in the Bible and literature related to the topic of discussion, it can be concluded that the lives of pastors and their families are always in the spotlight of congregation members and the wider community. Therefore, a pastor and his family must be able to be a role model in building a home life, educating the family, and also in all aspects of their life. Because this can have an impact on the progress and decline of a pastoral service that is carried out. AbstrakKehidupan gerejawi menuntut seorang gembala dan keluarganya harus menjadi teladan dalam mengembalakan jemaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pentingnya keteladanan keluarga gembala didalam pelayanan gerejawi, terutama penggembalaan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka guna mengumpulkan informasi yang didapat dari dokumen dan artikel serupa. Melalui kajian terkait dengan topik pembahasan yang diteliti, disimpulkan bahwa kehidupan gembala dan keluarganya selalu menjadi sorotan dama kehidupan baik jemaat, bahkan masyarakat. Akhirnya, artikel ini menyajikan peran seorang gembala dan keluarganya dalam pengembalaan pastoral, yang diharapkan mampu menjadi teladan melalui kehidupan rumah tangganya, dan juga dalam segala aspek kehidupannya. Bagaimana melalui kehidupan keluarga gembala dapat berdampak pada kemajuan sebuah pelayanan penggembalaan yang dilakukan.
PENDAMPINGAN KONSELING PASTORAL BAGI ISTRI YANG MENGALAMI KELELAHAN EMOSIONAL AKIBAT SUAMI PENGGUNA NARKOBA: SEBUAH STUDI DI PERSEKUTUAN DOA EL-SHADDAI BANDUNG Boimau, Charles Yermias; Rahayu, Lita
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.240

Abstract

Kehidupan istri yang mendampingi suami pecandu narkoba kerap kali dipenuhi dengan tekanan emosional, beban psikologis, serta pergumulan sosial dan rohani yang mendalam. Mereka hidup dalam ketidakpastian, konflik keluarga, serta stigma sosial, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan emosional (emotional burnout). Kelelahan ini berdampak pada hilangnya motivasi, ketidakmampuan mengelola emosi, hingga menjauh dari kehidupan rohani. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk menjadi tempat pemulihan yang nyata, salah satunya melalui layanan konseling pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk kelelahan emosional yang dialami para istri dari suami pengguna narkoba, faktor penyebabnya, serta dampak dari pendampingan konseling pastoral terhadap proses pemulihan mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di Persekutuan Doa Oikumene El-Shaddai Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap dua partisipan yang mendapatkan layanan konseling pastoral. Pendekatan konseling dilakukan secara holistik, menyentuh aspek psikologis, emosional, sosial, ekonomi, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima layanan konseling pastoral, partisipan mengalami kelelahan emosional yang berat, konflik dalam keluarga, isolasi sosial, serta penurunan kehidupan rohani. Namun setelah menerima pendampingan secara konsisten, partisipan menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengelola emosi, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, mengatur kondisi ekonomi rumah tangga dengan bijak, serta memulihkan hubungan dengan Tuhan.