Lado, Gatsper Anderius
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implikasi Teologi Kaum Puritan bagi Kehidupan Gereja di Indonesia Lado, Gatsper Anderius
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.201

Abstract

The lack of correct understanding and weak teachings of the church regarding holiness are actual problems throughout time. Political influences and a world that has been damaged by sin have become a challenge for believers to live a holy life. The church needs to be purified constantly. The church's weak understanding and teaching about biblical holiness will have an impact on the weak quality of Christian faith. The Puritans who emerged in the 16th century AD in England were famous for their teachings which prioritized the application of biblical teachings, holy living behavior and missionary duties. The theology of the Puritans was then believed by theologians to be the forerunner for the development of the Evangelical (Evangelical) Movement today. For this reason, Puritan theology is worthy of study and becomes a guide for improving the quality of church life today, including in Indonesia. Using literature study research methods, this article highlights the emphasis and characteristics of Puritan theology only, and does not discuss the entire Puritan theological building as a topic of discussion. This paper aims to examine matters related to Puritan theology or teachings using a literature study approach. The research results show that Puritan theology emphasizes the importance of churches in Indonesia to teach and practice Puritan theology as a benchmark for remaining firm in upholding the teachings of the Bible as a basis for conducting theology and living holy lives in a holistic manner and faithfully preaching the Gospel of Christ.AbstrakKurangnya pemahaman yang benar dan lemahnya pengajaran gereja perihal kekudusan menjadi permasalahan aktual di sepanjang masa. Pengaruh politik dan dunia yang sudah dirusak oleh dosa, menjadi tantangan bagi orang percaya untuk menjalankan perilaku hidup kudus. Gereja perlu dimurnikan senantiasa. Lemahnya pemahaman dan pengajaran gereja tentang kekudusan yang alkitabiah, akan berdampak pada lemahnya kualitas iman Kristen. Kaum Puritan yang muncul Abad ke-16 Masehi di Inggris terkenal dengan pengajaran yang mengutamakan penerapan ajaran alkitab, perilaku hidup kudus dan tugas misi.Teologi Kaum Puritan kemudian diyakini para teolog menjadi cikal bakal bagi berkembanganya Gerakan Injili (Evangelikal) pada masa kini.  Untuk itu, teologi Kaum Puritan layak dipelajari dan  menjadi panduan bagi peningkatan kualitas kehidupan gereja masa kini, tak terkecuali di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian Studi Pustaka, artikel ini menyorot penekanan dan ciri khas teologi Kaum Puritan saja, dan tidak membahas keseluruhan bangunan teologi Kaum Puritan sebagai topik diskusi. Paper ini bertujuan untuk mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan teologi atau ajaran kaum Puritan dengan memakai pendekatan Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  teologi Kaum Puritan menekankan pentingnya gereja-gereja di Indonesia untuk mengajarkan dan mempraktekkan teologi Kaum Puritan menjadi patokan untuk tetap teguh memegang ajaran Alkitab sebagai landasan dalam berteologi dan berperilaku hidup kudus secara holistik serta setia memberitakan Injil Kristus.
PENDIDIKAN GEREJA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN EDUKASI JEMAAT DALAM BERPOLITIK Lado, Gatsper Anderius
Inculco Journal of Christian Education Vol 4, No 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59404/ijce.v4i1.187

Abstract

Politik selalu hadir di dalam pemerintahan sebagai bentuk pengelolaan hidup berbangsa dan bernegara. dalam konteks pemerintahan Indonesia menuju Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan bahkan pemilihan Kepala Daerah maka tidak dapat disangkali situasi bangsa akan memanas. Hal ini memang akan selalu terjadi secara umum tetapi kita berharap bahwa para pemimpin bangsa yang ada bisa tetap mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Di sisi lain, gembala di Gereja perlu memberikan pembelajaran jemaat menuju tahun Politik. Gembala di Gereja perlu memiliki pemahaman teori Politik dan Kepemimpinan Alkitabiah. Dari sana menjadi sebuah rumusan yang diajarkan kepada jemaat dalam berbagai metode penyampaian seperti khotbah, pemuridan, seminar dan cara lain tentang Politik Kristen. Pembelajaran politik kepada jemaat tentu bukan saja di dalam tahun politik, tetapi jemaat Tuhan perlu memiliki sikap yang benar di dalam peran serta kepada bangsa dan negara. Melalui ini semua maka jemaat bisa menyikapi dan tetap berpartisipasi dengan benar terhadap politik, khususnya di dalam menyongsong tahun Politik.Politics is always present in government as a form of managing the life of the nation and state. In the context of the Indonesian government towards the upcoming 2024 General Elections, namely the election of President and Vice President and even the election of Regional Heads, it is undeniable that the nation's situation will heat up. This will always happen in general but we hope that the leaders of the nation can continue to unite all Indonesian people. On the other hand, pastors in the Church need to provide congregational learning towards the year of Politics. Pastors in the Church need to have an understanding of Political theory and Biblical Leadership. From there it became a formula that was taught to the congregation in various methods of delivery such as preaching, discipleship, seminars and other ways of Christian Politics. Political learning to the congregation is certainly not only in the political year, but the church of God needs to have the right attitude in participating in the nation and state. Through all this, the congregation can respond and continue to participate correctly in politics, especially in welcoming the year of politics.
Strategi Pelayanan Gereja: Suatu Upaya Pertumbuhan Jemaat di Masa Pandemi Covid-19 Lado, Gatsper Anderius
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v2i1.11

Abstract

Abstract: Church stewardship needs to be arranged using a service strategy that is constantly being upgraded so as not to create a sense of saturation in the ministry both as a servant and as a congregation served. The ministry strategy carried out by the church is also to address various conditions that are being faced by the church today, especially in the post-Covid-19 Pandemi. This research uses qualitative research methods that are library research. The results of the review related to this topic how the strategy of aagr church ministry created the growth of the congregation during the Pandemi can be started by increasing the intensity of the pajaan word of God, through communion, close, praying, diakonia especially through the leadership of the shepherd. This application will have an impact on increasing the quantity and quality of the congregation as the early congregations became the mecca in the growth of the church.Abstrak: Penatalayanan gereja perlu ditata dengan menggunakan strategi pelayanan yang terus di-upgrade sehingga tidak menciptakan rasa kejenuhan dalam pelayanan baik sebagai pelayan maupun sebagai jemaat yang dilayani. Strategi pelayanan yang dilakukan oleh gereja juga untuk menyikapi berbagai kondisi yang sedang dihadapi oleh gereja saat ini, secara khusus di masa pasca Pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research). Hasil ulasan terkait topik ini bagaimana strategi pelayanan gereja agar tercipta pengajaran pertumbuhan jemaat dimasa pandemi dapat dimulai dengan makin meningkatkan intensitas pengajaran firman Allah, melakukan persekutuan yang erat, berdoa, diakonia terlebih melalui kepemimpinan gembala. Penerapan ini akan berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas jemaat sebagaimana jemaat mula-mula yang menjadi kiblat dalam pertumbuhan gereja.