Abstract: Church stewardship needs to be arranged using a service strategy that is constantly being upgraded so as not to create a sense of saturation in the ministry both as a servant and as a congregation served. The ministry strategy carried out by the church is also to address various conditions that are being faced by the church today, especially in the post-Covid-19 Pandemi. This research uses qualitative research methods that are library research. The results of the review related to this topic how the strategy of aagr church ministry created the growth of the congregation during the Pandemi can be started by increasing the intensity of the pajaan word of God, through communion, close, praying, diakonia especially through the leadership of the shepherd. This application will have an impact on increasing the quantity and quality of the congregation as the early congregations became the mecca in the growth of the church.Abstrak: Penatalayanan gereja perlu ditata dengan menggunakan strategi pelayanan yang terus di-upgrade sehingga tidak menciptakan rasa kejenuhan dalam pelayanan baik sebagai pelayan maupun sebagai jemaat yang dilayani. Strategi pelayanan yang dilakukan oleh gereja juga untuk menyikapi berbagai kondisi yang sedang dihadapi oleh gereja saat ini, secara khusus di masa pasca Pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research). Hasil ulasan terkait topik ini bagaimana strategi pelayanan gereja agar tercipta pengajaran pertumbuhan jemaat dimasa pandemi dapat dimulai dengan makin meningkatkan intensitas pengajaran firman Allah, melakukan persekutuan yang erat, berdoa, diakonia terlebih melalui kepemimpinan gembala. Penerapan ini akan berdampak pada peningkatan kuantitas dan kualitas jemaat sebagaimana jemaat mula-mula yang menjadi kiblat dalam pertumbuhan gereja.
Copyrights © 2022