The world is currently experiencing an integrity crisis, whereas integrity is the quality and characteristic of humans that radiates the credibility of life. This paper is a biblical analysis of the integrity of Daniel, who became a leader amidst the Persian Media nation who did not believe in God. The purpose of this writing is to observe how Daniel's integrity lived among the unbelieving nation and how he faced the pressure from jealous individuals who sought to bring him down. This paper uses a narrative criticism of the Book of Daniel chapter 6:1-29. Through this research, it is concluded that Daniel has set an example for maintaining the integrity of his life by remaining faithful in worshiping God even though he faced the risk of losing his life. It poses a challenge and contemplation for present-day Christian leaders to dare to live rightly even in the face of various challenges and struggles.Dunia saat ini mengalami krisis integritas, padahal integritas adalah mutu dan sifat dari manusia yang memancarkan kewibawaan hidup. Tulisan ini merupakan analisa biblikal tentang integritas Daniel yang menjadi pemimpin di tengah-tengah kehidupan bangsa Media Persia yang tidak percaya pada Allah. Tujuan penulisan ini untuk melihat bagaimana integritas Daniel yang hidup bersama bangsa kafir serta bagaimana dia bersikap menghadapi tekanan orang-orang yang iri hati dan berusaha menjatuhkan dia. Tulisan ini menggunakan metode tafsir kritik naratif terhadap Kitab Daniel pasal 6:1-29. Melalui penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Daniel telah menunjukkan teladan untuk tetap menjaga integritas hidupnya yang benar dan setia beribadah kepada Allah meskipun dia harus menghadapi risiko kehilangan nyawa. Menjadi tantangan dan perenungan bagi para pemimpin Kristen masa kini untuk berani hidup dengan benar sekalipun menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan.