p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Triton
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Ekosistem Kewirausahaan dalam Mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Anggi Apriliani; Yuliana Kansrini; Puji Wahyu Mulyani
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.728

Abstract

Peran ekosistem kewirausahaan adalah pengaruh yang diharapkan dari pihak stakeholder untuk membuka peluang interkoneksi dan antar koneksi dengan berbagi pengetahuan, budaya, menciptakan inovasi dan kreativitas, serta mengintegrasi sumber daya. Ekosistem kewirausahaan telah menjadi faktor penting dalam mendukung manajemen usaha kelompok PWMP dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk pertumbuhan serta perkembangan kelompok PWMP. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran ekosistem kewirausahaan dalam mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan. Kajian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Mei 2023 di lokasi kelompok Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) yang tersebar di beberapa provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan kuesioner dan wawancara kepada 119 orang yang tergabung ke dalam Kelompok PWMP Tahun 2021-2022. Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Data dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan peran ekosistem kewirausahaan pada aspek peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah sebesar 80,17 persen, aspek akses permodalan adalah sebesar 82,92 persen, aspek akses pasar adalah sebesar 76,07 persen, aspek pengembangan jejaring pendukung adalah sebesar 79,97 persen sehingga peran ekosistem kewirausahaan dalam mendukung Program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) di Politeknik Pembangunan Pertanian Medan termasuk kategori tinggi yaitu 79,78 persen.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Minat Pekebun Kelapa Sawit dalam Adaptasi Perubahan Iklim untuk Mencapai SDGs 13 di Kecamatan Galang Anggi Apriliani; Adelia Zannah
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1661

Abstract

Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu sektor yang menjadi penyebab perubahan iklim sekaligus menjadi korban akibat perubahan iklim. Perubahan iklim juga menjadi salah satu isu global yang memengaruhi kegiatan perkebunan karena memengaruhi hasil kelapa sawit di daerah tropis dan sub tropis terdiri dari dua faktor yang penting yakni ketersediaan air dan suhu serta emisi gas rumah kaca yang telah mengubah iklim global secara signifikan, dan akan terus berlanjut di masa depan. Pengkajian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim untuk mencapai SDG 13 dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim untuk mencapai SDG 13. Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang pada Maret 2025 sampai dengan Mei 2025. Metode yang digunakan dalam pengkajian ini adalah metode deskriptif pendekatan kuantitatif. penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap 30 pekebun kelapa sawit. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive. Teknik analisis menggunakan korelasi spearman dengan software SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun kelapa sawit dalam adaptasi perubahan iklim sebesar 27,83 persen, sedangkan pada aspek minat pengelolaan air 25,09%, minat pengelolaan tanah 23,76%, dan minat pengelolaan tanaman 34,63%. Analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa pengetahuan dan akses informasi memiliki hubungan yang signifikan dan positif terhadap minat pekebun, sedangkan faktor lingkungan sosial tidak berpengaruh signifikan.