Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN PEMUDA DALAM DAKWAH MENYONGSONG ERA INDONESIA EMAS 2045 Banu Widodo, Rahmat Banu Widodo; Miftahussa’adah Wardi; Farah Nur Latifah
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v7i2.297

Abstract

Abstract This research aims to analyze the role of youth in da'wah activities in the context of welcoming the Golden Indonesian Era 2045, an important phase in which Indonesia is expected to reach the peak of progress and prosperity. Using a qualitative approach, this research explores how young people prepare themselves and take an active part in spreading Islamic teachings that are relevant to the challenges of the times. Through in-depth interviews and participant observation, this research reveals that young people who preach are unique in adapting religious messages that are not only informative but also inspirational and accommodate contemporary aspects such as the use of social media, interfaith dialogue, and social activities. The research results show that youth have a strategic role in forming more moderate, inclusive and progressive religious perceptions and practices. It was also found that structural support from religious institutions and the government, such as facilitating activities, leadership training, and providing digital platforms, is very necessary to maximize the potential of youth da'wah. This research proposes recommendations for strengthening cross-sectoral cooperation in developing youth missionary capacity, as well as deeper and more applicable integration of religious education. It is hoped that these findings can become a reference for policy makers in designing da'wah strategies that are effective and responsive to the needs of the younger generation, in line with the aspirations of a Golden Indonesia 2045. Keywords: Da'wah, Gold 2045, Role, Youth. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemuda dalam kegiatan dakwah dalam konteks menyongsong Era Indonesia Emas 2045, sebuah fase penting dimana Indonesia diharapkan mencapai puncak kemajuan dan kesejahteraan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemuda mempersiapkan diri dan mengambil bagian aktif dalam menyebarkan ajaran Islam yang relevan dengan tantangan zaman. Melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, penelitian ini mengungkap bahwa pemuda dakwah memiliki keunikan dalam mengadaptasi pesan-pesan keagamaan yang tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif dan mengakomodasi aspek-aspek kekinian seperti penggunaan media sosial, dialog antariman, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi dan praktik keagamaan yang lebih moderat, inklusif, dan progresif. Ditemukan juga bahwa dukungan struktural dari lembaga keagamaan dan pemerintah, seperti fasilitasi kegiatan, pelatihan kepemimpinan, dan penyediaan platform digital, sangat diperlukan untuk memaksimalkan potensi dakwah pemuda. Penelitian ini mengajukan rekomendasi untuk penguatan kerja sama lintas sektoral dalam pengembangan kapasitas dakwah pemuda, serta integrasi pendidikan keagamaan yang lebih mendalam dan aplikatif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi dakwah yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda, sejalan dengan aspirasi Indonesia Emas 2045. Kata Kunci: Dakwah, Emas 2045, Peran, Pemuda.
Retorika Dakwah Habib Hud Al-Attas Di Majelis Taklim Assalafiy Sheila Azmi Alifa; Farah Nur Latifah
Bayyin: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Bayyin
Publisher : Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71029/bayyin.v3i2.136

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Retorika Dakwah Habib Hud Al-Attas sehingga pesan-pesan dakwah yang beliau sampaikan mengena di hati para jamaah nya saat kajian berlangsung di Majelis Taklim Assalafiy. Dengan menggunakan teori Aristoteles, yang berdasarkan pada tiga aspek, yaitu Ethos, Pathos dan Logos untuk mengetahui retorika yang digunakan oleh Habib Hud Al-Attas dalam berdakwah di Majelis Taklim Assalafiy. Hasil Penelitian retorika dakwah yang dilakukan oleh Habib Hud Al-Attas, 1). Ethos yang dimiliki Habib Hud yaitu memiliki jiwa pembelajar yang kuat dalam menempuh pendidikan formal pada sekolah umum dan pendidikan non formal dengan mengkaji kitab. 2). Pathos, Habib Hud dapat membawa perasaan lemah lembut, santai namun tegas kepada para jamaah ketika menyampaikan pesan-pesan dakwah sehinggga isi pesannya dapat diterima dan dilakukan oleh para jamaah yang mendengarkannya 3). Logos, beliau selalu memberikan argumen yang tepat kepada jamaah berdasarkan dengan merujuk kepada al-Qur’an, hadits, maupun kitab-kitab lain. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa retorika dakwah yang dilakukan Habib Hud Al-Attas dalam berdakwah di Majelis Taklim Assalafiy memenuhi tiga alat persuasi efektif yang dikemukakan oleh Aristoteles yaitu Ethos, Pathos, dan Logos.