Siswa harus memperoleh pengetahuan ilmiah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif yang penting untuk mengatasi masalah-masalah di abad ke-21. Penelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah menengah pertama melalui penerapan metodologi pembelajaran kooperatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis kualitatif untuk mengumpulkan data melalui tinjauan literatur yang ada pada banyak penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai model pembelajaran kooperatif seperti Group Investigation (GI), Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), Jigsaw, Teams Games Tournament (TGT), Team Assisted Individualization (TAI), Numbered Heads Together (NHT), terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Model GI misalnya, meningkatkan pemahaman analitis siswa melalui investigasi kelompok, sementara model Jigsaw memungkinkan siswa mengeksplorasi materi secara mendalam sebelum berbagi dengan kelompok mereka. Model kooperatif ini menjadi semakin efektif bila dipadukan dengan media pembelajaran seperti simulasi, peta konsep, flash card, atau alat visual lainnya yang memudahkan siswa memahami materi lebih mendalam. Kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang terstruktur bersama dengan materi pendidikan yang relevan. Teknik ini dapat membantu meningkatkan pengajaran ilmiah di tingkat pendidikan menengah