Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PANDANGAN KECANTIKAN WANITA INDONESIA: ANTARA KONSTRUKSI SOSIAL DAN PERSPEKTIF DIRI Lisa Cosmona Visidia; Yohanes Budiarto
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7149

Abstract

Standar kecantikan yang terlihat di media sosial sering kali menjadi acuan bagi banyak orang. Gambar-gambar dan tren kecantikan yang tersebar luas media sosial mendorong individu, terutama wanita, untuk mengejar penampilan yang sesuai dengan standar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana standar kecantikan yang berkembang di media sosial memengaruhi persepsi kecantikan yang dimiliki oleh individu, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi pandangan mereka tentang diri sendiri dan orang lain. Dalam penelitian ini, menyertakan 120 partisipan wanita yang terlibat. Metode penelitian menggunakan survei kualitatif dengan tipe pertanyaan open-ended. Penelitian ini menggunakan pengolahan data mix methoddengan prosedur exploratory sequential design, kemudian di olah menggunakan aplikasi MAXQDA. Hasil analisis penelitian menunjukan standar kecantikan mempengaruhi perspektif wanita terkait kecantikan yang ideal. Namun, sebagian responden berpendapat bahwa kecantikan tidak hanya dinilai dari fisik, tetapi juga mencakup kualitas psikologis.
Transformasi Identitas Budaya Minangkabau di Perantauan Kyla Puteri Azura; Salma Auzia Minhatul Millah; Jesenia Chairunissa; Lisa Cosmona Visidia
TSAQOFAH Vol 4 No 6 (2024): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v4i6.4157

Abstract

The Minangkabau people, often called Minang, are an ethnic group primarily living in the province of West Sumatra, Indonesia. With the rapid pace of globalization and urbanization, many Minangkabau people choose to migrate in search of better economic opportunities and quality of life. Merantau, or migration, has become a widespread tradition in the Minang community. Traditionally, this practice was carried out by men, while women stayed in their hometowns. However, nowadays, women also participate in merantau. Migration is not only a part of a long-standing tradition passed down through generations but also a way to demonstrate personal maturity and responsibility. The spirit of merantau is very strong among the Minangkabau people, with surveys suggesting that their migration rate is among the highest in Indonesia. This migration process encourages cultural acculturation, which can either strengthen or alter the original Minangkabau culture. With increasing education levels and broader perspectives, many Minangkabau people are beginning to question the matrilineal kinship system that has traditionally defined their society. While these changes can bring positive effects, they also carry the risk of altering or diluting long-held customary values.