Program bimbingan dan konseling (BK) di sekolah menengah merupakan salah satu upaya strategis untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perencanaan karier siswa. Evaluasi efektivitas program ini seringkali belum terfokus pada pencapaian outcome yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program BK berbasis outcome dengan melihat pengaruh partisipasi siswa terhadap pencapaian akademik, perilaku sosial, pengelolaan emosi, dan perencanaan karier. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif descriptive-correlational dengan sampel sebanyak 50 siswa dari kelas X hingga XII yang mengikuti program BK secara rutin. Instrumen penelitian berupa kuesioner berstruktur skala Likert 1–5 yang mengukur setiap indikator secara terperinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam program BK (70% responden) meningkatkan skor rata-rata pada indikator akademik (nilai rata-rata 3,85; motivasi 3,90; disiplin 3,88), perilaku sosial (kerjasama 4,05; komunikasi 4,00; kepedulian 4,01), pengelolaan emosi (kontrol diri 3,92; ekspresi positif 3,95; pemecahan masalah 3,98), dan perencanaan karier (tujuan 4,08; rencana studi 4,12; persiapan karier 4,10). Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif signifikan antara partisipasi BK dengan seluruh indikator (r = 0,66–0,76, p < 0,01), dan regresi linier sederhana menjelaskan 44%–58% variasi skor indikator (R² = 0,44–0,58, F signifikan 0,000). Temuan ini menegaskan bahwa program BK berbasis outcome efektif dalam mendukung perkembangan menyeluruh siswa.