Mulya, Fadilla
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIALOG TRANSFORMASIONAL MENURUT DAVID BOHM SEBAGAI JALAN DIALOG TEOLOGI MENUJU MODERASI BERAGAMA BAGI KORBAN INTOLERANSI DI INDONESIA Mulya, Fadilla
Sesawi Vol 6, No 1 (2024): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sabda Agung, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53687/sjtpk.v6i1.312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dialog teologi dalam menciptakan moderasi beragama di Indonesia. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengkaji literatur terkait implementasi prinsip-prinsip teologi dalam dialog antaragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog teologi yang berbasis pada prinsip kasih, keadilan, dan toleransi dapat memperkuat harmoni sosial dan mengurangi ketegangan agama. Selain itu, penerapan dialog teologi yang sistematis mampu meningkatkan pemahaman lintas agama dan mempererat hubungan antarindividu. Dapat disimpulkan bahwa, dengan mengadopsi dialog dari David Bohm maka dialog teologi terbukti dapat menjadi jembatan dan alat strategis dalam membangun moderasi beragama di Indonesia, yang perlu didorong melalui program-program pemerintah, penelitian akademis lebih lanjut, dan praktik di masyarakat.
Dilema Teologi Mengenai Tantangan Dan Penerapan Misi Di Indonesia Mulya, Fadilla
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 18 No. 2 (2024): Pastoral dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v18i2.808

Abstract

Based on the Great Commission in Matthew 28:19-20, which commands Christians to spread the Gospel to all nations, this study explores the theological and ethical dilemmas faced by Christians in Indonesia. While the mission is a divine command, challenges arise when spreading the Good News in a pluralistic society, where religious freedom and interfaith harmony must be preserved. Through a qualitative approach involving interviews, observations, and document analysis, this paper highlights the importance of contextualizing the mission by respecting local values and upholding the principles of love and interfaith dialogue. This article also offers recommendations for the Church in Indonesia to carry out its mission wisely, with a focus on social service and promoting harmony in a pluralistic society.