Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK FENOMENA TEEN DATING VIOLENCE TERHADAP PEREMPUAN DI BATAM KEPULAUAN RIAU Yulianda, Ririn Hersa; Gulo, Damai Vistiani; Rispati, Meli
Gema Kampus IISIP YAPIS Biak Vol 19 No 2 (2024): "Gema Kampus" IISIP YAPIS Biak
Publisher : IISIP YAPIS BIak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52049/gemakampus.v19i2.392

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar dapat memahami dan mengetahui apa itu dating violence, faktor, dampak, serta bagaimana memahami perlindungan hukum terhadap korban kekerasan dalam pacaran atau dating violence dan bagaimana memahami penegakkan hukum bagi pelaku kekerasan dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dimana literatur yang diteliti tidak terbatas pada buku tetapi dapat juga berupa sebuah dokumentasi, majalah, jurnal, dan surat kabar, koran dan lain sebagainya serta melakukan wawancara agar hasil dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa kekerasan dalam pacaran adalah tindak kekerasan terhadap pasangan yang belum terikat pernikahan yang meliputi kekerasan fisik, emosional, psikis dan keterbatasan aktivitas. Tindakan kekerasan ini sering terjadi namun belum begitu mendapat perhatian sehingga terkadang masih dianggap biasa oleh masyarakat. Pada faktanya, kekerasan dalam pacaran membutuhkan perhatian karena dampak yang dialami oleh korban sangat berpengaruh pada kehidupan kedepannya.
Rooted on the Coast: Ecofeminism and Ecological Resilience in the Mangrove Forests of Tanjung Siambang, Kepulauan Riau Province, Indonesia Gulo, Damai Vistiani; Arieta, Siti; Niko, Nikodemus
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 11 No 2 (2025): Vol 11 No.2
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.11.2.280-297

Abstract

This study explores ecofeminism in the sustainable management of mangrove forests in Tanjung Siambang. Employing a qualitative method with a descriptive approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research focused on women who are actively involved in mangrove conservation, environmental activists, and community members with local ecological knowledge and skills. The findings reveal a significant connection between women and nature, where women play a central role in mangrove management based on traditional ecological knowledge. Their practices emphasize conservation without causing environmental harm and are rooted in a deep understanding of the local ecosystem. Furthermore, women are not only preserving mangrove forests but also transforming them into sources of sustainable livelihoods. Despite facing structural barriers such as patriarchal cultural norms, these challenges have not deterred their efforts. Instead, they serve as motivation for women to assert their agency in ecological governance. This research highlights how women in Tanjung Siambang integrate ecological responsibility with economic empowerment, demonstrating that ecofeminism is not only a critique of environmental degradation and gender inequality but also a practical framework for sustainable community-based environmental management.