Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Workshop Open Journal System (OJS) dan Penulisan Karya Ilmiah di Politeknik Negeri Kupang Zega, Yunardi Kristian; Wizaldy Fabiano Hilnicputro; Viky George Lettu Radja Pono; Indah Octaviani Laleb
BOKEP VIRAL 2025 Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v2i1.37-47

Abstract

Publikasi karya ilmiah merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Namun, rendahnya pemahaman dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Kupang terhadap pengelolaan jurnal berbasis Open Journal System (OJS) dan penulisan artikel ilmiah menjadi kendala utama dalam meningkatkan produktivitas akademik. Untuk mengatasi hal tersebut, dilaksanakan workshop yang bertujuan meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam mengelola OJS dan menulis artikel ilmiah sesuai standar publikasi. Workshop ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu pengenalan OJS, manajemen jurnal berbasis OJS, teknik penulisan karya ilmiah, dan praktik mandiri dengan bimbingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85 persen peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang OJS, 70 persen mampu mengelola jurnal secara teknis, dan 60 persen berhasil menyusun draft artikel ilmiah yang sesuai dengan kaidah standar. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi dari peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik yang produktif di Politeknik Negeri Kupang serta mendorong peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah di tingkat institusi maupun nasional. Untuk mencapai hasil yang lebih berkelanjutan, diperlukan pendampingan lanjutan dan pelatihan tambahan guna memperkuat kemampuan peserta dalam penerapan OJS dan penulisan ilmiah.
Implementasi Quality of Service (QoS) pada Jaringan Intra Pemerintah: (Studi Kasus: Pada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan ) Viky G.L. Radja Pono; Indah Octaviani Laleb; Demas Eklopas Neno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.789

Abstract

Merujuk pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), seluruh instansi pemerintah diwajibkan menggunakan Jaringan Intra Pemerintah, termasuk di tingkat kabupaten. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah membangun jaringan intra pemerintah di 37 lokasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas jaringan tersebut menggunakan parameter Quality of Service (QoS) melalui pendekatan metode TIPHON. Dengan mengadopsi metodologi PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), dilakukan redesain topologi jaringan dari model ring menjadi hybrid ring-star guna meningkatkan keandalan dan skalabilitas. Implementasi awal dilakukan di lima perangkat daerah, disertai standarisasi perangkat (OLT, ONT, router, switch) dengan spesifikasi tinggi. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan, dengan throughput rata-rata mencapai 2.118 kbps (naik 120%), packet loss 1%, delay 118 ms, dan jitter 26 ms, yang dikategorikan “memuaskan”. Studi ini membuktikan bahwa pendekatan sistematis PPDIOO efektif dalam mengoptimalkan jaringan intra pemerintah. Rekomendasi mencakup perluasan implementasi ke seluruh lokasi, penerapan manajemen bandwidth berbasis kebutuhan, serta pemantauan jaringan secara real-time menggunakan tools seperti PRTG atau NetFlow.
Implementasi Quality of Service (QoS) pada Jaringan Intra Pemerintah: (Studi Kasus: Pada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan ) Viky G.L. Radja Pono; Indah Octaviani Laleb; Demas Eklopas Neno
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. I (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4iI.789

Abstract

Merujuk pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), seluruh instansi pemerintah diwajibkan menggunakan Jaringan Intra Pemerintah, termasuk di tingkat kabupaten. Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah membangun jaringan intra pemerintah di 37 lokasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas jaringan tersebut menggunakan parameter Quality of Service (QoS) melalui pendekatan metode TIPHON. Dengan mengadopsi metodologi PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize), dilakukan redesain topologi jaringan dari model ring menjadi hybrid ring-star guna meningkatkan keandalan dan skalabilitas. Implementasi awal dilakukan di lima perangkat daerah, disertai standarisasi perangkat (OLT, ONT, router, switch) dengan spesifikasi tinggi. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan, dengan throughput rata-rata mencapai 2.118 kbps (naik 120%), packet loss 1%, delay 118 ms, dan jitter 26 ms, yang dikategorikan “memuaskan”. Studi ini membuktikan bahwa pendekatan sistematis PPDIOO efektif dalam mengoptimalkan jaringan intra pemerintah. Rekomendasi mencakup perluasan implementasi ke seluruh lokasi, penerapan manajemen bandwidth berbasis kebutuhan, serta pemantauan jaringan secara real-time menggunakan tools seperti PRTG atau NetFlow.