p-Index From 2021 - 2026
10.485
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Teaching anti-discrimination attitudes through christian religious education in school Sianipar, Desi; Sairwona, Wellem; Hasugian, Johanes Waldes; Ritonga, Nova; Zega, Yunardi Kristian
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 3, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v3i4.4101

Abstract

This study aims to figure the implementation of anti-discrimination Christian Religious Education (CRE) at school and various things that can significantly shape students' anti-discrimination attitudes. By using descriptive qualitative methods, namely by adopting the research procedures of Miles and Habermas and support of other literature, the researchers found that CRE at schools has a strategic place in teaching anti-discrimination attitudes toward students. In this regard, the contextual and biblical CRE curriculum design and learning model presented in the class can lead students to have attitudes that do not discriminate against one another. Teaching anti-discrimination attitudes through CRE can be done simultaneously. CRE teachers lay the foundation or instill Christian values that differences are the reality and how students can accept and appreciate differences. Those are strengthened by the application of the CRE curriculum that contains the topic of anti-discrimination and synergized learning models in which students can interact, communicate and relate in different realities.
Pelatihan Penggunaan Metode Mengajar Remaja di Masa Pandemi Covid-19 di HKBP Resort Jatisampurna Bekasi Desi Sianipar; Stanley Rambitan; Wellem Sairwona; Yunardi Kristian Zega
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v2i2.1963

Abstract

Metode mengajar merupakan cara atau alat yang digunakan oleh para pendidik untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan pembelajaran, agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Dengan demikian, gereja perlu menyediakan para pendidik, khususnya pendidik remaja yang berkualitas, salah satu kualitas yang harus dimiliki oleh para pendidik remaja adalah mampu menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan remaja, khususnya di masa pandemi covid-19 sekarang ini. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk membantu para pembina remaja dalam penggunaan metode mengajar yang sesuai dengan kebutuhan remaja dan untuk meningkatkan keterampilan bagi para pendidik dalam mengajar remaja di masa pandemi Covid-19. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menghasilkan para pembina remaja yang dapat memahami metode mengajar khususnya dalam Alkitab, metode mengajar secara luring, prinsip-prinsip dalam pemilihan metode mengajar dan cara mengajar remaja yang kreatif di masa pandemi Covid-19 dengan penggunaan metode pembelajaran daring. Kata kunci: Pelatihan, Metode Mengajar, Pandemi Covid-19, dan Remaja.
Pelatihan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Remaja di HKBP Jatisampurna Bekasi Desi Sianipar; Yunardi Kristian Zega; Luterius Nehe; Kristiantoro
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 2 No. 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v2i2.1964

Abstract

Pendidikan dan pengajaran Kristen di gereja harus dipersiapkan dengan baik. Salah satu yang harus dipersiapkan gereja adalah dapat menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen. Kurikulum pendidikan agama Kristen harus disusun dengan sebaik mungkin, sehingga dapat memenuhi setiap kebutuhan yang diperlukan jemaat untuk menunjang pertumbuhan kerohanian mereka, sehingga jemaat dapat bertumbuh semakin dewasa sesuai dengan ajaran yang Alkitabiah. Dengan demikian, menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen di gereja sangatlah penting, khususnya membuat kurikulum bagi kaum remaja yang adalah generasi dari penerus gereja. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini dirancang untuk membantu para pembina remaja agar dapat meningkatkan kemampuan dalam menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen yang sesuai dengan kebutuhan para remaja masa kini. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah menghasilkan para pembina remaja yang dapat menyusun kurikulum pendidikan agama Kristen bagi remaja. Kata kunci: Pelatihan, Kurikulum PAK, dan Remaja.
Perspektif Alkitab Tentang Kesetaraan Gender dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen Yunardi Kristian Zega
Didache: Journal of Christian Education Vol 2, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v2i2.431

Abstract

Gender equality is still an interesting issue to be discussed today. Most people, especially those living in various regions in Indonesia, still misinterpret this. Gender equality is seen as an act that puts women first. In Christian circles, this thought is caused by Christian leaders in the past who gave teachings about gender who had unfair treatment between men and women. To provide a solution to these problems, the author uses qualitative research with the literature study method. The author finds that, gender is a characteristic that can be exchanged between each other and can be shared by both. Allah distinguishes the sexes but does not differentiate between the roles of the two. Thus, PAK plays a vital role in building gender understanding in the family and community, especially in the field of education, and in the field of education.  
RADIKALISME AGAMA DALAM PERSPEKTIF ALKITAB DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Yunardi Kristian Zega
Jurnal Shanan Vol. 4 No. 1 (2020): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.935 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v4i1.1765

Abstract

AbstrakRadikalisme agama merupakan paham atau aliran keras yang berasal dari suatu ajaran agama yang menimbulkan sikap intoleransi. Radikalisme agama dapat terjadi pada agama manapun, termasuk dalam memahami ajaran Kekristenan. Salah satu penyebab pada ajaran Kekristenan yaitu, pemahaman yang salah dalam menafsirkan ayat-ayat Alkitab dan para pendidik yang memberikan pendidikan agama Kristen tidak sesuai dengan ajaran Alkitab, atau juga dapat disebabkan oleh orang-orang Kristen yang memiliki kepentingan dengan mengatasnamakan ajaran agama. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam penulisan ini metode yang digunakan adalah studi pustaka. Di mana penulis mencari sumber-sumber informasi baik dari jurnal, buku, Alkitab, tafsiran Alkitab, internet, kamus, dan sumber-sumber lainnya. Tujuan dari penulisan ini untuk menjawab pandangan Kekristenan berdasarkan perspektif Alkitab yang menolak tindakan radikalisme agama. Oleh karena itu, supaya tidak bertumbuhnya paham radikalisme agama di dalam Kekristenan. Hal ini menjadi tugas tanggung jawab bagi para pendidik, pendidik yang dimaksud ialah (orangtua, guru PAK, dan para pendeta) yang mengajarkan pendidikan agama Kristen kepada setiap naradidik baik di dalam keluarga, sekolah, maupun gereja.Kata Kunci: Radikalisme Agama, Perspektif Alkitab, Pendidikan Agama Kristen
Implementasi Metode Problem Solving dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Nova Ritonga; Juliandes Leonardo Trisno Mone; Mathan Yunip; Yunardi Kristian Zega
Jurnal Shanan Vol. 5 No. 1 (2021): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.799 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v5i1.2622

Abstract

Today's learning has used a student-centered learning model. In this learning, the teacher uses various learning methods which are certainly more interesting and involve students directly. This learning system is in accordance with the education standards and curriculum in 2013. Although the 2013 curriculum has implemented student-centered learning, until now there are still teachers including Christian religious education teachers who still use conventional methods (lectures) which cause the learning process is less interesting and tedious. Therefore, a breakthrough is needed that can improve Christian religious education learning in schools. Thus, the purpose of this study is to describe the implementation of problem solving methods in improving the learning process of Christian religious education in schools. The method used in this research is literature study with literature review using books, journals, dictionaries, and other sources to describe the implementation of problem solving methods in Christian religious education learning. The result of this research is that the implementation of problem solving methods can improve Christian religious education learning in schools because students are actively involved in the learning process.
Orangtua dan Guru Sebagai Pengembang Misi Melalui Pendidikan Agama Kristen Fredik Melkias Boiliu; Yunardi Kristian Zega
Jurnal Shanan Vol. 6 No. 1 (2022): Maret
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.546 KB) | DOI: 10.33541/shanan.v6i1.3702

Abstract

Pemberian mandat dan tanggungjawab dari Allah kepada orang yang dipilih-Nya merupakan tugas misi Allah untuk umat manusia. Keluarga merupakan tempat misi Allah di dunia yang pertama dan utama dalam kehidupan orang percaya. Selain itu, guru juga mempunyai peran sebagai pengembang misi. Artinya bahwa, orang tua dan guru memiliki peran penting untuk mewariskan iman kepada generasi berikutnya. Dalam hal ini tidaklah mudah untuk mewariskan iman kepada generasi yang berbeda lokus dan abad. Oleh sebab itu dalam artikel ini, peneliti berusaha untuk menemukan cara yang tepat dalam menyampaikan misi Ilahi yang sesuai untuk generasi Kristen di era revolusi industri 4.0. Metode dalam penelitian ini adalah studi pustaka yang berisi teori-teori relevan terkait dengan masalah yang dibahas. Kajian pustaka merujuk pada kajian tentang konsep dan teori yang digunakan sesuai literatur yang ada, seperti artikel-artikel yang diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah. Adapun hasil dari penelitian ini adalah orang tua dan guru di era revolusi industri 4.0 saat ini, harus dapat terbuka dengan perkembangan teknologi sehingga dapat mendidik anak/peserta didik secara relevan sesuai dengan zaman dan peradapan di mana mereka dilahirkan, contohnya seperti orang tua dan guru dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana dalam penyampaian misi Allah kepada anak-anak zaman sekarang.
Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga : Upaya Membangun Spiritualitas Remaja Generasi Z Yunardi Kristian Zega
JURNAL LUXNOS Vol. 7 No. 1 (2021): LUXNOS: JURNAL SEKOLAH TINGGI TEOLOGI PELITA DUNIA EDISI JUNI 2021
Publisher : STT Pelita Dunia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47304/jl.v7i1.145

Abstract

Pelaksanaan pendidikan agama Kristen dalam keluarga merupakan salah satu perintah Allah bagi semua umat-Nya, supaya setiap generasi yang akan datang tetap mengenal Allah dengan pemahaman iman yang benar (Ulangan 6:6-9). Adanya pendidikan agama Kristen dalam keluarga yang dilaksanakan dengan baik, akan menghasilkan anak-anak yang bertumbuh dengan spritualitas hidup yang baik pula (Amsal 22:6). Akan tetapi yang terjadi pada saat ini, justru semakin banyak anak-anak Kristen, khususnya di kalangan remaja yang mulai hidup dengan menanggalkan identitasnya sebagai umat Allah. Hal ini disebabkan oleh pengaruh perubahan zaman dan juga orang tua yang kurang memahami bagaimana cara membangun spritualitas anak-anaknya yang sesuai dengan kebutuhan mereka di masa sekarang, sehingga anak-anak remaja tersebut tidak mempercayai keyakinan dari agamanya sendiri. Oleh karena itu, dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kajian pustaka (library research) untuk memberikan solusi dalam permasalahan tersebut. Dengan tujuan ialah untuk memberikan gambaran dan konsep terhadap orang tua tentang pelaksanaan pendidikan agama Kristen dalam keluarga untuk membangun spritualitas remaja generasi Z.
TEORI PERKEMBANGAN IMAN REMAJA MENURUT JAMES W. FOWLER DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YUNARDI KRISTIAN ZEGA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v12i2.488

Abstract

James W. Fowler is the originator of the Stages of Faith Theory. The level of faith development based on research conducted by Fowler is the structure, stages of faith development, and aspects that support so that every religious person does not stop at a low level of faith but can rise at a higher level and produce more mature humans . One of the targets of Fowler's research is adolescents. Teenagers are the age where children start trying to find their identity. Teen age is also a potential age in its development, both in terms of cognitive, emotional, and physical aspects. In addition, children at this age have a very high curiosity, one of which they begin to find out about the truth of the faith or beliefs that have been believed. Therefore, the perfect time to provide religious education at adolescence, so as to increase the development of adolescent faith to a higher stage so that they have an increasingly mature life and can also be responsible for the faith he has believed both for himself and for those who people around him. For that reason, in this article the author will discuss the stages of faith development, especially in adolescents according to the theory of James W. Fowler and their implications for Christian religious education in families, schools, and churches.
Pendidikan Kristen Antisipatif-Transformatif: Revitalisasi Fungsi Didaskalia untuk Ketahanan Pemuda Kristen di Era Transnasionalisme Desi Sianipar; Wellem Sairwona; Johanes Waldes Hasugian; Yunardi Kristian Zega; Nova Ritonga
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i2.743

Abstract

Abstract. The radical transnational ideologies can easily attack and damage Christians’ youth in this digital era. The purpose of this study is to deliniate anticipatory-transformative Christian education and the significance of revitalizing the didaskalia function as the foundation for the Christian’s youth resilience in the transnationalism era. The method in this research was the literature study method. Through this research, it was found that the didaskalia function is very urgent to be revitalized in the context of the resilience of Christian’s youth in the midst of the swift currents of transnational ideology. As an anticipatory-transformative effort, Christian Education seeks to develop an accommodative and contextual education model to build a strong foundation of Christian’s youth, which will enable them to face the complex life.Abstrak. Ideologi transnasional yang bersifat radikal dapat dengan mudah menyerang dan merusak generasi muda Kristen pada era digital ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pendidikan Kristen antisipatif-transformatif dan pentingnya revitalisasi fungsi didaskalia sebagai pondasi ketahanan pemuda Kristen di era transnasionalisme. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa fungsi didaskalia semakin urgen untuk direvitalisasi dalam konteks ketahanan pemuda Kristen di tengah derasnya arus ideologi transnasional. Sebagai upaya antisipatif-transformatif, Pendidikan Kristen berupaya mengembangkan model pendidikan yang akomodatif dan kontekstual dalam rangka membangun pondasi yang kuat dalam diri pemuda Kristen, yang memampukan mereka dalam menghadapi kehidupan yang kompleks.
Co-Authors Agatha Cryssandra Pigesia Agiana Her Visnhu Ditakristi Agiana Her Visnhu Ditakristi Agustinus Kadja Allo, Bertha Padang Antonius Sinaga Apriyanto J R Ato Arjuna Mauta Balduinus Jehaman Betaria Siahaan Boiliu, Fredik Melkias Ceria Ceria Charles Juntak Charles Juntak Clara Alexandra Griapon Cynthia Renita Wangko Daniel Agustin Davidson Djara Leba Desetina Harefa Desi Sianipar Desi Sianipar Desy Doreni Napitupulu Desy Doreni Napitupulu Desy Yoseplin Tambunan Dewi Fortuna Dewi Lidya S Diana Tiro Doni Abadi Nababan Dorothea Inez T. Malo Rangga Eben Saluran Halawa Eben Saluran Halawa Efvi Noyita Efvi Noyita Elvi Putri Jelita Hia Elvi Putri Jelita Hia Ernawaty Simanjuntak Ernawaty Simanjuntak Esra Zos Samosir Evraim Anggreini Br Hombing Firiska Yulinata Firiska Yulinata Folorisde Feriany Tumanggor Fransiskus X Sasi Fredik Melkias Boiliu Frilia Kartini Sipahutar Gaol, Mery Cristina Lumban Gea, Kariaman Go Heeng Haposan Simanjuntak Harefa, Desetina Harefa, Otieli Hasugian, Johanes Waldes Heeng, Go Hendrik Bernadus Tetelepta Hendrik Bernardus Tetelepta Hermina Sulistiawati Hia, Elvi Putri Jelita Hombing, Evraim Anggreini Br Hutabarat, Rahel Triastuti Iklasia Aprianti Kota Imayanti Nainggolan Imayanti Nainggolan Indah Octaviani Laleb Irenius Fransiskus Binsasi Ivan Ivan Jabes Pasaribu Jamin Tanhidy Jeanie D Luruk Bria Jenri Prada Sibarani Jepri Jesik M Hutabarat Jhodi Huma Ismawan Allosau Job Sinaga Job Sinaga Johanes Waldes Hasugian Joni Gultom Josanti C. Huwae Kaidoen Josua Djami Juliandes Leonardo Trisno Mone Kelfinus Daya Kelfinus Daya Kristiantoro Kristianus Jevrino Mozes Kristina Elabi Kristina Elabi Lesna Sari Yanti Liston Sihombing Lubis, Ricardo Pandapotan Luterius Nehe Marhendra Betzy Erlian Sono Maria Dolorosa Badjowawo Marianus R Bujang Marlen Bailao Marthen Unmehopa Mathan Yunip Matias Christuver Mawardina Rajagukguk Medi Hutabarat Megariana Megariana Melly Sari Harefa Mersi Yolandra Bohalima Mery Cristina Lumban Gaol Mitra Binariang Lase Moralman Gulo Moralman Gulo Muchammad Ali Nainggolan, Jhon Piter Naomi Manurung Naomi Napitupulu Nova Ritonga Nova Ritonga Novalita Tampubolon Novalita Tampubolon Noyita, Efvi Okyan Imanuel Io Otieli Harefa Pandie, Remegises Danial Yohanis Panide, Remegies Danial Yohanis Paula Rita Polikarpus Seran Puja Maharani Sijabat Putri Jelita Daeli Rahel Triastuti Hutabarat Rame Rani Lestari Simbolon Rani Sumanti Pandiangan Ratulangi, Andrea Elfata Remegises Danial Yohanis Pandie Renson Siahaan Rewisadi Gulo Ricardo Pandapotan Lubis Rini Herniati Panjaitan Rini Sumanti Sapalakkai Rini Sumanti Sapalakkai Rismag Dalena Florentina Monica Br Manurung Ritonga, Nova Rohani Zalukhu Rohani Zalukhu Romaulina Sinaga Ruth Kristina Simangunsong Sabar Hutagalung Sabar Hutagalung Sairwona, Wellem Selestina Helena Bere Selvyen Sophia Siahaan, Renson Sianipar, Desi Sianipar, Desi Sikri Adaya Mau Simanjuntak, Haposan Sipahutar, Frilia Kartini Situmeang, Tri Murni Sofia Harefa Solmeriana Sinaga Sono, Marhendra Betzy Erlian Sri Pertiwi Stanley Rambitan Stefanus Meo Nekin Sukma Togatorop Sulveni Fritma Supiyani Suset Pasaribu Suzaya Bitia Silsilia Suzaya Bitia Silsilia Syaiful R M Nur Sylvia Natalia Tafonao, Talizaro Talizaro Tafonao Talizaro Tafonao Thobias Demetrius Asamai Tirza Jessica Tarapanajang Titin Aritonang Tumanggor, Folorisde Feriany Ucia Ucia Vanbe Toven Hulu Veithzal Rivai Zainal Viktor Deni Siregar Viky George Lettu Radja Pono Wangko, Cynthia Renita Wellem Sairwona Wellem Sairwona Widjaja, Fransiskus Irwan Wilfridus Duli Marin Winda Sari Rumahorbo Winda Sari Rumahorbo Wizaldy Fabiano Hilnicputro Yaaman Gulo Yanti Secilia Giri Yeni Y C Ndun Yoan Huke Yohana Siburian Yohannis Alberthus Yowenus Wenda Yulia Febriany Langobelen Yuniarti Yuniarti Yusak Hentrias Ferry Zilman Syarif