Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Akses Sanitasi di Tiap Tipologi Permukiman Kumuh Kota Surabaya Shahira, Safwa Nashita Noor; Septanaya, I Dewa Made Frendika
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.2.177-192

Abstract

Kota Surabaya belum berhasil mencapai salah satu target yang ditetapkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), terutama terkait dengan upaya pemenuhan sanitasi yang layak bagi seluruh penduduknya. Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya pada tahun 2022 mencatat bahwa ada 8.543 rumah tangga di kawasan permukiman kumuh yang masih melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) akibat tidak memiliki fasilitas jamban yang layak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan akses sanitasi di tiap tipologi permukiman kumuh dengan menggunakan teknik analisis skala likert. Perbedaan karakteristik permukiman kumuh dipertimbangkan karena studi terdahulu menemukan bahwa karakteristik ruang dan lingkungan berperan vital dalam menghasilkan variasi faktor yang mempengaruhi permintaan akses sanitasi. Hasil studi ini menemukan bahwa terdapat faktor yang berpengaruh di semua tipologi dan berbeda secara spesifik di tiap tipologi permukiman kumuh. Faktor yang berpengaruh di semua tipologi permukiman kumuh adalah tingkat pendapatan keterbatasan lahan, tingkat pengetahuan, kesadaran perilaku hidup sehat, dan dukungan pemerintah. Sedangkan faktor yang spesifik berbeda adalah jaringan jalan, akses air bersih, jarak dengan sumber air, regulasi terkait BABS, serta status kepemilkan dan status penguasaan bangunan. Memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk merumuskan intervensi yang tepat dalam meningkatkan akses sanitasi di permukiman kumuh yang beragam di Kota Surabaya.
Evaluasi Efektivitas Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital di Kabupaten Malang Ikhlasi, Hurairah Haqi; Muhammad, Amry; Shahira, Safwa Nashita Noor
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.96784.%p

Abstract

Dengan kekayaan alam dan budaya yang melimpah, Kabupaten Malang menjadi destinasi wisata yang populer di provinsi Jawa Timur. Selain itu, perkembangan teknologi digital dan penetrasi internet yang semakin luas di wilayah ini membuka peluang besar untuk pengembangan ekonomi digital, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi-potensi ini membuat Kabupaten Malang tidak hanya menjadi pusat wisata, tetapi juga berkembang sebagai salah satu hub digital yang terus bertumbuh. Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari merupakan inisiatif pemerintah untuk memaksimalkan potensi Kabupaten Malang, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan pariwisata. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas KEK Singhasari di Kabupaten Malang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan pariwisata. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis konten, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan hambatan implementasi KEK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KEK Singhasari memiliki potensi besar dalam menciptakan ekosistem digital dan ekonomi kreatif, tetapi masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kurangnya keterpaduan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antar-pemangku kepentingan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta penguatan infrastruktur digital untuk mengoptimalkan manfaat KEK Singhasari bagi ekonomi regional.