Setiawangsih, Siti Romlah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran karakteristik nyeri dismenore dan tingkat kecemasan pada santri di Pondok Pesantren Santi Asromo Wahyuniar, Lely; Febriani, Esty; Mamlukah, Mamlukah; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Setiawangsih, Siti Romlah; Nurahmi, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1296

Abstract

Latar Belakang: : Dismenore dan kecemasan merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi pada remaja wanita. Prevalensi dismenore di Indonesia sebesar 64,25% dan gangguan kecemasan di Indonesia  mencapai 47,7%.  Hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Gejala  dismenore  bisa  dari  nyeri ringan  hingga  berat  di  bagian  bawah perut dan gejala kecemasan dapat muncul dalam bentuk gangguan fisik atau somatic.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain dekriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah santri wanitai dengan jumlah sampel sebanyak 124 santri wanita.Hasil: Hampir seluruh dari responden berusia 12-16 tahun atau  remaja  awal (82,2%),  hampir  seluruh  responden berasal dari wilayah jawa  (97,3%), sebagian  dari  responden  tidak  memiliki  riwayat  dismenore  (73,3%),  hampir seluruh responden tidak memiliki riwayat penyakit lain (94,3%), sebagian besar responden memiliki nyeri dismenore ringan (68,4%) dan sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan berat (66,1%).Kesimpulan: Hampir seluruh dari responden berusia 12-16 tahun atau remaja awal dan berasal dari wilayah  jaw, sebagian dari responden tidak memiliki riwayat dismenore,  hampir  seluruh  responden  tidak  memiliki  riawayat penyakit lain, sebagian besar responden memiliki nyeri dismenore ringan dan sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan berat.
Determinan hipertensi pada calon jamaah haji Setiawangsih, Siti Romlah; Mamlukah, Mamlukah; Herman, Rustika
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/0mxce150

Abstract

Latar Belakang: Jawa Barat memiliki prevalensi hipertensi yang tinggi, mencapai 39,6% pada tahun 2018 berdasarkan data Riskesdas. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling umum menyebabkan kesulitan saat menjalankan ibadah haji, sehingga memerlukan perhatian khusus, terutama bagi calon jemaah haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi pada calon jemaah haji di Kabupaten Majalengka tahun 2024.Metode: Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi adalah seluruh calon jemaah haji sebanyak 1.192 orang, dengan sampel sebanyak 110 orang melalui teknik purposive sampling. Data sekunder dari rekam medis dalam aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Haji (SISKOHATKES). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik.Hasil: Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan jenis kelamin (p=0,796), umur (p=0,568), indeks massa tubuh (p=0,318), dan obesitas (p=0,358). Namun, terdapat hubungan signifikan dengan riwayat keluarga diabetes mellitus (p=0,015) dan riwayat keluarga hipertensi (p=0,007).Kesimpulan: Riwayat keluarga hipertensi merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi (p = 0,008; OR = 2,926)
Unveiling Diabetes Risk Factors and Screening Deficits in Majalengka Indonesian Pilgrims Rustika, Rustika; Kusnali, Asep; Setiawangsih, Siti Romlah; Suryatma, Anton; Propiona, Jane Kartika; Ristrini, Ristrini; Musadad, Dede Anwar; Irianto, Joko; Rachmat, Basuki; Ridwan, Wawan; Muis, Early Wulandari; Handayani, Sarah; Astuti, Nurul Huriah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2025.16.3.423-438

Abstract

Diabetes mellitus (DM) poses significant health risks for hajj pilgrims due to physical stress, environmental exposure, and limited access to acute care during pilgrimage. In Indonesia, DM prevalence among prospective pilgrims is rising, yet empirical evidence on its predictors remains limited. This study aimed to identify demographic and clinical predictors of DM among hajj pilgrims from Majalengka District, West Java, using data from the 2024 Integrated Hajj Computerised System for Health Sector. A cross-sectional analysis was conducted on 1,140 pilgrims undergoing istithaah health screening. Variables included age, gender, BMI, abdominal obesity, blood pressure, lipid profiles, and family medical history. Descriptive statistics, Chi-square tests, and multivariate logistic regression were employed to examine associations with DM status. Older age (40–60 and >60 years), abdominal obesity, elevated triglyceride levels, and a family history of diabetes were significantly associated with increased odds of DM. In contrast, BMI and gender were not statistically significant predictors. Pilgrims who met the istithaah criteria had significantly lower prevalence of DM, supporting the effectiveness of current screening measures. However, gaps in consistent implementation remain. This study underscores the need to strengthen metabolic risk assessments in pre-hajj screenings by incorporating abdominal obesity and lipid profile measurements alongside conventional indicators. The findings support policy refinement in the istithaah process, including standardisation across districts and enhanced digital integration through Siskohatkes. These improvements are vital to safeguard pilgrims’ health and advance non-communicable disease prevention in Indonesia.