Tambunan, Ruhut Parningotan
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengembangkan Karakter Siswa di Era Digital Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 1 (2024): Teologi dan Pendidikan Kristen (Desember 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i1.321

Abstract

This research examines that where Christian religious education plays an important role in shaping student character in the digital era. Christian religious education provides a strong moral and spiritual foundation, and emphasises the values of honesty, responsibility and integrity to students. In facing the challenges of using technology, Christian religious education helps students to use technology wisely and ethically, so as to develop the ability to think critically in selecting and filtering the information they get. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the role of technology integration in Christian religious education allows for a more interactive and interesting teaching method, to deepen students' spiritual understanding. In addition, Christian religious education also plays an important role in shaping the adaptive and innovative character of students and preparing students to be able to face the development of the digital world with high morality.AbstrakPenelitian ini mengkaji bahwa peran penting pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter siswa di era digital. Pendidikan agama Kristen memberikan dasar moral dan spiritual yang kuat, serta menekankan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas kepada siswa. Dalam menghadapi tantangan pada penggunan teknologi, pendidikan agama Kristen membantu siswa untuk menggunakan teknologi secara bijaksana dan etis, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dalam memilih dan menyaring informasi yang di dapat. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwaa peran integrasi teknologi dalam pendidikan agama Kristen memungkinkan sebagai metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik, untuk memperdalam pemahaman spiritual para siswa. Selain itu, pendidikan agama Kristen juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang adaptif dan inovatif serta menyiapkan siswa untuk dapat menghadapi perkembangan dunia digital dengan moralitas yang tinggi.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Mengembangkan Moralitas Remaja di Era Teknologi dan Digitalisasi Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 4 No. 1 (2024): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates the importance of Christian Religious Education in the ethical development of adolescents in a digital age characterized by many challenges and opportunities. The context of this issue relates to the rapid influence of technological advancements on adolescents' learning and interaction modalities. This research aims to examine the way Christian religious education instills moral principles such as honesty, compassion, and integrity to adolescents amidst the temptations presented by the digital landscape. The methodology used was qualitative, incorporating analysis of data collected from observations, interviews, and literature reviews. Findings show that Christian religious education has proven to be effective in conveying moral values through the incorporation of digital curriculum, thus fostering responsible and integrative individuals among adolescents. Nevertheless, significant challenges arise in adapting Christian religious education to align with the needs of adolescents in the digital age to ensure its continued relevance. In conclusion, Christian education is critical in cultivating adaptive
KODE ETIK GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI KRISTEN PADA ANAK USIA DINI Sabuna, Jelita Lauren Cuning; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Metanoia Vol 7 No 2 (2025): Metanoia Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v7i2.198

Abstract

Kode etik guru pendidikan agama Kristen menjadi landasan moral dan profesional dalam mendidik anak usia dini berdasarkan nilai-nilai Kristen. Studi ini mengkaji implementasi nilai-nilai Kristen oleh Guru PAK sebagai pedoman untuk membentuk karakter anak usia dini. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana prinsip seperti nilai kekeristenan diterapkan dalam pengajaran, serta dampaknya terhadap perkembangan moral anak. Melalui pendekatan kualitatif maka dapat disimpulkan bahwa Guru PAK menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Kristen secara efektif, terutama dalam konteks budaya yang beragam. Namun, penggunaan metode pembelajaran berbasis nilai yang kreatif membantu mengatasi kendala tersebut dan memaksimalkan dampak positifnya terhadap anak. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pelatihan khusus bagi Guru PAK untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Kristen di pendidikan anak usia dini. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi berbasis etika Kristen yang inklusif dan relevan bagi generasi mendatang.
Peran Kode Etik dan Integritas Guru PAK dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Christina, Shintia; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4, No 2 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v4i2.390

Abstract

Kode etik dan integritas guru pendidikan agama Kristen memegang peran fundamental dalam membentuk karakter peserta didik. Guru bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam menerapkan nilai-nilai moral dan spiritual yang diajarkan. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana kepatuhan terhadap kode etik dan integritas guru pendidikan agama Kristen berkontribusi terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui proses pembelajaran yang berlandaskan nilai-nilai kristiani. Dengan metode kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai aspek etika profesi guru pendidikan agama Kristen serta implikasinya terhadap perkembangan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan integritas tinggi mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung internalisasi nilai-nilai moral, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Dengan demikian, pembentukan karakter peserta didik tidak hanya terjadi melalui pengajaran teoritis, tetapi juga melalui keteladanan dan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kode etik dan integritas guru PAK dalam membentuk karakter peserta didik serta mengidentifikasi strategi efektif dalam penerapannya. Kebaharuan pada penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang menghubungkan kode etik, integritas guru, dan pembentukan karakter peserta didik secara langsung, menawarkan perspektif baru dalam pendidikan agama Kristen.
Strategi Pembelajaran Peningkatan Keterampilan Berpikir Melalui Pembelajaran PAK kepada Siswa Remaja Mulus, Mulus; Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 1 (2025): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - July 202
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thinking ability of adolescent students is an important aspect of a meaningful and deep learning process. In the midst of challenging times, students are required not only to understand the material, but also to be able to think critically, logically, and reflectively. Unfortunately, the learning process in the classroom is often still teacher-centered and has not fully directed students to actively think independently. This phenomenon can be seen in the low ability of students to express opinions and analyze daily life problems from the perspective of the Christian faith. This research aims to develop an effective Christian Religious Education (PAK) learning strategy in improving the thinking skills of adolescent students through interactive, reflective, and contextual approaches. Using a descriptive qualitative research method using observation, interview, and documentation techniques on teachers and students, this study evaluates the effectiveness of learning strategies that encourage students' active participation in discussions and case studies to improve their understanding of Christian faith values as well as decision-making skills. The novelty of this research lies in the integration of learning methods that are oriented towards the development of critical and reflective thinking skills through an experiential approach and real-life case studies. This approach not only enriches students' understanding of the PAK material but also encourages them to connect Christian values with the challenges of everyday life more deeply. Thus, appropriately designed PAK learning strategies can be an effective means of building a critical, reflective, and responsible mindset.
Peran Pendidikan Agama Kristen sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di Sekolah Tambunan, Ruhut Parningotan; Arifianto, Yonatan Alex
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.78

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peran penting dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah. Bullying sering kali muncul akibat kurangnya kesadaran moral dan hubungan sosial yang harmonis. Penanaman nilai-nilai kasih, pengampunan, keadilan, dan toleransi yang diajarkan dalam Alkitab dapat membentuk karakter siswa yang berempati dan menghargai sesama, serta meningkatkan kesadaran akan martabat manusia yang diciptakan sesuai citra Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran Pendidikan Agama Kristen dalam pencegahan bullying di sekolah melalui pendekatan spiritual dan nilai moral berbasis ajaran Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui teladan guru, doa, renungan, dan pembinaan rohani, Pendidikan Agama Kristen dapat menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan damai. Penanaman nilai-nilai Kristen berperan dalam membentuk karakter siswa yang memiliki moralitas tinggi dan dapat mengurangi terjadinya bullying. Manfaat penelitiannya, dalam pendidikan Agama Kristen menawarkan solusi holistik dalam mencegah bullying dan membangun komunitas sekolah yang bebas dari kekerasan.
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Etika Pada Anak Usia Dini Tambunan, Ruhut Parningotan
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 7, No 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i1.304

Abstract

Abstrak:Pendidikan agama Kristen sangat penting dalam membentuk etika anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pendidikan agama Kristen dapat berkontribusi pada perkembangan nilai-nilai etika pada anak-anak. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur, penelitian ini mengeksplorasi metode dan strategi dalam pendidikan agama Kristen untuk mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan rasa hormat. Metode yang digunakan termasuk cerita Alkitab, lagu-lagu rohani, dan kegiatan kreatif, yang sangat efektif dalam mengajarkan prinsip-prinsip etika Kristen. Studi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas gereja sebagai ekosistem holistik untuk mendukung pembelajaran moral anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen efektif dalam membantu anak membuat keputusan yang beretika dan bertanggung jawab sejak dini. Keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan gereja sebagai ekosistem holistik. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran interaktif berbasis kasih menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi anak usia dini, yang belum banyak dibahas dalam kajian sebelumnya.Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen, Etika, Anak Usia Dini
KODE ETIK GURU SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA PERUBAHAN SOSIAL Tambunan, Ruhut Parningotan; Ranja, Joni Leha Hinggi; Triposa, Reni
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.282

Abstract

Perubahan sosial yang cepat di era digital telah membawa dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan nilai-nilai moral peserta didik, termasuk dalam konteks pendidikan agama Kristen. Dalam situasi ini, guru Pendidikan Agama Kristen dituntut tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan teologis, tetapi juga teladan moral yang berlandaskan pada kode etik profesi. Kode etik guru berfungsi sebagai pedoman normatif yang menuntun perilaku dan tanggung jawab profesional, sekaligus menjadi dasar dalam pembentukan karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Fenomena yang muncul dewasa ini menunjukkan adanya pergeseran nilai moral di kalangan generasi muda yang terpapar budaya instan dan individualistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kode etik guru sebagai fondasi pembentukan karakter dalam pendidikan agama Kristen di tengah dinamika perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dan analisis kontekstual dapat disimpulkan bahwa bahwa kode etik guru memiliki peran fundamental dalam menjaga integritas, membentuk karakter siswa, serta mempertahankan ketahanan pendidikan Agama Kristen di tengah dinamika perubahan sosial. Dalam perspektif teologi Kristen, kode etik bukan sekadar norma profesional, tetapi panggilan spiritual yang merefleksikan nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab. Implementasi yang konsisten menjadikan pendidikan Kristen tetap relevan, transformatif, dan berakar pada iman yang menuntun pembentukan karakter Kristus dalam diri peserta didik.