Cristianingsih, Antonia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Paham Ketuhanan “Pikukuh Tilu” dalam Ritual Seren Taun Penghayat Kepercayaan Sunda Wiwitan Cristianingsih, Antonia; Fransiskus Asisi Irwin Agung Kurniawan; Agus Widodo; Anselmus Ryan Ewaldo
Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi Vol 15 No 2 (2024): LUMEN VERITATIS: Jurnal Filsafat dan Teologi| OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/lumenveritatis.v15i2.3540

Abstract

Sunda Wiwitan merupakan salah satu aliran kepercayaan tradisional yang berkembang di masyarakat Sunda. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis paham ketuhanan dalam aliran kepercayaan Sunda Wiwitan di Cigugur, Jawa Barat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi pustaka dan wawancara, penulis berfokus untuk mempelajari ajaran Pikukuh Tilu dan ritual Seren Tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam ajaran Pikukuh Tilu terdapat tiga dimensi hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta. Sementara itu, dalam ritual Seren Taun terungkat tiga hal penting berkaitan dengan paham ketuhanan, yaitu perwujudan keilahian yang dihayati oleh semua ciptaan, segala sesuatu datang dari pangersa Pangeran, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Tradisi Mangongkal Holi sebagai Penegasan Identitas Suku Batak Cristianingsih, Antonia; Elan, Anjelita; Agnesia, Desima Erlinda; Mulyatno, Carolus Borromeus
Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual Vol 2, No 2 (2024): Divinitas July
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/div.v2i2.7762

Abstract

The Toba Batak community resides in various regions of Indonesia, yet they share traditions that unite their identity as Batak people. One such emblem of unity is the Mangongkal Holi tradition. The purpose of this research is to describe the Mangongkal Holi ceremony as an expression to affirm the identity of the Toba Batak people. The method employed to gather data for this study was through literature review. Three essential questions served as instruments in this research. First, what is the significance of the Mangongkal Holi ceremony? Second, how and when is this ceremony conducted? Third, what is the meaning behind this ceremony? The research findings reveal that despite the dispersion of Toba Batak people across different regions, after the passing of their relatives, they bring the ancestral bones to be unified at a place called the Monument. The process of collecting these bones at a monument is referred to as Mangongkal Holi. This ceremony is conducted based on family agreements, considering this tradition as a means of reunion among families. The ceremony holds significance as a gesture of reverence to the ancestors and as a symbol of kinship.AbstrakMasyarakat Batak Toba hidup tersebar di berbagai wilayah Indonesia, namun ada tradisi yang menyatukan identitas mereka sebagai orang Batak. Salah satu tanda kesatuan tersebut adalah tradisi Mangongkal Holi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upacara Mangongkal Holi sebagai ungkapan untuk menegaskan identitas orang batak. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data-data penelitian ini adalah melalui studi Pustaka. Tiga pertanyaan penting yang menjadi instrumen dalam penelitian ini. Pertama, apa yang dimaksud dengan upacara Mangongkal Holi? Kedua, bagaimana dan kapan upacara ini dilaksanakan? Ketiga, apa makna dari upacara ini? Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun orang Batak Toba tersebar di berbagai daerah, namun setelah meninggal para kerabatnya membawa tulang-tulang leluhur mereka untuk disatukan di tempat yang disebut Tugu. Proses pengumpulan tulang-tulang di sebuah tugu itulah yang disebut sebagai Mangongkal Holi. Upacara ini dilaksanakan sesuai kesepakatan keluarga mengingat tradisi ini sebagai sarana perjumpaan antar keluarga. Upacara ini memiliki makna sebagai upaya penghormatan kepada para leluhur dan tanda kekeluargaan.