Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR ALJABAR SISWA KELAS VIII MTs Misbahuddin Misbahuddin; St.Hasmiah Mustamin; Fitriani Nur
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 1 No 2 (2019): NOVEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v1i2.11162

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis keterampilan berpikir aljabar siswa. Fokus dalam penelitian ini adalah kemampuan generasional, kemampuan transformasional, dan kemampuan level-meta global. Jenis penelitian ini adalah penelitian dekskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Ganrang Batu Kabupaten Jeneponto sebanyak 29 orang, yang selanjutnya dipilih menjadi subjek wawancara adalah 6 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes diagnostik dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kemampuan generasional siswa subjek kategori tinggi dan sedang cenderung mampu pada indikator menentukan makna variabel dari suatu masalah dan mempresentasikan masalah dalam hubungan antar variabel. Subjek pada kategori rendah belum mampu dalam aktivitas  generasional, 2) kemampuan transformasional siswa kategori tinggi cenderung mampu pada indikator menentukan bentuk aljabar yang ekuivalen dan menyelesaikan operasi bentuk aljabar. Subjek pada kategori sedang dalam aktivitas transformasional mampu menyelesaikan operasi bentuk aljabar, sedangkan subjek pada kategori rendah belum mampu dalam aktivitas generasional baik pada indikator menentukan bentuk aljabar yang ekuivalen maupun menyelesaikan operasi bentuk aljabar 3) kemampuan level-meta global siswa kategori tinggi, kategori sedang, dan kategori rendah cenderung belum mampu dalam indikator menggunakan aljabar untuk menganalisis perubahan, hubungan, dan memprediksi suatu masalah dalam matematika dan menggunakan aljabar untuk memodelkan masalah dan menyelesaikannya. AbstractThis study aims to determine the types of students' algebraic thinking skills. The focus in this research is generational abilities, transformational abilities, and global meta-level capabilities. This type of research is qualitative descriptive research. The subjects of this research were 29th grade students of Mts Ganrang Batu, Jeneponto Regency with 29 people, who were subsequently chosen as the subjects of the interviews were 6 people. Data collection techniques using diagnostic tests and in-depth interviews. The results of this study indicate that: 1) the generational abilities of high and medium category subject students tend to be able to determine the meaning of variable indicators of a problem and present problems in the relationships between variables. Subjects in the low category have not been able to be in generational activities, 2) the transformational abilities of high category students tend to be able to on indicators determine the equivalent algebraic form and complete the operation of the algebraic form. Subjects in the medium category in transformational activities are able to complete algebraic form operations, while subjects in the low category have not been able to in generational activities either on indicators determining equivalent algebraic forms or completing algebraic form operations 3) global meta-level ability of high category students, medium categories, and low categories tend not to be able to use indicators of algebra to analyze changes, relationships, and predict problems in mathematics and use algebra to model problems and solve them.
HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS GURU DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA Reski Ramadani; St. Hasmiah Mustamin; Ridwan Idris
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.864 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2017v5n1a6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui hubungan antara kreativitas guru dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar matematika siawa kelas X SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah Ex-post facto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kreativitas guru dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk kreativitas guru dan gaya belajar siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 76% dan 66%. Kemudian untuk hasil belajar matematika siswa diperoleh nilai persentase sebesar 55% yang berada pada kategori sedang. Adapun hasil analisis statistik inferensial (korelasi berganda) diperoleh sig. F Change < 0.05. Artinya, terdapat hubungan positif penerapan antara kreativitas guru dan gaya belajar siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa di SMA Negeri 1 Bontomarannu Kabupaten Gowa.
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENJAWAB SOAL PROGRAM LINEAR KELAS XII IPA MAN 1 MAKASSAR Wildana Wildana; St. Hasmiah Mustamin; Fitriani Nur
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2016): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2016v4n1a6

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kesalahan peserta didik dalam menjawab soal program linear kelas XII IPA MAN 1 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi jenis kesalahan apa yang dilakukan peserta didik dalam menjawab soal program linear, dan ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal program linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 16 peserta didik. Subjek yang terpilih dalam wawancara adalah 7 peserta didik yang ditentukan dari tes diagnostiknya. Peserta didik yang terpilih sebagai subjek penelitian merupakan peserta didik yang memiliki kesalahan yang bervariatif dan lebih terkait pada pemahaman konsep, kesalahan prinsip dan kecerobohan dalam pengoperasian yang menarik untuk diteliti. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan wawancara. Metode analisis yang digunnakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang dialami peserta didik dalam menjawab soal program linear kelas XII IPA MAN 1 Makassar yakni peserta didik belum terlalu memahamami kosep program linear, kesalahan prinsip dan juga sering melakukan keerobohan dalam penyelesaiannya. Faktor penyebab terjadinya hal tersebut berdasarkan hasil penelitian ini yaitu  berasal dari faktor intern yakni minat, motivasi, dan bakat peserta didik, dan dari foktor eksterm yaitu keadaan peserta didik yang tegang pada saat proses pembelajaran dan tempat duduk peserta didik.
FAKTOR-FAKTOR PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI PEMUKIMAN KUMUH KOTA MAKASSAR St. Hasmiah Mustamin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 16 No 2 (2013): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2013v16n2a3

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan anak dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak pada pemukiman kumuh Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anak berpendidikan SD sampai Perguruan Tinggi di Kelurahan Lette Kecamatan Mariso. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Hasil penelitian mene-mukan bahwa tingkat pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, dan jumlah anak termasuk dalam kategori rendah. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak.Abstract: This study aims at determining the level of education of children and the factors affecting the level of education of children in the slums area of Makassar. The method used is the survey method. The population of the research is families with children’s education from elementary to university in Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso. The sample was taken by using random sampling technique. The study found that the level of parental education, family income and number of children were included in the low category. The three of them were the factors that affect the level of children education.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN ASESMEN KINERJA St Hasmiah Mustamin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 13 No 1 (2010): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2010v13n1a3

Abstract

Learning outcome can be identified by evaluation to measure and evaluate students’ performance. In measuring and evaluating students’ learning outcomes, there are many types of alternative assessment that can be used, such as performance asses-ment that requires students to show their performace, either in solving problem, delivering opinion, discussing, or giving reason from their answers. Performance assesment in mathematics requires performance of a task, project, or invetigation, observation, interview, and product
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIK St. Hasmiah Mustamin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 20 No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2017v20n2i8

Abstract

Abstrak:Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pe­nga­la­man sehari-hari dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari ada­lah pembelajaran matematika realistik. Pembelajaran mate­ma­tika dengan pen­dekatan realistik adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan ma­sa­lah sehari-hari sebagai sumber inspirasidalam pembentukan konsep dan me­ng­ap­­likasikan konsep-konsep tersebut atau bisa dikatakan suatu pembelajaran ma­tematika yang berdasarkan pada hal-hal nyata atau real bagi siswa dan mengacu pa­da konstruktivis sosial. Pengembangan pembelajaran matematika dengan pen­dekatan realistik meru­­pakan salah satu usaha meningkatkan kemampuan siswa me­ma­ha­mi matematika dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mene­mu­­kan kembali dan merekonstruksi konsep-konsep matematika, sehingga siswa mem­punyai pengertian kuat tentang konsep-konsep matematika. Usaha-usaha ini dilakukan sehubungan dengan adanya perbedaan antara ‘materi’ yang dicita-ci­takan oleh kurikulum tertulis (intended curriculum) dengan ‘materi yang di­ajar­kan’ (implemented curriculum), serta perbedaan antara ‘materi yang diajarkan’ de­ngan materi yang ‘dipelajari siswa’ (realized curriculum). Pembelajaran matematika de­ngan pendekatan realistik mem­­beri­kan kesempatan kepada siswa untuk menemukan kem­bali dan mere­kon­struksi konsep-konsep matematika, sehingga siswa mempunyai pe­ngertian kuat tentang konsep-konsep matematika.Abstract:One of the mathematical learning that is oriented to the mathematization of every­day experiences and applying mathematics in everyday life is realistic ma­the­matics instruction. The mathematics instruction with realistic approach is an instructional ap­proach that uses daily problems as a source of inspiration in the formation of con­cepts and apply the concepts or can be said a mathematics instruction based on the real things that refers to the social constructivist. The development of instructional mathematics with a realistic approach is one effort to improve students' abi­lity for understanding mathematics and provide opportunities for students to reconstruct mathematical concepts, so students have a strong un­ders­tanding of the mathematical concepts. These efforts are made in relation to the dif­ference between the 'material' aspired by written curriculum (the intended cur­riculum) and taught material (implemented curriculum), and the difference bet­ween taught material and students learned material (realized curriculum). Ma­the­matical learning with a realistic approach enables students to rediscover and re­construct mathematical concepts, so that students have a strong understanding of mathematical concepts.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS VII MTs NEGERI 1 MAKASSAR Hasmiah Mustamin
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 22 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2019v22n1i15

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar matematika melalui metode diskusi pada siswa Kelas VII MTs Negeri 1 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa Kelas VII.11 MTs Negeri 1 Makassar yang berjumlah 40 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, kuesioner/angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif berupa tabel frekuensi dan rata-rata (mean). Hasil penelitian diperoleh bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan terutama pada siswa yang mengajukan pertanyaan kepada guru/ temannya tentang materi yang belum dipahami dari 10% pada siklus I meningkat 29,38% pada siklus II, siswa yang aktif memberi tanggapan atas pendapat kelompok lain sebanyak 16,25% pada siklus I meningkat menjadi 38,75% pada siklus II, dan siswa yang mempresentasikan hasil pekerjaannya sebanyak 23,13% pada siklus I meningkat menjadi 48,75% pada siklus II.Motivasi belajar matematika siswa juga mengalami peningktan dari 70% siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang pada siklus I menjadi 67,50% siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi pada siklus II. Berdasarkan skor hasil belajar matematika siswa setelah diadakan pembelajaran dengan metode diskusi terjadi peningkatan skor rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 7,92 menjadi 8,80 pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa metode diskusi dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, yang pada akhirnya akan sangat berpengaruh dalam menentukan hasil belajar matematika siswa Kelas VII.11 MTs Negeri 1 Makassar.AbstractThe study aimed at increasing the students’ mathematics learning motivation by using the discussion method of the seventh class at the State MTs 1 Makassar City. This study was a classroom action research with the total number of 40 seventh class students at the State MTs 1 Makassar as the research subjects. The instruments of the data collection used were observations, questionnaires, and tests. The data analysis technique used was descriptive analysis such as the frequency tables and the mean. The findings showed that the students' learning activities in cycles I and cycle II improved, especially the students who addressed questions to the teacher or their friends about the material that was difficult in understanding it. It could be seen through the percentage increase form cycle I to cycle II, from 10% to 29.38%. The students who actively responded to another group opinions were as many as 16.25% in cycle 1 increased to 38.75% in cycle 11, and the students who presented their work results were as many as 23.13% in cycle 1 increased to 48.75% in cycle 11. The students’ mathematics learning motivation also increased. It could be seen that 70% of the students who had the medium motivation in the cycle 1, became 67.50% of students who had high learning motivation in cycle II. Based on the scores of students' mathematics learning outcomes after learning by using the discussion method, there was an increase in the mean scores of the students’ mathematics learning outcomes. It could be seen on the mean score increase from cycle I to cycle II, from 7.92 to 8.80. Based on those findings, it inferred that the discussion method could increase the students' mathematics learning motivation that was very influential in determining the students’ mathematics learning outcomes of the seventh class at the State MTS 1 Makassar.