Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Paguyuban Pedagang Asongan Ikan Asin di Lokasi Obyek Wisata Pantai Pangandaran: The Role of Association of Salted Fish Vendors at The Pangandaran Beach Tourist Attraction Location Sakinah, Sani; Sa'diyah, Karimatus; Hermawati, Rina
Biokultur Vol. 13 No. 2 (2024): Relasi Kuasa, Identitas dan Pemberdayaan dalam Konteks Sosial-Budaya di Indone
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bk.v13i2.60151

Abstract

Pedagang asongan ikan asin, yang termasuk dalam kategori Pedagang Kaki Lima (PKL), adalah bagian dari ekonomi informal dengan karakteristik modal kecil, pendapatan rendah, dan ketergantungan pada ruang publik seperti pinggir jalan dan taman. Mayoritas dari mereka adalah perempuan, terutama ibu rumah tangga dewasa hingga lansia dengan tingkat pendidikan yang rendah. Paguyuban menjadi ruang kolektif yang penting, memungkinkan mereka berbagi pengalaman, strategi bisnis, dan menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, serta pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paguyuban Pedagang Asongan Ikan Asin yang bernama Poklasar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) tidak hanya menjadi struktur formal dengan kepemimpinan, sekretariat, dan bendahara, tetapi juga sebagai jaringan sosial yang kompleks. Terdiri dari 22 kelompok paguyuban, struktur ini memainkan peran sentral dalam pemberdayaan anggota dengan memperkuat solidaritas, komunikasi, dan dukungan antaranggota. Selain itu, paguyuban ini berfungsi sebagai jembatan sosial dengan pihak eksternal seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, universitas, LSM, serta aparat pemerintah (Satpol PP dan Satgas Jaga Lembur), yang memperkuat posisi sosial dan ekonomi para pedagang. Studi ini menyoroti pentingnya paguyuban sebagai wadah kolektif yang berfungsi tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga memperkaya dinamika sosial-budaya di kalangan anggotanya.
Analisis Peranan Gender terhadap Perubahan Iklim pada Siklus Manajemen Bencana Gempa Bumi Cianjur Sakinah, Sani; Safitri, Devi; Maguantara, Muhammad Pandya; Abdillah, Muhammad Raihan Dzaky; Supangkat, Budiawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v11i1.94906

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak secara fisik pada lingkungan alam dan secara sosial pada aktivitas kehidupan manusia termasuk perubahan pembagian peranan gender dalam masyarakat petani. Ditambah dengan adanya bencana gempa bumi Cianjur, membuat perubahan peranan menjadi lebih berat dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Penelitian ini mengulas perubahan peran gender dalam kegiatan reproduksi, produksi dan sosial-politik di Desa Sarampad dalam siklus manajemen bencana yang meliputi pra bencana, tanggap bencana dan pasca bencana. Metode penelitian etnografi dilakukan dengan teknik wawancara, observasi partisipan, dan pengumpulan data sekunder. Analisis data dilakukan sesuai tahapan analisis data etnografi, analisis gender harvard, dan keterkaitan teori fungsionalisme struktural Robert K. Merton. Hasil penelitian menunjukkan sistem peranan genderideal di Desa Sarampad menurut masyarakat  yang terjadi pada pra bencana ini ialah perempuan berperan dominan dalam kegiatan reproduksi, mengerjakan pekerjaan yang dianggap “ringan” dalam kegiatan produksi, dan minim dalam kegiatan sosial politik. Sedangkan, laki - laki berperan minim dalam kegiatan reproduksi, mengerjakan pekerjaan yang dianggap “berat” dalam kegiatan produksi, dan aktif dalam kegiatan sosial politik, Sistem tersebut tidak mengalami perubahan atau transformasi besar dari masa pra hingga pasca bencana gempa bumi. Masyarakat berupaya mengembalikan ketidakaktifan kegiatan pada masa pasca bencana dengan mempertahankan pola peranan gender yang ideal dan seimbang tersebut.
Health Seeking Behavior of Infant: An Ethnographic Study of Farming Families in Kumbang Village, North Aceh Sakinah, Sani
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v12i3.23064

Abstract

Health-seeking behavior for infants is carried out by mothers, but decision-making related to this is influenced by their husbands or parents. This is also influenced by knowledge, attitudes, beliefs, traditions, and the ecological conditions of their place of residence. Infant health problems often arise in rural areas where the majority of the population are farmers, so this study can be used as preliminary data in the design of programs to eliminate infant problems in rural areas. This study explores infant health-seeking behavior in farming families in rural areas. An ethnographic approach was used with data collection techniques including in-depth interviews, participant observation, documentation, and secondary data. The interpretive paradigm focuses on the meaning of the farming community itself regarding various infant health problems that guide considerations for seeking health care for infants. Informants were selected using purposive sampling, with a total of 4 stakeholders and 10 people who care for infants in farming and non-farming families as a validity test. The results of this study indicate that farming families choose health-seeking behaviors in three practices, including self-medication with leaves for diseases commonly found in infants, medical treatment when common diseases do not heal or for diseases with severe symptoms that appear quickly, and traditional medicine (rajah) when self-medication and medical treatment are ineffective.