Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISA UNIT PENGOLAHAN BATUAN ANDESIT DI PT. MOTUL KELURAHAN SULAMADAHA KECAMATAN TERNATE BARAT KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA Rahman Fahri; Muhammad Djunaidi
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.801 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya peningkatan produksi pada proses pengolahan serta pemanfaatan batu Andesit maka perlu adanya perencanaan yang cukup matang dengan suatu pertimbangan yang ekonomis. Salah satu syarat sehingga usaha berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka dibutuhkan suatu unit pengolahan yang sinergi agar tercapai tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitin Untuk mengetahui produksi di unit pengolahan PT MOTUL Kelurahan Sulamadaha. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dimana suatu bentuk penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Hasil Penelitian Adalah untuk ukuran luas hopper sebesar 5,904 m2 dengan kapasitas produksi dari crusher sebesar 4,554 T/jam (30,074 T/hari) yang terdiri dari produksi kerakal sebesar 1,188 T/jam (7,326 T/hari), Kerikil dengan produksi 1,386 T/jam (9,878 T/hari) dan Pasir dengan produksi 1,98 T/jam (12,87 T/hari). Untuk kapasitas screen sebesar 29,29 T/jam serta kapasitas belt conveyor sebesar 12,5 T/jam. kesimpulan Ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu: terdapatnya batu andesit yang berukuran ≥256 mm yang tidak bisa di lakukan peremukan oleh crusher dikarenakan ukuran tersebut lebih besar dari mouth crusher sebesar ≥3000 kg. Selain dari ukuran batu yang akan di lakukan peremukan, hambatan yang didapatkan dari waktu kerja dimana waktu memulai kerja saat selesai istirahat selama 30 menit, waktu perbaikan alat selama 60 menit dan waktu yang terbuang (pemanasan alat, pengisian bahan bakar dan keperluan lain dari operator) selama 30 menit.
UPAYA PENAGGULANGAN DAMPAK NEGATIF AKIBAT KEGIATAN PABRIK PEREMUK BATU GAMPING DI PT. SELO LINTANG JAYA YOGYAKARTA Muhammad Djunaidi; Abd Kadir D Arif
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.614 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penulisan ini, yaitu seberapa besar dampak yang diakibatkan oleh kegiatan pabrik peremukan, baik dampak positif atau dampak negatif sehingga dapat dipakai sebagai pedoman untuk melakukan pencegahan terhadap dampak negatif yang mungkin akan terjadi dan juga melakukan upaya peningkatan dampak positif agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kebisingan dengan kriteria sangat jelek (90 - 92 dB) terjadi diwilayah pabrik peremukan, padahal Nilai Ambang Batas (NAB) untuk wilayah pabrik sebesar 85 dB, Kebisingan dengan kriteria jelek (80 - 82 dB), sebagian besar (90 %) terjadi di wilayah tegalan tanpa penghuni (areal pabrik peremuk) sehingga dampak yang terjadi tidak begitu berpengaruh penting terhadap masyarakat, Kebisingan dengan kriteria sedang (60 - 69 dB), berada di wilayah bagian barat dan utara dari pabrik peremukan batugamping. Kebisingan dengan kriteria baik (50 - 59 dB), berada di wilayah bagian timur dari pabrik peremukan batugamping
BIAYA INVESTASI ALAT MUAT EXCAVATOR HITACHI ZAXIS 200 PADA PENAMBANGAN BIJIH NIKEL DI PT. SINAR KARYA MUSTIKA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH PROVINSI MALUKU UTARA MUHAMMAD DJUNAIDI *; ABDUL KADIR D ARIF **
DINTEK Vol 12 No 2 (2019): Dintek Vol 12 No. 2 September 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.856 KB)

Abstract

PT. Sinar Karya Mustika adalah salah satu perusahaan kontraktor yang melakukan aktivitasnya di bidang tambang nikel yang memiliki wilayah ijin usaha pertambangan di Desa Elfanun Kecamatan Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara dengan luas area kerja 849.79 Ha. Kegiatan penambangan yang dilakukan dengan menggunakan metode open pit mining dengan target produksi ore/nikel sebesar 200.000 Ton/Bulan. Metode yang digunakan yaitu pengamatan secara langsung dilapangan dan pengumpulan biaya-biaya, seperti: biaya kepemilikan, investasi alat, Harga alat, Biaya Operasional. Berdasarkan hasil perhitungan, maka hasil perhitungan biaya investasi (beli - sewa) adalah dimana biaya investasi yang dikeluarkan selama kegiatan penambangan. Maka dari hasil perhitungan cash flow untuk biaya sewa alat dari perusahaan untuk tahun pertama sampai tahun ke-3 adalah sebesar Rp. 2.364.075.672, sedangkan untuk hasil perhitungan biaya cash flow beli alat baru di tahun pertama adalah sebesar Rp. 2.458.411.181 dan untuk di tahun ke 2-3 adalah sebesar Rp 958.411.181. Dan dari hasil perhitungan analisis pemilihan biaya investasi (beli - sewa) Excavator Hitachi Zaxis 200 dimana biaya pengeluaran sewa alat untuk perusahaan pada tahun pertama lebih menguntungkan dibandingkan beli atat, namun ditahun ke 2-3 biaya beli alat baru lebih menguntungkan dibandingkan dengan biaya sewa alat karena pada tahun ke-2 dan tahun ke-3 hanya biaya produksi yang di hitung.
IDENTIFIKASI POTENSI MINERAL DI DESA GOGOROKO,KABUPATEN HALMAHERA UTARA Abdul Kadir Dahlan Arif; Herry Djainal; Muhammad Djunaidi; Runi Noviany
DINTEK Vol 13 No 02 (2020): VOL XIII NO. 02 SEPTEMBER 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emas merupakan suatu logam yang memiliki nilai yang tinggi (precious metal). Tingginya nilai jual emas adalah karena logam ini bersifat langka dan tidak banyak jumlahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk endapan dan proses endapan emas secara langsung dilapangan dan mempelajari karakterk fisik endapan emas di lapangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan recognized yaitu pengamatan langsung dilapangan, pengukuran data struktur geologi yaitu mengukur strike/dip,pengambilan titik koordinat dan pengambilan sampel batuan. Penelitian ini dilakukan di Desa Roko,Kabupaten Halmahera Utara Provinsi Maluku Utara. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Desa Roko dan Gogoroko mempunyai adanya cebakan emas primer. Hal itu dapat dilihat dari geomorfologi Roko yang berada de cekungan, litologi yang dominan di Roko dan sekitarnya yaitu andesit dan granudiorit, adapun mineral pembawa emas yaitu kuartsa, pirit dan kalkopirit
Analisa Potensi Bahaya menggunakan metode Hazard and Operability Study dan Upaya Pengendalian Kecelakaan Kerja Pada Proses Penambangan Emas Tanpa Izin Herry Djainal M.Si; Muhammad Djunaidi; Chairah Maulidyah; Nilam Desiana Nurdin
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Halmahera Selatan mengakibatkan munculnya beragam permasalahan, dengan tidak menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Walaupun pemilik unit pengolahan telah menerapkan beberapa standar atau prosedur keselamatan kerja, dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat menimbulkan kasus kecelakaan kerja. Tujuan pada penelitian dilakukan untuk Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya dapat dilakukan dengan menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOP). di Desa Manatahan Pulau Manatahan Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara. Hasil obervasi menemukan 25 potensi bahaya (hazard) dan kemudian digolongkan menjadi 5 sumber hazard. Berdasarkan penilaian level risiko, terdapat 2 sumber hazard yang tergolong "Ekstrim", 3 sumber hazard yang tergolong "Risiko Tinggi", dan 4 sumber hazard yang tergolong "Risiko Rendah". Penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan berupa pembuatan Standard Operating Procedure (SOP), jadwal pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), worksheet penggunaan APD, lembar kontrol penggunaan APD, pemberian rambu-rambu kondisi lalu lintas tambang, dan checklist keselamatan tambang
Evaluasi Teknis Perbedaan Kadar Ore Front Penambangan Dengan Pengapalan Di Cv. Akram Mekongga Raya Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Herry Djainal M.Si; Muhammad Djunaidi; Aswil wijaya; Abdul Kadir Dahlan Arif
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana menentukan perbedaan kadar sampling ore front penambangan dengan pengapalan. Sedangkan lokasi daerah penelitian terletak didaerah Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pengambilan sampling sehingga mempengaruhi kadar ore front penambangan dengan pengapalan diantaranya : 1. Salting yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil sebagai akibat masuknya material lain dengan kadar tinggi. 2.Dilution yaitu pengurangan bijih nikel akibat masuknya waste kedalam conto. 3.Erratic high assay yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam penentuan posisi (lokasi) sampling karena tidak memperhatikan kondisi geologi. 4 Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil kurang representatif. Proses sampling dalam bidang pertambangan nikel sangat menentukan kualitas dari bijih nikel yang akan dipasarkan. sesusai permintaan pasar, sehingga proses sampling ini menentukan kadar bijih nikel yang akan dipasarkan oleh pihak buyer untuk diolah dipabrik nikel lebih lanjut. Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu dimana : 1. Observasi dan Dokumentasi Dengan terjun langsung kelapangan untuk mengetahui dan mengumpulkan data yang dimiliki oleh perusahaan. 2. Studi Literatur Yaitu berupa data perusahaan perpustakaan, media internet dan laporan penelitian. Kadar Rata – rata di front penambangan 1,83. 1,95. 1,67. 1,94. 1,73. 1,72. 1,86. 1,91. 1,79. 1,92. 1,86. 1,94. 1,85. 1,69. 1,96 Sedangakan Kadar Rata – rata di tongkang adalah 1,36. 1,58. 1,88. 1,54. 1,60. 1,77. 1,33. 1,30. 1,33. 1,79. 1,93. 1,51. 1,68. 2.19. 1,56. Berdasarkan perhitungan kadar rata–rata menggunakan Microsoft Exsel maka dapat diketahui selisi perbedaan kadar antara front penambangan dengan tongkang (barge) adalah sebagai berikut: Kadar rata – rata Front penambangan = 1.85 % (Memenuhi Cut Of Grade) Kadar rata – rata Tongkang (barge) = 1.62 % (Tidak memenuhi Cut Of Grade) Selisish perbedaan 1,85 – 1.62 = 0,23 %.
Initiation of Disaster Resilient Villages in Tubo Village, North Ternate District - Ternate City Arif, Abdul Kadir Dahlan; Djunaidi, Muhammad; Waliyanti, Ida Kurnia
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2378

Abstract

The city of Ternate is a small city on a quaternary volcanic island with a strato volcano type that develops in the Halmahera island area as part of the Pacific circumference. The city of Ternate, as a small city that continues to develop, has complex problems related to limited building space and the potential threat of very diverse natural disasters. Tubo Village is one of the areas that is a potential threat point from the Gamalama volcanic eruption. The Tubo sub-district area is part of the succession of mature to old Gamalama volcanoes which have episodes of Gamalama volcanic eruptions, including direct eruption impacts in the form of laharic material, volcanic ash and lava flows. Tubo Village also has a history of the impact of volcanic eruptions in the form of laharic floods which have had an impact on physical victims and fatalities. Disaster Resilient Village is one of the best solutions that must be implemented with the aim of building the preparedness of Tubo residents to face volcanic eruption disasters. This initiation program is a collaboration with Pertamina FT Babullah and the Ternate City Government.
Identification of Groundwater Using Geoelectric Method in Tobololo Village, West Ternate District Ternate City, North Maluku Province Arif, Abdul Kadir Dahlan; Konoras, Wawan A.K; Fara, Letris; Djunaidi, Muhammad; Husni, Ibrahim
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 2 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i2.2394

Abstract

Ternate City is the most densely populated area both demographically and building, this causes the need for clean water to increase, by looking at the geological structure of Ternate City which is most of the area is rock, of course it is an obstacle in itself in meeting the need for clean water The purpose of the activity is to obtain an overview of the availability and potential of groundwater that can be exploited in the study area, so that it can be used as an alternative to raw water supply planning. with indications that there is water at a depth of 160 to 190 meters, Based on the character pattern of the constituent rocks, there are sandstones, and tuff and subsurface contour patterns. Red, There are andesite rocks in the form of lava and brexi andesite. Dark Green – Light Green, There are clay rocks, this type of rock is included in impermeable rocks Orange Color: There are laharic brexi rocks, in this position it is very unlikely that water can be trapped, because laharic brexi is a lateral rock deposit, while clay is the opposite, which is characterized by impermeabl rocks, Blue Color, It is a puddle of surface water at a depth of 10 to 20 meters.