Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisa Potensi Bahaya menggunakan metode Hazard and Operability Study dan Upaya Pengendalian Kecelakaan Kerja Pada Proses Penambangan Emas Tanpa Izin Herry Djainal M.Si; Muhammad Djunaidi; Chairah Maulidyah; Nilam Desiana Nurdin
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Halmahera Selatan mengakibatkan munculnya beragam permasalahan, dengan tidak menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Walaupun pemilik unit pengolahan telah menerapkan beberapa standar atau prosedur keselamatan kerja, dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat menimbulkan kasus kecelakaan kerja. Tujuan pada penelitian dilakukan untuk Identifikasi dan pengendalian potensi bahaya dapat dilakukan dengan menggunakan metode Hazard And Operability Study (HAZOP). di Desa Manatahan Pulau Manatahan Kabupaten Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara. Hasil obervasi menemukan 25 potensi bahaya (hazard) dan kemudian digolongkan menjadi 5 sumber hazard. Berdasarkan penilaian level risiko, terdapat 2 sumber hazard yang tergolong "Ekstrim", 3 sumber hazard yang tergolong "Risiko Tinggi", dan 4 sumber hazard yang tergolong "Risiko Rendah". Penelitian ini menghasilkan rekomendasi perbaikan berupa pembuatan Standard Operating Procedure (SOP), jadwal pelatihan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), worksheet penggunaan APD, lembar kontrol penggunaan APD, pemberian rambu-rambu kondisi lalu lintas tambang, dan checklist keselamatan tambang
Evaluasi Teknis Perbedaan Kadar Ore Front Penambangan Dengan Pengapalan Di Cv. Akram Mekongga Raya Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Herry Djainal M.Si; Muhammad Djunaidi; Aswil wijaya; Abdul Kadir Dahlan Arif
DINTEK Vol 15 No 1 (2022): V0l. 15 No. 01 Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana menentukan perbedaan kadar sampling ore front penambangan dengan pengapalan. Sedangkan lokasi daerah penelitian terletak didaerah Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pengambilan sampling sehingga mempengaruhi kadar ore front penambangan dengan pengapalan diantaranya : 1. Salting yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil sebagai akibat masuknya material lain dengan kadar tinggi. 2.Dilution yaitu pengurangan bijih nikel akibat masuknya waste kedalam conto. 3.Erratic high assay yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam penentuan posisi (lokasi) sampling karena tidak memperhatikan kondisi geologi. 4 Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil kurang representatif. Proses sampling dalam bidang pertambangan nikel sangat menentukan kualitas dari bijih nikel yang akan dipasarkan. sesusai permintaan pasar, sehingga proses sampling ini menentukan kadar bijih nikel yang akan dipasarkan oleh pihak buyer untuk diolah dipabrik nikel lebih lanjut. Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yaitu dimana : 1. Observasi dan Dokumentasi Dengan terjun langsung kelapangan untuk mengetahui dan mengumpulkan data yang dimiliki oleh perusahaan. 2. Studi Literatur Yaitu berupa data perusahaan perpustakaan, media internet dan laporan penelitian. Kadar Rata – rata di front penambangan 1,83. 1,95. 1,67. 1,94. 1,73. 1,72. 1,86. 1,91. 1,79. 1,92. 1,86. 1,94. 1,85. 1,69. 1,96 Sedangakan Kadar Rata – rata di tongkang adalah 1,36. 1,58. 1,88. 1,54. 1,60. 1,77. 1,33. 1,30. 1,33. 1,79. 1,93. 1,51. 1,68. 2.19. 1,56. Berdasarkan perhitungan kadar rata–rata menggunakan Microsoft Exsel maka dapat diketahui selisi perbedaan kadar antara front penambangan dengan tongkang (barge) adalah sebagai berikut: Kadar rata – rata Front penambangan = 1.85 % (Memenuhi Cut Of Grade) Kadar rata – rata Tongkang (barge) = 1.62 % (Tidak memenuhi Cut Of Grade) Selisish perbedaan 1,85 – 1.62 = 0,23 %.
Initiation of Disaster Resilient Villages in Tubo Village, North Ternate District - Ternate City Arif, Abdul Kadir Dahlan; Djunaidi, Muhammad; Waliyanti, Ida Kurnia
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 7 No 1 (2025): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v7i1.2378

Abstract

The city of Ternate is a small city on a quaternary volcanic island with a strato volcano type that develops in the Halmahera island area as part of the Pacific circumference. The city of Ternate, as a small city that continues to develop, has complex problems related to limited building space and the potential threat of very diverse natural disasters. Tubo Village is one of the areas that is a potential threat point from the Gamalama volcanic eruption. The Tubo sub-district area is part of the succession of mature to old Gamalama volcanoes which have episodes of Gamalama volcanic eruptions, including direct eruption impacts in the form of laharic material, volcanic ash and lava flows. Tubo Village also has a history of the impact of volcanic eruptions in the form of laharic floods which have had an impact on physical victims and fatalities. Disaster Resilient Village is one of the best solutions that must be implemented with the aim of building the preparedness of Tubo residents to face volcanic eruption disasters. This initiation program is a collaboration with Pertamina FT Babullah and the Ternate City Government.
Identification of Groundwater Using Geoelectric Method in Tobololo Village, West Ternate District Ternate City, North Maluku Province Arif, Abdul Kadir Dahlan; Konoras, Wawan A.K; Fara, Letris; Djunaidi, Muhammad; Husni, Ibrahim
JURNAL BIOSAINSTEK Vol 6 No 2 (2024): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v6i2.2394

Abstract

Ternate City is the most densely populated area both demographically and building, this causes the need for clean water to increase, by looking at the geological structure of Ternate City which is most of the area is rock, of course it is an obstacle in itself in meeting the need for clean water The purpose of the activity is to obtain an overview of the availability and potential of groundwater that can be exploited in the study area, so that it can be used as an alternative to raw water supply planning. with indications that there is water at a depth of 160 to 190 meters, Based on the character pattern of the constituent rocks, there are sandstones, and tuff and subsurface contour patterns. Red, There are andesite rocks in the form of lava and brexi andesite. Dark Green – Light Green, There are clay rocks, this type of rock is included in impermeable rocks Orange Color: There are laharic brexi rocks, in this position it is very unlikely that water can be trapped, because laharic brexi is a lateral rock deposit, while clay is the opposite, which is characterized by impermeabl rocks, Blue Color, It is a puddle of surface water at a depth of 10 to 20 meters.
STUDY PENERAPAN K3 PADA OPERATOR ALAT BERAT ADT BELL 40D PADA TAMBANG BAWAH TANAH SITE KENCANA DI PT. NUSAHALMAHERA MINERALS KABUPATEN HALMAHERA UTARA: *Mahasiswa Prodi Teknik Pertambangan **Dosen Program Studi Teknik Pertambangan UMMU Ternate Djafar, Sahdia; Djunaidi, Muhammad; Salahu, Husen
DINTEK Vol. 9 No. 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.244 KB)

Abstract

PT. Nusa Halmahera Minerals merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di sektor pertambangan khususnya penambangan Emas. Dalam aktifitas penambanganya PT. Nusa Halmahera Minerals menggunakan peralatan mekanis sebagai alat penunjang dalam melakukan kegiatan produksi. Alat berat unakan untuk pengangkutan menggunakan alat tipe DT BELL 40D. Keselamatan dan kesehatan para tenaga kerja yang diharapkan mampu mencapai produktivitas yang tinggi maka perlu diupayakan perlindungan dengan antisipasi bahaya sedini mungkin. Secara geografis PT. Nusa Halmahera Minerals terletak antara 1° 4' 59"-1° 15' 6" BT dan 127° 38' 2" - 127° 49' 0" LU yaitu di Desa Tabobo Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara. Dalam proses kegiatan penambangan pada tambang bawah tanah (Underground Kencana) memiliki potensi kecelakaan yang berbahaya. Khususnya dalam mengoperasikan dumptruck tentu memiliki potensi kecelakaan. Potensi kecelakaan yang timbulkan antara lain Dari hasil penelitian pada tambang bawah tanah yaitu : Dump Truck terbentur ke dinding tambang, ban Dump Truck kempis akibat tertusuk Mesh, dump truck terbakar pada bawa bak, bak Dump Truck tersangkut di depan portal Underground
ANALISIS KESTABILAN LERENG PADA TAMBANG BATUBARA SEAM 13 UTARA DI PT. KITADIN TANDUNG MAYANG KALIMANTAN TIMUR: *Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta **Prodi Teknik Pertambangan UMMU Ternate Pranata *, Wiro Indra; Djunaidi **, Muhammad
DINTEK Vol. 9 No. 2 (2016): DINTEK Vol.09 No.02 SEPTEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.511 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa kestabilan lereng bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng, dengan geometri lereng yang telah terbentuk pada saat ini dan pengaruh tinggi muka air tanah. Analisis kestabilan lereng dilakukan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng pada daerah penelitian saat ini dan untuk pembanding bagi penerapan bentuk lereng berikutnya. Geometri lereng yang ada di lokasi ini, untuk lereng tunggal mempunyai ketinggian antara 6 – 21 meter dengan sudut kemiringan antara 24 20’ hingga 53 97’ dan untuk lereng total mempunyai ketinggian antara 15 – 65 meter dengan sudut kemiringan lereng antara 16 7’ sampai 37 54’. Dari hasil analisis diketahui bahwa kondisi lereng tunggal daerah penelitian pada tingkat kejenuhan air jenuh total, hampir seluruhnya tidak dalam keadaan mantap dengan angka faktor keamanan di bawah 1,0 kecuali lereng f1. Untuk kondisi lereng total yang relatif mantap adalah lereng FF’ pada kondisi jenuh total dengan faktor keamanan di atas 1,0. Perhitungan untuk kondisi kering lereng tunggal umumnya dalam keadaan mantap kecuali lereng tunggal A1, A4, C1 dan D1 dengan nilai faktor keamanan di bawah 1,0 dan untuk lereng total semuanya dalam kondisi mantap. Sifat dari kekerasan lapisan overburden yang beragam dan keterbatasan dari peralatan mekanik yang dipergunakan mengakibatkan bentuk geometri lereng tambang tidak teratur.
ANALISA UNIT PENGOLAHAN BATUAN ANDESIT DI PT. MOTUL KELURAHAN SULAMADAHA KECAMATAN TERNATE BARAT KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA: 1. Mahasiswa Program Study Teknik Pertambangan( UMMU) Ternate 2. Dosen Pragram Study Teknik Pertambangan (UMMU) Ternate Fahri, Rahman; Djunaidi, Muhammad
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.801 KB)

Abstract

ABSTRAK Dalam upaya peningkatan produksi pada proses pengolahan serta pemanfaatan batu Andesit maka perlu adanya perencanaan yang cukup matang dengan suatu pertimbangan yang ekonomis. Salah satu syarat sehingga usaha berjalan sesuai dengan yang direncanakan, maka dibutuhkan suatu unit pengolahan yang sinergi agar tercapai tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitin Untuk mengetahui produksi di unit pengolahan PT MOTUL Kelurahan Sulamadaha. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dimana suatu bentuk penelitian yang bertujuan mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Hasil Penelitian Adalah untuk ukuran luas hopper sebesar 5,904 m2 dengan kapasitas produksi dari crusher sebesar 4,554 T/jam (30,074 T/hari) yang terdiri dari produksi kerakal sebesar 1,188 T/jam (7,326 T/hari), Kerikil dengan produksi 1,386 T/jam (9,878 T/hari) dan Pasir dengan produksi 1,98 T/jam (12,87 T/hari). Untuk kapasitas screen sebesar 29,29 T/jam serta kapasitas belt conveyor sebesar 12,5 T/jam. kesimpulan Ada beberapa kendala yang dihadapi, yaitu: terdapatnya batu andesit yang berukuran ≥256 mm yang tidak bisa di lakukan peremukan oleh crusher dikarenakan ukuran tersebut lebih besar dari mouth crusher sebesar ≥3000 kg. Selain dari ukuran batu yang akan di lakukan peremukan, hambatan yang didapatkan dari waktu kerja dimana waktu memulai kerja saat selesai istirahat selama 30 menit, waktu perbaikan alat selama 60 menit dan waktu yang terbuang (pemanasan alat, pengisian bahan bakar dan keperluan lain dari operator) selama 30 menit.
UPAYA PENAGGULANGAN DAMPAK NEGATIF AKIBAT KEGIATAN PABRIK PEREMUK BATU GAMPING DI PT. SELO LINTANG JAYA YOGYAKARTA: Muhammad Djunaidi, Abd. Kadir D Arif Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Djunaidi, Muhammad; Arif, Abd Kadir D
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.614 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penulisan ini, yaitu seberapa besar dampak yang diakibatkan oleh kegiatan pabrik peremukan, baik dampak positif atau dampak negatif sehingga dapat dipakai sebagai pedoman untuk melakukan pencegahan terhadap dampak negatif yang mungkin akan terjadi dan juga melakukan upaya peningkatan dampak positif agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Kebisingan dengan kriteria sangat jelek (90 - 92 dB) terjadi diwilayah pabrik peremukan, padahal Nilai Ambang Batas (NAB) untuk wilayah pabrik sebesar 85 dB, Kebisingan dengan kriteria jelek (80 - 82 dB), sebagian besar (90 %) terjadi di wilayah tegalan tanpa penghuni (areal pabrik peremuk) sehingga dampak yang terjadi tidak begitu berpengaruh penting terhadap masyarakat, Kebisingan dengan kriteria sedang (60 - 69 dB), berada di wilayah bagian barat dan utara dari pabrik peremukan batugamping. Kebisingan dengan kriteria baik (50 - 59 dB), berada di wilayah bagian timur dari pabrik peremukan batugamping