Rudyanto, Ariska
Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELOKASI DAN KLASIFIKASI GEMPABUMI UNTUK DATABASE STRONG GROUND MOTION DI WILAYAH JAWA TIMUR Mahendra, Rian; Supriyanto, FNU; Rudyanto, Ariska
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 3 No 3 (2016): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan database strong ground motion merupakan bagian penting dalam perkiraan tingkat bencana seismik. Ground Motion Prediction (GMPE) membutuhkan database gempabumi yang akurat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Relokasi terhadap database gempabumi diharapkan mampu memberikan parameter lokasi dan magnitude gempa yang lebih baik. Metode Double Difference dipilih sebagai metode dalam relokasi lokasi episenter dan kedalaman. Parameter lain yang digunakan dalam database ground motion adalah tipe gempabumi, yaitu interface, intraslab, dan crustal. Klasifikasi tipe gempabumi dilakukan dengan melihat posisi hiposenter terhadap model slab subduksi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kejadian gempabumi dengan batasan wilayah 6° – 12° LS dan 106° – 118°BT dan M ≥ 5 pada periode 2009- 2015. Melalui relokasi dengan Double Difference diperoleh nilai Root Mean Square yang lebih kecil dibandingkan sebelum relokasi, sehingga parameter gempabumi yang diperoleh bisa dikatakan lebih baik. Klasifikasi tipe gempabumi dengan cara manual menunjukkan bahwa sebagian besar gempabumi di database merupakan gempabumi intraslab. Kata Kunci: Double Difference, Intraslab, Interface, Crustal
PENENTUAN KARAKTERISTIK RESONANSI BANGUNAN DI SEKOLAH TINGGI METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN Ifantyana, Indri; Rudyanto, Ariska
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang dapat digunakan untuk memperkirakan bahaya gempa bumi terhadap suatu bangunan adalah mengetahui nilai resonansi bangunan. Nilai resonansi bangunan dapat ditentukan dengan cara melakukan pengukuran mikrotremor untuk mendapatkan nilai frekuensi natural bangunan dan tanah di bawahnya yang kemudian dapat dihitung nilai resonansinya. Pengukuran mikrotremor telah dilakukan pada 4 bangunan di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG). Bangunan yang diteliti memiliki ketinggian yang bervariasi antara 2 hingga 3 lantai, yang terdiri dari bangunan B1, B2, B3, dan B4. Pengukuran dilakukan pada bagian struktur bangunan yang berbeda (struktur pojok dan tengah). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik resonansi antara bangunan dengan tanah di bawahnya. Peralatan yang digunakan adalah seperangkat seismometer Lennartz Mark 3D dengan durasi rekaman selama 1 jam. Metode HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) digunakan untuk mengolah dan menganalisis data mikrotremor pada tanah dan selanjutnya dilakukan analisis spektrum untuk mendapatkan karakteristik nilai frekuensi natural tiap komponen pada masing-masing bangunan. Secara umum, nilai resonansi paling tinggi diperoleh pada bangunan B2. Resonansi rendah hingga sedang terdapat pada bangunan B1. Sedangkan bangunan B3 dan B4 memiliki karakteristik yang hampir sama dengan nilai resonansi rendah dan tinggi.