Pratama, Lukman Nugraha
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

REINTERPRETASI PSIKOANALISA FANA’ IMAM AL-JUNAID DALAM MASYARAKAT URBAN Pratama, Lukman Nugraha
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 20 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/rsy.v20i2.3316

Abstract

Globalization creates harmony between material and spiritual aspects. This phenomenon results in a spiritual crisis which is characterized by a decline in religious values ​​and worship practices that lose their meaning. In this context, this research examines Imam Junaid's concept of fana' and its implementation in the living environment of urban society. By using library research methods and Sigmund Freud's psychoanalytic approach, this research shows that Imam Junaid's concept of fana' can be an effective spiritual solution to face the challenges of the digital era. Through psychoanalytic reinterpretation, this concept is relevant and applicable to pragmatic and rational modern society. It can be a concrete strategy such as controlling consumerism, building strong life principles, and achieving self-awareness amidst the hustle and bustle of urban areas. However, the main challenge lies in bridging the gap between classical spiritual concepts and contemporary reality, and ensuring that its spiritual essence is not reduced to a purely psychological phenomenon. The effectiveness of implementing this concept in overcoming concrete problems in urban communities still requires further evaluation and research
Proses Kognitif Manusia Prespektif Al Ghazali Dan Implikasinya Pada Pengendalian Perilaku Konsumenisme Di Era Digital Pratama, Lukman Nugraha
Journal of Sufism and Psychotherapy Vol 4 No 2 (2024): JOUSIP: Journal of Sufism and Psychotherapy, Vol. 4 No. 2, Nov 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jousip.v4i2.9121

Abstract

The digital era has transformed global consumer behavior, making people increasingly dependent on technology in making purchasing transactions. Along with the increasing ease of digital access, there has been a tendency for excessive consumerism among the community. This condition has created various serious problems, including personal financial crises, mental health disorders, and worrying environmental damage, so that cognitive and spiritual approaches are needed to control them. Based on these problems, this study aims to analyze human cognitive processes from Al-Ghazali’s perspective and explore its implications for controlling consumer behavior in the digital era. The methodology used is literature research with a qualitative approach, utilizing the book Kimiya’ As-Sa’adah by Imam Al-Ghazali as a primary source and various supporting literature as secondary sources, which are then analyzed using content analysis methods systematically and objectively to find the relevance of Al-Ghazali’s thoughts to the phenomenon of digital consumerism. The results of the study indicate that Al-Ghazali’s perspective on the human cognitive process views the human structure as consisting of qalb (heart), reason, lust, and anger that are mutually integrated, where the implementation of his cognitive development methods such as worship practices, spiritual learning, and contemplative observation can help consumers build resilience in facing consumer stimuli in the digital era. Based on these findings, this study recommends the need to integrate Al-Ghazali’s thoughts into the educational curriculum and the development of spiritual development programs and cognitive training to help consumers maintain self-control in facing the increasingly massive flow of digital consumerism.
Integrasi Ma'rifat Al-Nafs Al-Ghazali dan Psikologi Modern dalam Penanganan Psikosomatik: Pendekatan Neo-Sufisme Untuk Kesehatan Mental Kontemporer Pratama, Lukman Nugraha; Ghozi, Ghozi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i1.758

Abstract

Dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, termasuk konflik global, krisis ekonomi, dan kesehatan, yang berdampak signifikan pada stabilitas global dan kehidupan masyarakat. Situasi sulit ini telah menyebabkan peningkatan tingkat stres dan kecemasan, yang dapat memicu gangguan psikosomatis. Dalam menghadapi tantangan kesehatan mental ini, diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan aspek fisik dan spiritual, seperti konsep ma'rifat al-nafs dari Imam al-Ghazali. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan ma'rifat al-nafs secara komprehensif, memahaminya dalam perspektif neo-sufisme, menganalisisnya dari berbagai sudut pandang psikologi, dan mengeksplorasi implementasinya dalam penanganan psikosomatik. Menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis isi, studi ini mengkaji karya-karya al-Ghazali, terutama kitab Kimiya al-Sa'adah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ma'rifat al-nafs menekankan eksplorasi mendalam terhadap aspek rohani manusia, menjadi pintu gerbang menuju pengenalan akan Tuhan. Neo-sufisme mengkontekstualisasikan konsep ini dengan realitas modern, menekankan pentingnya pengenalan diri untuk pencapaian spiritual dan tanggung jawab sosial. Ma'rifat al-nafs dapat diimplementasikan dalam penanganan gangguan psikosomatik, mengintegrasikan aspek fisik, psikis, dan spiritual.
Pengaruh Internet Dalam Perkembangan Pekerja Seks Komersial PSK Studi Kasus Pada Masyarakat Ngawi Pratama, Lukman Nugraha
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 2 (2023): Desember (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i4.8016

Abstract

Pekerja seks komersial (PSK) telah menjadi masalah sosial yang meresahkan sejak bertahun-tahun. Dampaknya terasa dalam penurunan nilai-nilai moral dan agama, menciptakan ketegangan sosial, dan meningkatkan risiko penularan penyakit. Penyebab utama prostitusi adalah ketimpangan ekonomi, mendorong individu dengan ekonomi rendah untuk mencari cara memenuhi kebutuhan primer mereka. Pandemi COVID-19 dan konflik Rusia-Ukraina juga mempengaruhi perekonomian Indonesia, memicu terputusnya hubungan kerja (PHK), inflasi dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di era Revolusi 4.0 internet memberikan dampak negatif seperti melenturkan budaya, mengganggu kesehatan mental dan menciptakan jurang sosial yang dalam. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan teknik observasi partisipatif serta wawancara tidak terstruktur untuk mengumpulkan data di Kabupaten Ngawi. Teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow digunakan sebagai kerangka teori untuk memahami motivasi individu dalam situasi sulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internet melemahkan masalah prostitusi dengan memicu pencitraan sosial dan memperluas prostitusi bisnis melalui inovasi digital, seperti video call seks (VCS). Situasi ini menciptakan lingkungan yang tidak stabil dan meningkatkan risiko sosial di Kabupaten Ngawi, memperparah masalah kemiskinan dan isolasi sosial