Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Statistik Probabilitas Masa Dinas Kepala Sekolah Dan Guru Di Provinsi Lampung, Gorontalo, Bangka-Belitung, Dan Aceh Tahun 2023/2024 Ahmad Hafiz, Robben; Bintang Nanda Azmi, Abdi; Saputra, Leo; Addriano Purnomo, Havid
LOGIC : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Logic : Jurnal Ilmu Komputer dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masa dinas guru dan kepala sekolah di empat provinsi di Indonesia, yaitu Lampung, Gorontalo, Aceh, dan Bangka Belitung, dengan menggunakan metode statistik probabilitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Dinas Pendidikan dan lebih tepatnya saya menggunakan data Kemendikbud sebagai acuhan tahun dan angka masa dinas guru guru yang ada di empat provinsi tersebut pada tahun 2023. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik masa dinas guru dan kepala sekolah, serta analisis inferensial untuk menguji hipotesis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi masa dinas. Variabel yang dianalisis mencakup masa dinas dan rata rata masa dinas Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam masa dinas guru antar provinsi, dengan rata-rata masa dinas guru di Provinsi Lampung yang paling tinggi, diikuti oleh Aceh, Gorontalo, dan Bangka Belitung. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa faktor pendidikan dan usia berpengaruh besar terhadap lama masa dinas, di mana guru dan kepala sekolah dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung memiliki masa dinas yang lebih lama. Selain itu, guru yang bertugas di daerah perkotaan memiliki masa dinas yang lebih pendek dibandingkan dengan yang bertugas di daerah pedesaan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan di daerah 4 daerah tersebut, serta memberikan rekomendasi untuk program pengembangan profesional bagi guru dan kepala sekolah. Penelitian ini juga menyarankan perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru, dan kepala sekolah terutama di daerah dengan masa dinas yang lebih pendek.
Pengembangan Personal Branding Berbasis Website untuk Meningkatkan Identitas Profesional Siswa SMK AL-HASRA Muthahhary, Iqbal; Siswopranoto, Agung; Ridho Martani, Brian; Aditia Saputra, Dimas; Zhuliani, Lintan; Fahri Assidqi, Muhammad; Teva Syawal, Muhammad; Al’Abidin, Narendra; Marsela, Refliani; Adi Saputra, Yogi; Ahmad Hafiz, Robben
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 : Desember (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology requires vocational high school (SMK) students to have a professional identity that can be displayed online as part of their readiness to enter the workforce. However, many SMK students still do not understand the concept of personal branding and do not have a representative digital portfolio. This article aims to analyze the effectiveness of Community Service (PkM) activities in the form of website-based personal branding development training in improving the digital literacy and professional identity of Al-Hasra SMK students. The methods used were socialization, training, and direct mentoring, with data collection techniques through observation, pre-test and post-test questionnaires, and activity documentation. The results of the activity showed a significant increase in students' understanding of personal branding and their ability to present their potential, skills, and experience professionally through websites. It was concluded that website-based personal branding training is effective as a strategy to strengthen the digital identity and work readiness of vocational school students. These findings have implications for the development of an applicable digital literacy training model for vocational education.