Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH DASAR DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONISME Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari; ESTI SETIAWATI, ESTI SETIAWATI
Jurnal Sosialita Vol. 14 No. 2 (2020): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengaruh pemikiran filsafat rekonstruksionisme terhadap pengembangan kurikulum pendidikan IPS di sekolah dasar mengasumsikan manusia sebagai makhluk sosial mempunyai orientasi ke masa lalu dan sekarang dengan tujuan pendidikan terhadap pembentukkan masyarakat yang lebih baik dengan kurikulum sebagai rekonstruksi sosial mengutamakan kepentingan sosial di atas kepentingan individu tujuannya tanggung jawab tentang masa depan masyarakat. Dan Pengaruh filsafat rekonstruksionisme terhadap pendidikan IPS di sekolah dasar yaitu dengan adanya perubahan rancangan kurikulum, metode, media, azas belajar, budaya dan sumber belajar ke arah yang lebih progresif yang dianggap mampu menjawab tantangan zaman, dan pendidikan harus memadukan antara daya nalar, pikir, akal dan rasio dengan hati yang menjadi patokan dan ukuran tingkah laku manusia dengan iman dan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aliran rekonstruksionisme dianggap cocok untuk dunia pendidikan yang lebih baik karena aliran ini bepikir bagaimana kita mampu menciptakan Sumber Daya Manusia yang sanggup bersaing di era modernisasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang pengetahuan tetapi memiliki keterampilan dan sikap yang baik. Selain itu aliran ini menekankan bahwa peserta didik sebagai sasaran utama dalam pendidikan. Peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya dan pemikirannya dalam pemecahan suatu masalah. Jadi peran guru disini hanya sebagai fasilitator bukan yang banyak memberiakan pemecahan solusi suatu masalah. Maka melalui lembaga dan proses pendidikan rekonstruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. Tanpa menghilangkan esensi budaya yang terdahulu.Kata Kunci: ilmu pengetahuan social, sekolah dasar , rekonstruksionismeThe influence of the philosophy of reconstructionism on the development of the social science education curriculum in elementary schools assumes that humans as social beings have an orientation to the past and present with the aim of education towards the formation of a better society with the curriculum as social reconstruction prioritizing social interests over individual interests. front of the community. And the influence of reconstructionism philosophy on social studies education in elementary schools, namely by changing the curriculum design, methods, media, principles of learning, culture and learning resources towards a more progressive direction which is considered capable of responding to the challenges of the times, and education must combine reasoning, thinking, reason and ratio with the heart which is the benchmark and measure of human behavior with faith and devotion to God Almighty. The flow of reconstructionism is considered suitable for a better world of education because this flow thinks how we can create competitive human resources in the modernization era who are not only intelligent in the field of knowledge but have good skills and attitudes. In addition, this flow emphasizes that students are the main target in education. Students are required to be more C. Lenny Susilawati S adalah guru SD 1 Patalan Bantul.Jurnal Sosialita, Vol. 14, No.2, November 2020 Lenny Susilawati, Pembelajaran Ilmu…210active in expressing their opinions and thoughts in solving a problem. So the role of the teacher here is only as a facilitator, not one who provides solutions to a problem. So through the educational institutions and processes of reconstructionism it wants to overhaul the old structure and build a new order of cultural life. Without eliminating the essence of the former culture.Keywords: social sciences , elementary school, reconstructionism
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komsek
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 12 No. 2 (2019): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKPenelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SDN Candisari KecamatanBanyuurip kabupaten Purworejo. Jenis tindakan dalam penelitian ini adalahberupa tindakan nyata yaitu membimbing guru dalam melaksanakankegiatan pembelajaran melalui supervisi Akademik. Penelitian dilakukanpada semester I, tepatnya pada bulan Juli-Nopember 2018. Subjekpenelitian tindakan sekolah ini adalah guru kelas di SDN Candisari yangberjumlah 6 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebutdapat disimpulkan bahwa kompetensi guru meningkat dalam menyusunrencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasibelajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa. Untukitu, peneliti menyarankan agar supervisi edukatif kolaboratif dapatdilaksanakan di sekolah-sekolah secara periodik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kompetensi guru meningkat setelah dilakukantindakan yang berupa supervisi edukatif kolaboratif secara periodik darisiklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalammenyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilaiprestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajarsiswa. Berdasarkan hasil supervisi edukatif siklus I dan siklus IIkompetensi guru meningkat, yaitu siklus I kompetensi guru dalammenyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 71,88% sedangkansiklus II 100%. Kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran siklusI mencapai 72,18% sedangkan siklus II mencapai 93,90%. Kompetensiguru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 81,11% sedangkansiklus II 85,11%. Kompetensi guru dalam melaksanakan tindak lanjutpenilaian prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 59,80% sedangkansiklus II 79,60 %. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudahmencapai 89,65%. Di mana rata rata pada siklus I mencapai 71,24%. Jadikenaikan antara rata-rata siklus I dan siklus II adalah mencapai rata rata18,41%.Kata kunci: kompetensi guru, supervisi edukatif, kolaboratifThis Classroom Action Research took place in State Elementary School(SDN) Candisari Bayuurip District, Purworejo Regency. The type of actionin this research is real action i.e. guiding teachers in teaching sessionsthrough academic supervision. This research took place during semester I,between July-November 2018. Research subjects are teachers at SDNCandisari as many 6 people. According to he result from the research it canbe concluded that teachers’ competence improved in formatting studyplans, providing teaching sessions, evaluating students’ achievement, and Endang Titik Lestari adalah Kepala SD Negeri Candisari Kecamatan Banyuurip KabupatenPurworejo.Jurnal Sosialita, Vol. 12, No.2, November 2019 Endang Titik, Peningkatan Kompetensi…326giving follow up to the result. Therefore, the researcher advises to holdeducational-collaborative supervision periodically at schools. The resultfrom the research indicates that teachers’ competence rose after receivingthe provision of educational-collaborative supervision periodically romcycle I until cycle II. The improvement included rise in ability to formatstudy plans, providing teaching sessions, evaluating students’ academicachievement and giving follow up to the result. Based on he result fromeducational-collaborative supervision in cycle I and cycle II, teachers’competence improved i.e. in cycle I reached 71,88% and culminated incycle II to 100%. Teachers’ competence in providing teaching session incycle I reached 72,18% and rose to 93,90% in cycle II. Teachers’competence in evaluating students’ academic achievement in cycle Ireached 81,11% and rose to 85,11% in cycle II. Teachers competence ingiving follow up to students’ academic achievement in cycle I reached59,80% and rose to79,60 % in cycle II. Therefore action in cycle IIaveraged 89,65% compared to 71,24% in cycle I. The conclusion isbetween cycles I and II there was 18,41% averaged improvement.Keywords: teachers’ competence, educational supervision collaborative
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN DENGAN MODEL SUPERVISI KLINIS Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri 2 Borokulon. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti, kepala sekolah lain dan pengawas. Penelitian ini meneliti tentang kompetensi guru dalam menyusun RPP. Subjek penelitian adalah guru-guru di SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo yang berjumlah 8 orang, terdiri dari 2 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Tindakan ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu Planning (Perencanaan), Acting (Pelaksanaan), Observasi (Pengamatan), dan Reflecting (Refleksi). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, dan telaah RPP. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora Kecamatan Banyuurip semester I tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata telaah RPP pada pra siklus 74,80, meningkat pada siklus I nilai rata-rata kompetensi guru berdasakan telaah RPP yang disusunnya menjadi 87,29, dan pada siklus II nilai rata-rata kompetensi hasil telaah RPP meningkat menjadi 93,65.Kata Kunci: Kompetensi Guru, RPPThe purpose of this research is to improve teacher competence in preparing RPP in SD Negeri 2 Borokulon. The research conducted is a school action research conducted collaboratively between researchers, other principals and supervisors. This study examines the competence of teachers in preparing RPP. Research subjects were teachers in SD Negeri 2 Borokulon UPT DikbudporaBanyuurip District Purworejo District, which amounted to 8 people, consisting of 2 men and 6 women. This action is carried out two cycles, each cycle consists of 4 stages of Planning (Planning), Acting (Implementation), Observation (Observation), and Reflecting (Reflection). The research instrument used to collect data in the form of observation sheet, and RPP study. Data analysis techniques used are averages and percentages. The results showed that the competence of teachers in preparing the RPP in SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora District Banyuurip semester 1 of the 2015/2016 lesson year. This is indicated by the Endang Titik Lestari adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Borokulon.Jurnal Sosialita, Vol. 9, No.1, Maret 2017 Endang, Peningkatan Kompetensi…176increase of average value of RPP study in pre cycle 74,80, increase in cycle I the average value of teacher competence based on RPP study compiled into 87.29, and in cycle II the average value of competency of the results of RPP increased to 93.65.Keywords: teacher competence, RPP
MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI BIMLAT MENTEL MENUJU SEKOLAH UNGGUL Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 17 No. 1 (2022): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari selamamasa pandemi covid 19, penulis menemukan sedikit permasalahan yangperlu untuk segera diatasi, diantaranya keterampilan guru dalampembelajaran daring masih rendah karena memang hal yang baru bagimereka sebagai akibat dari pandemi covid-19. Begitu pula semangat belajaruntuk meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah. Penulisselaku kepala sekolah SDN Candisari berusaha mencari solusi yang tepatuntuk mengatasi permasalahan tersebut. Penulis mencari berbagaipendekatan yang cocok, dan akhirnya memilih sebuah pendekatan yangdiberi nama Bimlat Mentel. Bimlat Mentel merupakan akronim dariBimbingan dan Latihan, Mentoring dan Teladan. Sebagai seorang KepalaSekolah tidak bosan bosannya memberi bimbingan dan latihan sertamelaksanakan mentoring dan juga berusaha sebagai teladan bagi gurugurunya.Hal ini dilakukan agar keterampilan guru dalam mengajar daringdapat tercapai sesuai harapan. Tak ketinggalan juga selalu memberisemangat terhadap guru-gurunya untuk tetap meningkatkankeprofesionalannya. Walaupun kita tahu bahwa pada saat ini masih dalammasa pandemi covid-19.Tapi kita tetap semangat untuk mencerdaskan anakbangsa untuk belajar dengan melakasanakan pembelajaran daring menujusekolah unggul. Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasionalyang dilaksanakan penulis dengan melaksanakan pendekatan Bimlatmentel, terbukti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam mengajardaring dan semangat guru dalam meningkatkan keprofesionalannya.Sehingga kualitas pendidikan di SDN Candisari semakin meningkat baik dibidang akademik maupun non akademik menuju sekolah unggul di masapandemi covid-19.Kata Kunci: Bimlat, mentel, pembelajaran daring, sekolah unggulIn carrying out the duties as the school headmaster of SDN Candisari(State Elementary School) during Covid 19 pandemic time, the writeridentified a problem need immediate response, among others related tolower teacher’s skill in online learning since it is a new thing for them inthis Covid 19 pandemic time. Moreover, it is also related to the lowerlearning motivation to improve their professional skill. As a headmaster,the writer struggle to find accurate solutions for this problem. Variousappropriate approaches are looked for, and finally an approach wasselected and Bimlat Mentel. Bimlat Mentel is an acronym for Bimbingandan Latihan (Supervision and Training), Mentoring dan Teladan(Mentoring and Coaching). As a school headmaster, she is untired toprovide her teachers with supervision and training, also mentoring andcoaching. This is conducted to make them have better online teaching skill Endang Titik Lestari adalah kepala sekolah SDN Candisari.Jurnal Sosialita, Vol. 17, No.1, Maret 2022 Endang Titik L, Meningkatkan Keterampilan…142can be achieved as expected. Furthermore, they are also encouraged withhigh motivation to consistently improve their professionalism from time totime. Even we are still in the Covid-19 pandemic time, we have still strongenthusiasm to provide our children with online learning-based educationtoward excellent school. In its implementation, all operational measuresare conducted by using Bimlat mentel approach; and it is has been provedto improve teachers’ online teaching skill and enthusiasm in upgradingtheir professionalism. As a result, a better academic and non-academiceducation quality at SDN Candisari towards excellent school is achievedduring this covid-19 pandemic time.Keywords: Bimlat (training and supervision), mentel (mentoring andcoaching), online learning, excellent school
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH DASAR DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONISME Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari; ESTI SETIAWATI, ESTI SETIAWATI
Jurnal Sosialita Vol. 14 No. 2 (2020): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengaruh pemikiran filsafat rekonstruksionisme terhadap pengembangan kurikulum pendidikan IPS di sekolah dasar mengasumsikan manusia sebagai makhluk sosial mempunyai orientasi ke masa lalu dan sekarang dengan tujuan pendidikan terhadap pembentukkan masyarakat yang lebih baik dengan kurikulum sebagai rekonstruksi sosial mengutamakan kepentingan sosial di atas kepentingan individu tujuannya tanggung jawab tentang masa depan masyarakat. Dan Pengaruh filsafat rekonstruksionisme terhadap pendidikan IPS di sekolah dasar yaitu dengan adanya perubahan rancangan kurikulum, metode, media, azas belajar, budaya dan sumber belajar ke arah yang lebih progresif yang dianggap mampu menjawab tantangan zaman, dan pendidikan harus memadukan antara daya nalar, pikir, akal dan rasio dengan hati yang menjadi patokan dan ukuran tingkah laku manusia dengan iman dan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aliran rekonstruksionisme dianggap cocok untuk dunia pendidikan yang lebih baik karena aliran ini bepikir bagaimana kita mampu menciptakan Sumber Daya Manusia yang sanggup bersaing di era modernisasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang pengetahuan tetapi memiliki keterampilan dan sikap yang baik. Selain itu aliran ini menekankan bahwa peserta didik sebagai sasaran utama dalam pendidikan. Peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya dan pemikirannya dalam pemecahan suatu masalah. Jadi peran guru disini hanya sebagai fasilitator bukan yang banyak memberiakan pemecahan solusi suatu masalah. Maka melalui lembaga dan proses pendidikan rekonstruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. Tanpa menghilangkan esensi budaya yang terdahulu.Kata Kunci: ilmu pengetahuan social, sekolah dasar , rekonstruksionismeThe influence of the philosophy of reconstructionism on the development of the social science education curriculum in elementary schools assumes that humans as social beings have an orientation to the past and present with the aim of education towards the formation of a better society with the curriculum as social reconstruction prioritizing social interests over individual interests. front of the community. And the influence of reconstructionism philosophy on social studies education in elementary schools, namely by changing the curriculum design, methods, media, principles of learning, culture and learning resources towards a more progressive direction which is considered capable of responding to the challenges of the times, and education must combine reasoning, thinking, reason and ratio with the heart which is the benchmark and measure of human behavior with faith and devotion to God Almighty. The flow of reconstructionism is considered suitable for a better world of education because this flow thinks how we can create competitive human resources in the modernization era who are not only intelligent in the field of knowledge but have good skills and attitudes. In addition, this flow emphasizes that students are the main target in education. Students are required to be more C. Lenny Susilawati S adalah guru SD 1 Patalan Bantul.Jurnal Sosialita, Vol. 14, No.2, November 2020 Lenny Susilawati, Pembelajaran Ilmu…210active in expressing their opinions and thoughts in solving a problem. So the role of the teacher here is only as a facilitator, not one who provides solutions to a problem. So through the educational institutions and processes of reconstructionism it wants to overhaul the old structure and build a new order of cultural life. Without eliminating the essence of the former culture.Keywords: social sciences , elementary school, reconstructionism
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komsek
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 12 No. 2 (2019): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKPenelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SDN Candisari KecamatanBanyuurip kabupaten Purworejo. Jenis tindakan dalam penelitian ini adalahberupa tindakan nyata yaitu membimbing guru dalam melaksanakankegiatan pembelajaran melalui supervisi Akademik. Penelitian dilakukanpada semester I, tepatnya pada bulan Juli-Nopember 2018. Subjekpenelitian tindakan sekolah ini adalah guru kelas di SDN Candisari yangberjumlah 6 orang guru. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebutdapat disimpulkan bahwa kompetensi guru meningkat dalam menyusunrencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasibelajar, melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa. Untukitu, peneliti menyarankan agar supervisi edukatif kolaboratif dapatdilaksanakan di sekolah-sekolah secara periodik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kompetensi guru meningkat setelah dilakukantindakan yang berupa supervisi edukatif kolaboratif secara periodik darisiklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut meliputi peningkatan dalammenyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilaiprestasi belajar, dan melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajarsiswa. Berdasarkan hasil supervisi edukatif siklus I dan siklus IIkompetensi guru meningkat, yaitu siklus I kompetensi guru dalammenyusun rencana pembelajaran siklus I mencapai 71,88% sedangkansiklus II 100%. Kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran siklusI mencapai 72,18% sedangkan siklus II mencapai 93,90%. Kompetensiguru dalam menilai prestasi belajar siklus I mencapai 81,11% sedangkansiklus II 85,11%. Kompetensi guru dalam melaksanakan tindak lanjutpenilaian prestasi belajar siswa pada siklus I mencapai 59,80% sedangkansiklus II 79,60 %. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudahmencapai 89,65%. Di mana rata rata pada siklus I mencapai 71,24%. Jadikenaikan antara rata-rata siklus I dan siklus II adalah mencapai rata rata18,41%.Kata kunci: kompetensi guru, supervisi edukatif, kolaboratifThis Classroom Action Research took place in State Elementary School(SDN) Candisari Bayuurip District, Purworejo Regency. The type of actionin this research is real action i.e. guiding teachers in teaching sessionsthrough academic supervision. This research took place during semester I,between July-November 2018. Research subjects are teachers at SDNCandisari as many 6 people. According to he result from the research it canbe concluded that teachers’ competence improved in formatting studyplans, providing teaching sessions, evaluating students’ achievement, and Endang Titik Lestari adalah Kepala SD Negeri Candisari Kecamatan Banyuurip KabupatenPurworejo.Jurnal Sosialita, Vol. 12, No.2, November 2019 Endang Titik, Peningkatan Kompetensi…326giving follow up to the result. Therefore, the researcher advises to holdeducational-collaborative supervision periodically at schools. The resultfrom the research indicates that teachers’ competence rose after receivingthe provision of educational-collaborative supervision periodically romcycle I until cycle II. The improvement included rise in ability to formatstudy plans, providing teaching sessions, evaluating students’ academicachievement and giving follow up to the result. Based on he result fromeducational-collaborative supervision in cycle I and cycle II, teachers’competence improved i.e. in cycle I reached 71,88% and culminated incycle II to 100%. Teachers’ competence in providing teaching session incycle I reached 72,18% and rose to 93,90% in cycle II. Teachers’competence in evaluating students’ academic achievement in cycle Ireached 81,11% and rose to 85,11% in cycle II. Teachers competence ingiving follow up to students’ academic achievement in cycle I reached59,80% and rose to79,60 % in cycle II. Therefore action in cycle IIaveraged 89,65% compared to 71,24% in cycle I. The conclusion isbetween cycles I and II there was 18,41% averaged improvement.Keywords: teachers’ competence, educational supervision collaborative
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK BERKELANJUTAN DENGAN MODEL SUPERVISI KLINIS Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 9 No. 1 (2017): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri 2 Borokulon. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti, kepala sekolah lain dan pengawas. Penelitian ini meneliti tentang kompetensi guru dalam menyusun RPP. Subjek penelitian adalah guru-guru di SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo yang berjumlah 8 orang, terdiri dari 2 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Tindakan ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu Planning (Perencanaan), Acting (Pelaksanaan), Observasi (Pengamatan), dan Reflecting (Refleksi). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, dan telaah RPP. Teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam menyusun RPP di SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora Kecamatan Banyuurip semester I tahun pelajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata telaah RPP pada pra siklus 74,80, meningkat pada siklus I nilai rata-rata kompetensi guru berdasakan telaah RPP yang disusunnya menjadi 87,29, dan pada siklus II nilai rata-rata kompetensi hasil telaah RPP meningkat menjadi 93,65.Kata Kunci: Kompetensi Guru, RPPThe purpose of this research is to improve teacher competence in preparing RPP in SD Negeri 2 Borokulon. The research conducted is a school action research conducted collaboratively between researchers, other principals and supervisors. This study examines the competence of teachers in preparing RPP. Research subjects were teachers in SD Negeri 2 Borokulon UPT DikbudporaBanyuurip District Purworejo District, which amounted to 8 people, consisting of 2 men and 6 women. This action is carried out two cycles, each cycle consists of 4 stages of Planning (Planning), Acting (Implementation), Observation (Observation), and Reflecting (Reflection). The research instrument used to collect data in the form of observation sheet, and RPP study. Data analysis techniques used are averages and percentages. The results showed that the competence of teachers in preparing the RPP in SD Negeri 2 Borokulon UPT Dikbudpora District Banyuurip semester 1 of the 2015/2016 lesson year. This is indicated by the Endang Titik Lestari adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Kepala Sekolah SD Negeri 2 Borokulon.Jurnal Sosialita, Vol. 9, No.1, Maret 2017 Endang, Peningkatan Kompetensi…176increase of average value of RPP study in pre cycle 74,80, increase in cycle I the average value of teacher competence based on RPP study compiled into 87.29, and in cycle II the average value of competency of the results of RPP increased to 93.65.Keywords: teacher competence, RPP
MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI BIMLAT MENTEL MENUJU SEKOLAH UNGGUL Endang Titik Lestari, Endang Titik Lestari
Jurnal Sosialita Vol. 17 No. 1 (2022): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari selamamasa pandemi covid 19, penulis menemukan sedikit permasalahan yangperlu untuk segera diatasi, diantaranya keterampilan guru dalampembelajaran daring masih rendah karena memang hal yang baru bagimereka sebagai akibat dari pandemi covid-19. Begitu pula semangat belajaruntuk meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah. Penulisselaku kepala sekolah SDN Candisari berusaha mencari solusi yang tepatuntuk mengatasi permasalahan tersebut. Penulis mencari berbagaipendekatan yang cocok, dan akhirnya memilih sebuah pendekatan yangdiberi nama Bimlat Mentel. Bimlat Mentel merupakan akronim dariBimbingan dan Latihan, Mentoring dan Teladan. Sebagai seorang KepalaSekolah tidak bosan bosannya memberi bimbingan dan latihan sertamelaksanakan mentoring dan juga berusaha sebagai teladan bagi gurugurunya.Hal ini dilakukan agar keterampilan guru dalam mengajar daringdapat tercapai sesuai harapan. Tak ketinggalan juga selalu memberisemangat terhadap guru-gurunya untuk tetap meningkatkankeprofesionalannya. Walaupun kita tahu bahwa pada saat ini masih dalammasa pandemi covid-19.Tapi kita tetap semangat untuk mencerdaskan anakbangsa untuk belajar dengan melakasanakan pembelajaran daring menujusekolah unggul. Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasionalyang dilaksanakan penulis dengan melaksanakan pendekatan Bimlatmentel, terbukti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam mengajardaring dan semangat guru dalam meningkatkan keprofesionalannya.Sehingga kualitas pendidikan di SDN Candisari semakin meningkat baik dibidang akademik maupun non akademik menuju sekolah unggul di masapandemi covid-19.Kata Kunci: Bimlat, mentel, pembelajaran daring, sekolah unggulIn carrying out the duties as the school headmaster of SDN Candisari(State Elementary School) during Covid 19 pandemic time, the writeridentified a problem need immediate response, among others related tolower teacher’s skill in online learning since it is a new thing for them inthis Covid 19 pandemic time. Moreover, it is also related to the lowerlearning motivation to improve their professional skill. As a headmaster,the writer struggle to find accurate solutions for this problem. Variousappropriate approaches are looked for, and finally an approach wasselected and Bimlat Mentel. Bimlat Mentel is an acronym for Bimbingandan Latihan (Supervision and Training), Mentoring dan Teladan(Mentoring and Coaching). As a school headmaster, she is untired toprovide her teachers with supervision and training, also mentoring andcoaching. This is conducted to make them have better online teaching skill Endang Titik Lestari adalah kepala sekolah SDN Candisari.Jurnal Sosialita, Vol. 17, No.1, Maret 2022 Endang Titik L, Meningkatkan Keterampilan…142can be achieved as expected. Furthermore, they are also encouraged withhigh motivation to consistently improve their professionalism from time totime. Even we are still in the Covid-19 pandemic time, we have still strongenthusiasm to provide our children with online learning-based educationtoward excellent school. In its implementation, all operational measuresare conducted by using Bimlat mentel approach; and it is has been provedto improve teachers’ online teaching skill and enthusiasm in upgradingtheir professionalism. As a result, a better academic and non-academiceducation quality at SDN Candisari towards excellent school is achievedduring this covid-19 pandemic time.Keywords: Bimlat (training and supervision), mentel (mentoring andcoaching), online learning, excellent school