The purpose of this study is to find a contextual method that can be used in preaching the gospel in the digital era, considering that the existence of information technology has influenced changes in the lives of Indonesian people in communication, business, economy and also in terms of evangelism services. Information and communication technology can be used by Christians to teach the Bible and preach the gospel. Digital culture has entered everyday life, and social media, websites, applications, podcasts, and streaming technology are becoming increasingly important in the spread of religious teachings. Time passes and methods change. The individual characteristics of digital culture pose more and more challenges. Affection decreases and narcissism increases. Therefore, a new approach is needed in communication and interaction. The main mission of the church, evangelism, is also influenced by digital culture. Using descriptive qualitative methods, this study found that digital media allows the spread of the gospel to be delivered quickly and widely through websites, social media, and mobile applications in the form of general or personal messages.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan metode kontekstual yang dapat digunakan dalam pemberitaan Injil di era digital, mengingat keberadaan teknologi informasi telah mempengaruhi perubahan kehidupan masyarakat Indonesia dalam komunikasi, bisnis, ekonomi dan juga dalam hal pelayanan penginjilan. Teknologi informasi dan komunikasi dapat digunakan oleh umat Kristiani untuk mengajarkan Alkitab dan memberitakan Injil. Budaya digital telah memasuki kehidupan sehari-hari, dan media sosial, situs web, aplikasi, podcast, dan teknologi streaming menjadi semakin penting dalam penyebaran ajaran agama. Waktu berlalu dan metode berubah. Karakteristik individu dari budaya digital menimbulkan semakin banyak tantangan. Kasih sayang berkurang dan narsisme meningkat. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru dalam komunikasi dan interaksi. Misi utama gereja, penginjilan, juga dipengaruhi oleh budaya digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa media digital memungkinkan penyebaran Injil disampaikan dengan cepat dan luas melalui situs web, media sosial, dan aplikasi seluler yang berupa pesan umum maupun pribadi.