Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BIRTH BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BIRTH BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Karsi, Ni Made; Tirtawati, Gusti Ayu; Senjaya, Asep Arifin Senjaya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 02 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2781

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses yang alamiah. Secara fisiologis pada ibu bersalin terjadi kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks. Setiap individu mengalami nyeri yang berbeda-beda. Banyak metode yang dilakukan untuk mengurangi nyeri pada persalinan, salah satunya dengan menggunakan metode birth ball. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode birth ball yang merupakan salah satu metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif di RSU Bali Royal pada tahun 2024. Untuk membandingkan intensitas nyeri persalinan sebelum dan setelah diberikan metode birth ball. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pre-ekperimental pretest-posttest one group design. Pengambilan sampel menggunakan tehnik consecutive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Terdapat 82,5% ibu bersalin dengan intesitas nyeri berat dan 17,5% Ibu bersalin dengan intesnsitas nyeri sedang sebelum mendapatkan metode birth ball. Setelah mendapatkan metode birth ball, terdapat 32,5% ibu bersalin dengan intesitas nyeri ringan dan 67,5% ibu bersalin dengan intesnsitas nyeri sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan p value = 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan tingkat nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Pada Ibu Hamil di RSU Bali Royal sebelum dan setelah mendapatkan metode birth ball. Diharapkan tenaga kesehatan lebih sering mensosialisasikan dan menerapkan metode birth ball kepada ibu bersalin untuk mengurangi nyeri persalinan dan stress.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BIRTH BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE BIRTH BALL TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Karsi, Ni Made; Tirtawati, Gusti Ayu; Senjaya, Asep Arifin Senjaya
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2024): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v12i02.2781

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses yang alamiah. Secara fisiologis pada ibu bersalin terjadi kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks. Setiap individu mengalami nyeri yang berbeda-beda. Banyak metode yang dilakukan untuk mengurangi nyeri pada persalinan, salah satunya dengan menggunakan metode birth ball. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode birth ball yang merupakan salah satu metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif di RSU Bali Royal pada tahun 2024. Untuk membandingkan intensitas nyeri persalinan sebelum dan setelah diberikan metode birth ball. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian pre-ekperimental pretest-posttest one group design. Pengambilan sampel menggunakan tehnik consecutive sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Terdapat 82,5% ibu bersalin dengan intesitas nyeri berat dan 17,5% Ibu bersalin dengan intesnsitas nyeri sedang sebelum mendapatkan metode birth ball. Setelah mendapatkan metode birth ball, terdapat 32,5% ibu bersalin dengan intesitas nyeri ringan dan 67,5% ibu bersalin dengan intesnsitas nyeri sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan p value = 0,00 < 0,05 yang berarti ada perbedaan tingkat nyeri pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Pada Ibu Hamil di RSU Bali Royal sebelum dan setelah mendapatkan metode birth ball. Diharapkan tenaga kesehatan lebih sering mensosialisasikan dan menerapkan metode birth ball kepada ibu bersalin untuk mengurangi nyeri persalinan dan stress.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN STATUS GIZI BALITA TAHUN 2025 Rahmawati , Made Yanti; Senjaya, Asep Arifin Senjaya; Armini, Ni Wayan
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2.3938

Abstract

Status gizi merupakan indikator yang mencerminkan keseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan tubuh dalam bentuk variabel tertentu. Balita menjadi kelompok usia yang rentan mengalami masalah pemenuhan gizi. Asupan nutrisi balita dipengaruhi oleh beberapa indikator seperti pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga. Pengatahuan ibu mengenai gizi diasumsikan dapat berpengaruh pada sikap ibu dalam pemenuhi asupan nutrisi. Pendapatan keluarga diasumsikan dapat mempengaruhi daya beli makanan yang dikosumsi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai gizi balita dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Buleleng II. Penelitian menggunakan kuantitatif dengan deskriptif kolerasi dengan pendekatan csross-sectional, dengan melibatkan 38 reposnden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstuktur untuk menilai tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi balita, pendapatan keluarga dan status gizi balita. Hasil analisis menunjukan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai status gizi balita, sebagian besar memiliki pendapatan dalam katagori tinggi dan status gizi balita sebagian besar dalam katagori normal. Hasil uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 untuk hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita dan nilai p = 0,000 untuk hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi. Simpulan penelitian ada hubungan antara pengetahuan ibu mengenai status gizi balita dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Saran adanya penelitian terkait indikator lain yang dapat menjadi faktor penentu status gizi balita.