Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter siswa, sehingga pembentukan disiplin digital menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan. Dalam konteks pendidikan Islam, disiplin digital tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan penggunaan teknologi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan orang tua dalam membentuk disiplin digital siswa berdasarkan nilai-nilai pendidikan Islam di SMP Ahmad Yani Baureno. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PAI, orang tua, dan siswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan disiplin digital siswa dapat berjalan efektif melalui sinergi yang harmonis antara guru PAI dan orang tua. Guru PAI berperan dalam menanamkan nilai amanah, tanggung jawab, kejujuran, dan pengendalian diri melalui pembelajaran kontekstual dan keteladanan, sedangkan orang tua berperan sebagai pendamping, pengawas, dan teladan dalam penggunaan teknologi di lingkungan keluarga. Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam yang dilakukan secara konsisten di sekolah dan di rumah mampu membentuk karakter digital siswa yang bertanggung jawab, beretika, dan berakhlak mulia.