Nasution, Mustafa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengertian, Dampak, dan Solusi Bagi Pelaku LGBT Nasution, Mustafa; Darania Anisa
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.524

Abstract

LGBT stands for lesbian, gay, bisexual and transgender. They are a collection of sexual deviant behaviors and gender identities that are seen as contrary to nature and reject the provisions of God Almighty. At first, sexual orientation and gender identity were often considered taboo and recognized as a form of deviation. However, human rights movements, activism, and increased public awareness have driven greater acceptance. Since the 1960s, resistance to stigma and discrimination has begun to emerge, especially with events such as the Stonewall Rebellion in New York in 1969, which is often considered a turning point for the LGBT movement. Since then, various countries have passed laws supporting LGBT rights, including same-sex marriage and protections against discrimination. So, many people have supported and accepted this behavior. It needs to be reviewed and revisited, because this behavior is still very contrary to norms, culture, and religion. So that if someone falls into this, many negative impacts will occur in him
Tafsir Ayat-Ayat Tentang Kesetaraan Gender Dalam Bingkai Analisis Pendidikan Islam Nasution, Mustafa; Muhammad Ardiansyah Munthe; Sulhan Efendi Hasibuan
AT-TAKILLAH : Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65787/at-takillah.v2i2.525

Abstract

Diskriminasi gender masih sering terjadi di masyarakat, meskipun upaya untuk menegakkan kesetaraan dan keadilan gender terus dilakukan. Salah satu penyebab yang menjadi dasar kesetaraan gender adalah ideologi dan pandangan patriarki yang menganggap laki-laki memiliki hak dan posisi khusus dalam tatanan sosial. Berdasarkan persepsi ini, perempuan selalu diidentifikasi sebagai kepala dapur dalam keluarga. Sehingga perempuan menjadi sasaran pelecehan dan kekerasan karena dianggap lemah dan tidak berdaya. Hal ini dapat dilihat dalam banyak kasus intimidasi dan kekerasan yang terjadi dalam hubungan rumah tangga. Tentu saja, kesenjangan dan ketidakadilan ini harus diatasi dan diminimalkan jika ada kerja sama, baik dari pemerintah maupun masyarakat terkait pendidikan dan upaya untuk mengubah pandangan dan persepsi yang salah. Oleh karena itu, pendidikan ini harus diterapkan sejak usia dini agar kesenjangan ini tidak terulang kembali di masyarakat.