Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Produktivitas Tanaman Perkebunan Melalui Kegiatan Penyuluhan Berbasis Pengembangan Produk Turunan Pada Kelompok Tani Nagari Harau novfirman; Farid Azel; Suhadi; Syafri Amir; Ardi Sardina Abdullah; Purnama Klara Manurung
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v2i2.2109

Abstract

Penurunan luas lahan pertanian, khususnya perkebunan, di Nagari Harau menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi produktivitas. Faktor penyebab mencakup migrasi tenaga kerja, serangan penyakit tanaman, ekspansi perumahan, serta tingginya biaya produksi seperti pupuk dan tenaga kerja. Selain itu, hasil lahan yang tidak produktif memperparah kondisi ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan program penyuluhan berbasis pengembangan produk turunan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Program dilaksanakan selama empat hari dengan tahapan: survei lokasi, penentuan sasaran, pengumpulan informasi, penyusunan rencana kegiatan, sosialisasi, demonstrasi, praktik lapangan, serta evaluasi hasil. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dan partisipasi kelompok tani, yang secara bertahap meningkat dari hari pertama hingga hari keempat. Pelibatan mahasiswa melalui program ini membantu mendukung keberlanjutan kegiatan, sementara kerjasama dengan pemerintah nagari dalam penyediaan fasilitas dan pendanaan meningkatkan peluang keberhasilan. Program ini tidak hanya diharapkan dapat memberikan solusi alternatif terhadap tantangan produktivitas, tetapi juga memperluas manfaat bagi masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan produk turunan.
ANALYSIS OF BETEL NUT VALUE CHAIN FOR EXPORT PURPOSES IN AGAM REGENCY Farid Azel; Ismet Suryadi; Syafri Amir; Suhadi; M.Syaqib Sidqi; Ispinimiartriani
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v3i1.700

Abstract

The demand for betel nut from international markets is continuously increasing, but the agricultural supply chain for this product is quite complex and requires special handling, thus affecting the agricultural product's price. Therefore, research on the analysis of betel nut value-added supply chains is crucial to determine the amount of additional value from each stage and actor involved in the supply chain. The research was conducted in Palembayan, Agam, and Padang, West Sumatra from May to August 2022 using qualitative and quantitative descriptive analysis methods with primary data from experts and farmers and secondary data from literature studies and related sources. This study found that betel nut has the potential to be exported to several countries, such as India, Iran, and the United Arab Emirates, but there are several problems hindering the distribution process. The betel nut supply chain involves several parties, ranging from suppliers to exporters, and there is no contractual relationship between them. This study also identifies criteria for betel nut suitable for export, including low water content, uniform color, large size, meeting food safety standards, and high sugar content. The process of exporting betel nut from Indonesia to India involves selection and collection, processing and packaging, transportation, and export. Thus, betel nut cultivation in Agam Regency can be effective, efficient, and sustainable by increasing the value-added at each production stage.