Nuraini, Hanisa Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Output & Outcome Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima Ke Purbalingga Food Center Tahun 2021 – 2024 Nuraini, Hanisa Dwi; -, supratiwi -
Journal of Politic and Government Studies Vol 14, No 1 (2025): Vol 14, No 1 : Periode Wisuda Januari 2025
Publisher : Journal of Politic and Government Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan relokasi pedagang kaki lima di kawasan Alun – Alun Purbalingga dilakukan sebagai upaya yang ditempuh Pemerintahan Kabupaten Purbalingga untuk mengembalikan Alun – Alun Purbalingga sesuai dengan fungsinya sebagai ruang publik, tanpa mengkesampingkan keberadaan para PKL yang berjualan disana. Untuk itu, dibangun sebuah sentra kuliner baru yang lebih representatif yang disebut dengan Purbalingga Food Center sesuai dengan Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 94 Tahun 2019. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis output(hasil) dan outcome (dampak) dari adanya kebijakan relokasi ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Ripley untuk output dan K. Bennet dan Rockwell untuk outcome. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif yang mana data diperoleh dari proses wawancara, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi terhadap output dan outcome dari kebijakan relokasi ini belum dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Pedagang belum menerima kegiatan pemberdayaan secara konsisten sehingga belum mampu memasarkan produknya secara online. Alhasil, para pedagang hanya mengandalkan konsumen yang datang langsung ke Purbalingga Food Center saja. Kurangnya pengawasan menjadi salah satu faktor penyebab sepinya Purbalingga Food Center yang mengakibatkan tumbuhnya pedagang liar di zona berjualan, sehingga secara tidak langsung berimbas terhadap para pedagang di Purbalingga Food Center. Hal tersebut sekaligus menandakan revitalisasi yang dilakukan gagal dengan tumbuhnya pedagang liar disana. Tujuan yang belum tercapai tersebut diharapkan dapat mendorong keseriusan dan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga ke depannya