Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAN SEKTOR KEMARITIMAN DALAM MENDORONG PENGEMBANGAN BLUE ECONOMY NASIONAL DI INDONESIA Majid, Qayla Latifah Hariady; Tidore, Mashita Dwi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 7 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i7.7208

Abstract

Indonesia has prioritized the notion of a “blue economy” as a key element of its development strategy. With its productive waters and significant shipping capabilities, Indonesia is uniquely positioned between the Pacific and Indian Oceans, flanked by Asia and Australia. This article examines the blue economy paradigm, which has gained significance as healthy seas generate employment possibilities and food sources, promote economic development, manage climate, and improve the welfare of coastal communities. The blue economy idea offers practical and comprehensive techniques for the management of marine and coastal resources within the context of sustainable development. This article employs a combination of descriptive techniques and literature review methods. The findings reveal that 1) the concept of a “blue economy,” emphasizing the sustainable utilization of marine and oceanic resources, has emerged as a significant framework for fostering economic growth, and 2) Indonesia's aspiration to harness its marine resource wealth in pursuit of a national blue economy will be largely influenced by its maritime orientation. Indonesia telah menjadikan gagasan “ekonomi biru” sebagai komponen penting dalam pandangan pembangunannya. Indonesia memiliki perairan yang sangat produktif dengan kapasitas alami yang tinggi untuk pelayaran karena dikelilingi oleh Samudra Pasifik dan Samudra Hindia serta berada di antara benua Asia dan Australia. Penelitian ini berfokus pada konsep ekonomi biru akhir-akhir ini menjadi isu penting karena lautan yang sehat menyediakan lapangan kerja dan pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi, mengatur iklim dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. Konsep ekonomi biru mengenai sumber daya kelautan dan pesisir dipandang sebagai aset vital yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang jika dikelola secara bijak. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, konsep ekonomi biru menawarkan solusi berkelanjutan dan komprehensif dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian ini menggabungkan teknik deskriptif dengan metode studi literatur. Hasil yang didapat yaitu 1) Gagasan “ekonomi biru”, yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya laut dan samudera secara berkelanjutan, telah muncul sebagai paradigma penting dalam kemajuan pertumbuhan ekonomi, 2) Keinginan Indonesia untuk mengeksploitasi kekayaan sumber daya laut ke arah gagasan ekonomi biru nasional akan secara signifikan dibentuk oleh poros maritim.
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI UNTUK MENDUKUNG EKONOMI LOKAL DI DAERAH PESISIR Aulia, Aqila Neva; Tidore, Mashita Dwi
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 9 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i9.7584

Abstract

Tourism is one of the potentials that is now being explored and developed in many countries. There is an increasing trend in the international tourism market to travel in unspoiled areas. This trend provides an opportunity for the development of Indonesian tourism because Indonesia is the largest archipelago in the world that is rich in biodiversity, has a coastline length of more than 81,000 km and 17,504 islands, of which 10,000 islands are small, even very small, unnamed and uninhabited. Small islands have the potential to be utilized for tourism activities. This research focuses on the development of marine ecotourism to support the local economy. This is because they have high wealth diversity in various forms of culture: history, customs born according to their ecological character, Coastal Communities. This research was conducted with qualitative research methods using literature approaches, namely describing development based on descriptive analysis of existing readings. In terms of development, it can be found such as building infrastructure in the community strengthening labour networks production-marketing relationships building community-based infrastructure strengthening labour networks production-marketing relationships for small, medium and large enterprises that prioritize regional comparative advantages. The SME sector's ability builds markets, promote trade, manage natural resources, reduce poverty. Salah satu peluang yang sekarang sedang diselidiki dan dikembangkan di banyak negara adalah pariwisata. Bepergian ke lokasi-lokasi yang masih alami menjadi semakin populer di industri pariwisata global. Kecenderungan ini memberikan peluang bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dan paling beraneka ragam di dunia, dengan garis pantai sepanjang lebih dari 81.000 km dan 17.504 pulau, 10.000 di antaranya berukuran kecil, bahkan sangat kecil, tidak bernama, dan tidak berpenghuni. Pulau-pulau kecil memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Pertumbuhan ekowisata bahari untuk meningkatkan ekonomi lokal adalah topik utama dari penelitian ini. Hal ini disebabkan oleh kekayaan dan keragaman budaya yang dimiliki, termasuk sejarah dan adat istiadat yang dikembangkan sesuai dengan karakter ekologi mereka, yaitu masyarakat pesisir. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, yaitu mendeskripsikan perkembangan berdasarkan analisis deskriptif dari bacaan yang ada. Dari segi pembangunan, dapat ditemukan seperti membangun infrastruktur di komunitas dan memperkuat jaringan kerja dan hubungan produksi-pemasaran membangun infrastruktur berbasis komunitas dan memperkuat jaringan kerja dan hubungan produksi-pemasaran untuk usaha kecil, menengah dan besar yang mengedepankan keunggulan regional dan komparatif. Kemampuan sektor UKM untuk membangun pasar, mempromosikan perdagangan, mengelola sumber daya alam, mengurangi kemiskinan.