Amin, Muhammad Habib Izzuddin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keistimewaan Al-Qur'an dan Relevansinya dalam Konteks Saat Ini Amin, Muhammad Habib Izzuddin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 18, No. 6 : Al Qalam (November 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v18i6.4151

Abstract

Satu-satunya kitab yang memiliki kekhususan (al-Khas}a>is}) yang tidak ditemukan pada  kitab-kitab lainnya adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an juga kitab yang multidimensi dan selalu relevan dengan kondisi zaman, Al-Qur’an s}a>lih li kulli zama>n wa al-maka>n. Demikian juga keistimewaan-keistimewaan yang ada padanya. Penulis dalam penelitian ini menerapkan metode studi literatur dengan menggunakan teknik maud{u>’i> (tematik) sebagai pendekatan utama. Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui ayat-ayat keistimewaan Al-Qur’an serta relevansinya dalam konteks saat ini. Diantaranya adalah, Al-Qur’an terpelihara keasliannya, Al-Qur’an mudah dipelajari, Al-Qur’an diwariskan Tuhan kepada hamba pilihan-Nya, bahasa Arab sebagi bahasa Al-Qur’an, Al-Qur’an dijelaskan secara terperinci, Al-Qur’an sebagai obat penawar dan rahmat, nilai kebaikan saat mendengarkan bacaan Al-Qur’an, Al-Qur’an tak tertandingi, Al-Qur’an terbebas dari segala bentuk kontradiksi, serta Al-Qur'an sebagai kitab suci yang menyempurnakan kitab-kitab sama>wi>  terdahulu.
Tafsir Al-Mishbah Quraish Shihab: Relevansi dan Kontekstualisasi Al-Qur’an Bagi Masyarakat Modern Indonesia Amin, Muhammad Habib Izzuddin; Abror, Indal
BASHA'IR: JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN TAFSIR Vol 5 No 1 (2025): Basha'ir: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bashair.v5i1.4495

Abstract

Al-Qur’an serta penafsirannya yang relevan dan kontekstual menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan modernitas. Salah satu karya tafsir yang menonjol di Indonesia adalah tafsir al-Mishbah karya Quraish Shihab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan kontekstualisasi yang ditawarkan tafsir ini bagi masyarakat modern Indonesia. Metode kualitatif dengan pendekatan library research akan digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan analisis mendalam terhadap tafsir al-Mishbah dan relevansinya terhadap isu-isu kontemporer, seperti perhatian terhadap isu lingkungan, keadilan gender, dan juga antisipasi terhadap berita hoax. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Quraish Shihab mampu menghadirkan penafsiran yang sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia, penekanan pada nilai-nilai universal al-Qur’an seperti mengedepankan nilai-nilai toleransi dan moderasi, serta konteks ke-Indonesiaan yang tercermin pada musyawarah dan mufakat, serta kekayaan tradisi dan budaya lokal yang dapat dilihat dari konsep pakaian serta gotong royong dan saling memberi yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Melalui pendekatan yang moderat, inklusif, dan dialogis menjadikan tafsir al-Mishbah sebagai rujukan penting bagi masyarakat Muslim modern yang ingin memahami al-Qur’an dalam konteks kekinian. Selain itu penyertaan contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari memperkuat daya tarik dan relevansinya.
Hadith Dissemination in the Digital Space: Unraveling the Contradictions of the “Sweeping-the-Road Clothing” Hadith Matn on Instagram within the Indonesian Context: Diseminasi Hadis di Ruang Digital: Mengurai Kontradiksi Matan Hadis Pakaian Menyapu Jalan di Instagram dalam Konteks Indonesia Rasyadi, Ach Faidi; Hasibuan, Nopriani; Amin, Muhammad Habib Izzuddin
Takwil: Journal of Quran and Hadith Studies Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/twl.v4i2.6138

Abstract

In the digital era, Instagram has become an influential space for the dissemination of Hadith, yet it is often trapped in rigid textual interpretations. The phenomenon of “sweeping-the-road clothing” (garments that trail until they touch the ground) for Muslim women has become a polemic as the ideality of the Hadith text clashes with the reality of infrastructure, hygiene, and transportation safety in Indonesia. This research aims to unravel the contradictions between the Hadith text (matn) regarding the recommendation to lengthen clothing and the reality of its application in digital public spaces, as well as to identify audience reception patterns toward such content. This study employs a qualitative method with a library research approach. Primary data are sourced from posts by the Instagram accounts @cahaya_peradaban, @mahasiswa.salaf, and @fiqihwanita_. The analysis uses Stuart Hall’s Encoding-Decoding reception theory to map the reading positions of netizens. Research findings reveal a misalignment of understanding caused by the dominance of literalism in the presentation of Hadith and the neglect of Indonesia’s geographical context, which is humid and carries a risk of wet impurity (najis). Netizen responses are categorized into three positions: 1) Dominant-hegemonic, where the Hadith is accepted textually as a standard of piety; 2) Negotiated, where the principle of covering the awrah is accepted but practical adaptations are sought, such as wearing socks; and 3) Oppositional, which rejects the application of the Hadith as it is considered irrelevant and hazardous to safety in the Indonesian environment. This study emphasizes the importance of contextualization and comprehensive Hadith commentary (sharh) in digital da’wah to ensure religious messages remain relevant, hygienic, and aligned with the principles of public interest (maslahah).