Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Character Education Values In The Character Of Puntadewa In Wayang Kulit Art Utomo, Fajar Wahyudi; Triyuono, Arif
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 4 No. 02 (2024): Jurnal Multidisiplin Sahombu, (2024)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang Kulit /Shadow puppetry is one of the arts of Central Javanese society which does not only contain elements of entertainment. More than that, Wayang Kulit hold many philosophical values of life, including character education. The value of character education in Wayang Kulit art is contained in every character who plays a role in it. This research aims to analyze the value of character education in one of the Wayang Kulit characters, namely Puntadewa. Puntadewa is one of the members of the Pandawa (Yudistira/Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula, Sadewa) who are famous in the world of Wayang. The method in this research is descriptive qualitative using library research. The results of this study explain that there are character education values in the Puntadewa character, including being big-hearted, sincere, honest, fair, impartial, and simple. These character education values are positive examples which can then be used as examples for students. Instilling character education values in the character Puntadewa is something that can be done by teachers using various methods.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI SMPN 2 SUKAWANGI KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT Triyuono, Arif
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan Pelatihan Dan Pendampingan Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 2 Sukawangi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Diharapkan dengan pelatihan dan pendampingan ini dapat menambah wawasan dan kompetensi bagi peserta khususnya pada implementasi P5 dalam kurikulum merdeka. Kerangka kerja dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan melakukan observasi melalui wawancara dengan kepala sekolah tentang permasalahan yang dihadapi oleh para guru. Setelah dilakukan observasi teridentifikasi beberapa masalah yang dialami oleh para guru khususnya dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Berdasarkan hal tersebut tim pelaksana PKM memutuskan untuk melakukan pelatihan dan pendampingan guna membantu mengatasi masalah tersebut sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai. Hal ini juga dibuktikan oleh hasil observasi dan refleksi para peserta terhadap pelaksanaan kegiatan ini yaitu sebesar 88% atau sangat baik.
Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Perbandingan Pada Puisi Karya William Blake Mega Rahayu, Futri; Triyuono, Arif
Candradimuka: Journal of Education Vol. 3 No. 2 (2025): Candradimuka: Journal of Education
Publisher : Pusat Penerjemah dan Penyunting Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/cje.v3i2.159

Abstract

The purpose of this research is to analyze and identify the dominant types of figurative language in nine selected poems by William Blake. In this research, the author uses the library method. The theory utilized for analyzing Blake's poems is Tarigan's theory, which categorizes figurative language into four groups, but the author limits the analysis to only one group of figurative language comparison (Simile, Metaphor, Personification, Depersonification, Antithesis, Allegory, and Pleonasm). The author finds the total data, 2 instances or 5% contain similes, 7 instances or 17.5% contain metaphors, 16 instances or 40% contain personification, 0 instances or 0% contain depersonification, 10 instances or 25% contain antithesis, 3 instances or 7.5% contain allegory, and 2 instances or 5% contain pleonasm. Therefore, it can be concluded that the most dominant type of comparative language in Blake's poetry is personification.
PELATIHAN IMPLEMENTASI DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMP ISLAM MANDIRI, BOGOR Triyuono, Arif; Nugroho, Nugroho; Purwanto, Kokok Djoko; Suwandi, Sahri; Hadi, Irfan; Putri, Nia Liska; Fidinillah, Mildan Arsdan; Purnama, Yogi; Burhan, Mulya; Hampu, La Ode
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.37939

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran bermakna masih menjadi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam penerapan pendekatan deep learning di tingkat sekolah menengah pertama. Permasalahan ini juga ditemukan di SMP Islam Mandiri, Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan pedagogik guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning. Mitra kegiatan adalah 12 guru SMP Islam Mandiri yang terlibat secara aktif, dengan pendampingan oleh tiga dosen dan dua mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) koordinasi awal dan analisis kebutuhan; (2) sosialisasi program; (3) pelatihan konseptual; (4) workshop penyusunan perangkat pembelajaran; (5) pendampingan implementasi di kelas; serta (6) monitoring dan evaluasi. Keberhasilan program dinilai melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, observasi pembelajaran, serta analisis perangkat pembelajaran yang disusun guru. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman konsep deep learning dari 33,3% menjadi 83,3%. Keterampilan merumuskan tujuan pembelajaran berorientasi HOTS meningkat dari 25,0% menjadi 75,0%, dan penggunaan aktivitas kolaboratif meningkat dari 33,3% menjadi 83,3%. Selain itu, keterlibatan aktif siswa meningkat dari 35–40% menjadi 70–80%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik dengan tahapan sistematis efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan kualitas pembelajaran bermakna.Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat; Deep Learning; Kompetensi Pedagogik; Guru SMP. ABSTRACTThe implementation of the Independent Curriculum is still hampered by teachers' poor pedagogical competence in creating meaningful learning, especially when it comes to using the deep learning approach at the junior high school level. A partner in this community service project, SMP Islam Mandiri in Bojonggede, Bogor Regency, also had this issue. The goal of this program is to enhance teachers' pedagogical abilities and conceptual knowledge in creating and executing deep learning-based instruction. Twelve SMP Islam Mandiri teachers actively participate in the activity, with two students and three lecturers providing mentorship. The activity was conducted in multiple stages: (1) needs analysis and initial coordination; (2) program socialization; (3) conceptual training; (4) learning tool development workshop; (5) classroom implementation support; and (6) monitoring and evaluation. Learning observations, a comparison of pre-test and post-test results, and an examination of teacher-created learning resources were used to gauge the program's effectiveness. The findings demonstrated a rise in comprehension of the deep learning concept from 33.3% to 83.3%. Collaborative activity use rose from 33.3% to 83.3%, and HOTS-oriented learning objective formulation skills rose from 25.0% to 75.0%. Furthermore, student active engagement increased from 35–40% to 70–80%. These findings indicate that practice-based training and mentoring with systematic stages are effective in improving teachers' pedagogical competence and the quality of meaningful learning.Keywords: Community Service; Deep Learning; Pedagogical Competence; Junior High School Teachers.