Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN SPESIFIKASI MATERIAL IKUTAN RADIOAKTIF PADA INDUSTRI PERTAMBANGAN DI INDONESIA BERDASARKAN PP NO. 52 TAHUN 2022 Nasywa Hasna Aisyi; Rieka Arkaninto; Desalsa Anggoro Diani; Ferdy Muhammad Fadhillah; Maria Christina Prihatiningsih
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 11 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i11.10701

Abstract

Spesifikasi dan karakterisasi mineral ikutan radioaktif (MIR) yang dihasilkan dari pertambangan di Indonesia dibahas dalam penelitian ini. Kajian ini berkonsentrasi pada peraturan yang berlaku di Indonesia, khususnya Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2022, dan membandingkannya dengan peraturan internasional yang ditetapkan oleh Agensi Nuklir Internasional (IAEA). Kajian ini mengidentifikasi berbagai jenis MIR yang ditemukan dalam industri pertambangan, termasuk industri minyak dan gas bumi. Selain itu, kajian ini menunjukkan bahwa konsentrasi aktivitas yang melebihi ambang batas yang diizinkan, yang dalam beberapa kasus dapat mencapai 16,590 Bq/g. Kajian ini menemukan bahwa meskipun peraturan terbaru telah memperkenalkan kerangka pengelolaan dan pengawasan, regulasi MIR Indonesia masih terbatas. Kajian ini memberikan rekomendasi untuk perbaikan regulasi berbasis best practices internasional, termasuk pentingnya sistem proteksi radiasi, prosedur keselamatan kerja, dan metode pengukuran yang lebih akurat untuk radionuklida dalam MIR. Hasilnya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku industri akan pentingnya pengelolaan yang tepat terhadap MIR untuk mencegah risiko kesehatan dan lingkungan yang signifikan. Kajian ini juga akan menjadi dasar bagi peraturan yang akan datang.
KAJIAN PENERAPAN STANDAR IAEA DALAM SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PENAMBANGAN MINERAL DI INDONESIA Rieka Arkaninto Adeska; Maria Christina Prihatiningsih; Nasywa Hasna Aisyi; Desalsa Anggoro Diani; Ferdy Muhammad Fadhillah
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 11 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i11.10743

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan galian nuklir seperti Uranium dan Thorium untuk bahan bakar nuklir mendorong aktivitas penambangan yang menghasilkan limbah radioaktif. Limbah ini berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah menetapkan standar untuk pengelolaan limbah radioaktif yang mencakup pemisahan unsur radioaktif, penyimpanan aman, serta pemantauan dan rehabilitasi pasca-penambangan. Indonesia yang memiliki potensi bahan galian nuklir yang besar telah mengeluarkan regulasi seperti Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2023 yang memperluas wilayah izin usaha pertambangan mineral radioaktif. Dengan adanya regulasi ini, tentunya mendorong kegiatan penambangan bahan galian nuklir di Indonesia. Namun, kesesuaian regulasi ini dengan standar Internasional perlu di evaluasi untuk memastikan keselamatan. Kajian ini bertujuan menganalisis kebijakan dan praktik pengelolaan limbah radioaktif di Indonesia, terutama dari penambangan Uranium dan Thorium, terhadap standar IAEA. Hasil kajian ini diharapkan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan sistem pengelolaan limbah radioaktif nasional agar lebih efektif, aman, dan sesuai standar Internasional.