Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) TERHADAP POPULASI KUTU DAUN (Aphis gossypii Glover) (HOMOPTERA : APHIDIDAE) PADA TANAMAN CABAI RAWIT Wahid, Abdul; Toana, Moh Hibban; Hidayat, Wahyu
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 6 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i6.2415

Abstract

Tanaman cabai merupakan salah satu komoditas tanaman primadona hortikultura yang diminati oleh kebanyakan petani di Indonsesia, dikarenakan memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan dan mempunyai citarasa khas khususnya disetiap hidangan atau masakan. Seiring berjalannya waktu, produksi cabai mengalami fluktuasi di pasaran, hal ini dikarenakan adanya serangan hama pada tanaman cabai rawit. Salah satu hama utama yang menyerang yaitu kutu daun (Aphis gossypii Glover) yang menyebabkan potensi kehilangan hasil produksi cabai sebesar 35% hingga 90%. A. gossypii merupakan serangga dari ordo Homoptera, family Aphididae. Serangga ini menghisap cairan dari tanaman inangnya. Maka dari itu diperlukan adanya tindakan pengendalian hama tanaman budidaya yang salah satunya pemanfaatan pestisida nabati berbahan daun gamal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak daun gamal yang lebih efektif dari berbagai konsentrasi yang berbeda terhadap tingkat populasi dan intensitas serangan Aphis gossypii Glover pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah, dimulai pada bulan Maret-Juli 2024. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 Perlakuan Ekstrak Daun Gamal yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 20%, dan 40% yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh 20 unit percobaan, dimana masing-masing unit terdiri dari dua tanaman sampel uji. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil pengamatan setelah pengaplikasian ekstrak daun gamal (EDG) terhadap tingkat kepadatan populasi A. gossypii menunjukkan perlakuan P4 (40%) berbeda sangat nyata dibandingkan tanpa perlakuan EDG (kontrol) yang mampu menurunkan populasi A. gossypii hingga 6,00 ekor dari awal investasi 20 ekor/tan. Pengamatan intensitas serangan perlakuan P4 menunjukkan berbeda sangat nyata dengan perlakuan lainnya yang menunjukkan pesentase serangan terendah. Hal ini dikarenakan adanya zat senyawa metabolit sekunder (alkoloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin) yang bersifat toksik terhadap serangga dalam ekstrak daun gamal yang diaplikasikan ketanaman yang terserang A. gossypii, sehingga dapat menyebabkan kemampuan makan serangga (antifeedant) menurun dan kerusakan sistem saraf serangga.
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Asmar, Asmar; Wahid, Abd; Toana, Moh Hibban
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2484

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui indeks Keanekaragaman, indeks kemerataan, dan indeks kekayaan arthropoda pada tanaman jagung (Zea mays L.) Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2023. di perkebunan lahan pertanian. Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi. dilakukan metode ini untuk menemukan secara langsung di lapangan untuk mengumpulkan data Keanekaragaman dan kelimpahan. Plot dengan luas 20 m x 15 m. Satu lokasi lahan memiliki total 10 perangkap. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali, pada tanaman jagung yang berumur 3 minggu setelah tanam (MST), dengan interval waktu pengambilan sampel 7 hari. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap cahaya (Light trap) dan perangkap jebakan (Pitfall trap). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Indeks keanekaragaman spesies (Species diversity indicess), Indeks kemerataan spesies (Species evenness indices), dan Indeks kekayaan jenis (Species Richness indicess). Hasil penelitian menunjukan bahwa total arthropoda yang terperangkap di Light Trap dan Pitfall Trap pada tanaman jagung yaitu 843 individu dengan jumlah 7 ordo, dan 14 famili. Hasil analisis keanekaragaman arthropoda pada tanaman jagung diketahui nilai keanekaragaman (H’) 2,384 (sedang), nilai kemerataan (E) 0,783 (merata), dan kekayaan (R) 3,117 (rendah).
Implementasi Good Agricultural Practices (GAP) Melalui Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi Jusriadi, Jusriadi; Hadid, Abd; Samudin, Sakka; Adrianton, Adrianton; Toana, Moh Hibban; Monde, Anthon; Muhardi, Muhardi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5103

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) melalui penyuluhan pertanian berkelanjutan di Desa Dombu, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah rendahnya pemahaman terhadap praktik pertanian yang baik, yang ditandai dengan penggunaan input kimia yang tidak tepat dan belum optimalnya pengelolaan usaha tani. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, dan evaluasi. Materi penyuluhan mencakup pengenalan konsep GAP, teknik pemupukan berimbang berbasis analisis tanah, pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu, serta teknik panen dan pascapanen yang baik. Penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan petani dari 39,7 menjadi 68,5 dengan persentase peningkatan sebesar 72,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengelolaan hama terpadu, sedangkan terendah pada aspek panen dan pascapanen. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan pertanian berbasis GAP efektif dalam meningkatkan pemahaman petani dan berpotensi mendorong penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implementation of Good Agricultural Practices (GAP) through Sustainable Agricultural Extension in Dombu Village, Marawola Barat District, Sigi Regency Abstract This community service activity aimed to improve farmers’ knowledge in implementing Good Agricultural Practices (GAP) through sustainable agricultural extension in Dombu Village, Marawola Barat District, Sigi Regency. The main problem faced by farmers was the limited understanding of proper agricultural practices, indicated by the inappropriate use of chemical inputs and suboptimal farm management. The implementation method consisted of preparation, extension activities, and evaluation stages. The extension materials included the introduction to GAP concepts, balanced fertilization techniques based on soil analysis, integrated pest management (IPM), and proper harvesting and post-harvest techniques. The extension was delivered through interactive lectures and group discussions. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure the improvement of farmers’ knowledge. The results showed that the average knowledge score increased from 39.7 to 68.5, with an improvement percentage of 72.8%. The highest improvement was observed in integrated pest management, while the lowest was in harvesting and post-harvest aspects. These findings indicate that GAP-based agricultural extension is effective in enhancing farmers’ understanding and has the potential to promote sustainable agricultural practices.