p-Index From 2021 - 2026
1.006
P-Index
This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

REPRESENTASI DISKRIMINASI TERHADAP PENYANDANG AUTISME SEBAGAI SAKSI DI PENGADILAN DALAM FILM INNOCENT WITNESS (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) Silalahi, Sisilia; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 1 (2025): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i1.64383

Abstract

Film is a social phenomenon that has many meanings. One phenomenon that is often raised in films is discrimination and stigmatisation that is also experienced by people with autism. One of the films that tells the phenomenon is Innocent Witness, which tells the story of a person with autism who becomes the sole witness in a murder case. To examine the film Innocent Witness, a descriptive qualitative approach is used using Charles Sanders Peirce's semiotic theory. This theory will be used to find out how the representation of discrimination against people with autism as witnesses in court in the film Innocent Witness. The data used in this research are 2 sequences in the film Innocent Witness in which there are 10 scenes depicting discrimination against people with autism. The results obtained from this research are that people with autism experience environmental discrimination that is not friendly to people with autism. Where people with autism have difficulty being in public places because it is very disturbing to their hearing. People with autism are also discriminated against because they are women with disabilities where patriarchy is still evident in South Korea. The discrimination against people with autism was also done so that the defendant would not be convicted and the reputation of the defence law firm would improve. Later, however, the discrimination against autistic people began to diminish as the truth of the case was finally revealed and the defendant confessed to his actions. Keywords: representation, discrimination, semiotics, autistic people, film, charles sanders peirce semiotic
REPRESENTASI TOXIC RELATIONSHIP DI SERIES EUPHORIA Bashori, Rila Rahmaniyah; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 1 (2025): The Commercium
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i1.64775

Abstract

Adolescence is a period of change from childhood to adulthood. As they get older, an adolescent expands their network of friends to interact. This interaction is to fulfill their social needs, one of which is a romantic relationship. This research aims to focus on discussing toxic relationships in the series Euphoria (2019) because there are still many people who do not realize that they are in a toxic relationship. They even think that the toxic treatment they have received is a form of attention and affection from their partner. Charles Sanders Peirce semiotics was chosen because it is able to provide in-depth meaning about toxic relationships in films and series through the triadic model of sign, object, and interpretant. The results of this study show that victims of toxic relationships are not only women who experience them but men can also experience them. Characterized by possessiveness, invasion of privacy, regulator, deflector, full dependence, manipulation, to verbal and physical violence to experience depression due to dependence.
ANALISIS RESEPSI SUARA DIFABEL MANDIRI JOMBANG TERHADAP PROGRAM KOMEDI DISABILITAS CLASH OF MUTANTS Karyanto, Teofilus Dipo; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.69211

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerimaan pesan yang ditransmisikan dalam program komedi disabilitas Clash of Mutants. Informan dalam penelitian ini berasal dari kalangan disabilitas dan anggota lembaga swadaya masyarakat Suara Difabel Mandiri Jombang. Metode analisis resepsi dipilih untuk mendeskripsikan posisi penerimaan informan. Secara umum, semua informan menerima pesan-pesan yang ditransmisikan melalui tayangan ini, namun informan yang berada dalam kategori negosiasi memiliki beberapa poin tambahan atau kritik terhadap program Clash of Mutants. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori penerimaan pesan, yaitu (1) dominan, di mana dua informan memiliki dua poin penerimaan, dan (2) negosiasi, di mana lima informan memiliki enam poin penerimaan.  
STUDI NETNOGRAFI GERAKAN FEMINISME LIBERAL DALAM AKUN INSTAGRAM @WMNATION Adhinda Zahro Haania; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi dan gerakan feminisme liberal yang terjadi pada akuninstagram @wmnation. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi. Teknikpengambilan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi virtual dan dokumentasi berupa tangkapanlayar. Teknik analisis data menggunakan cara pengkodean, pencatatan, abstraksi, memeriksa dan memperbaiki,generalisasi, berteori. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori oleh Mary Wollstonecraft.Hasil penelitian menunjukkan bagaimana interaksi terbangun antara konten yang diunggah terhadap pengikut dansebaran nilai feminisme liberal yang terjadi. Hal ini kemudian dapat disimpulkan bahwa interaksi yang terjadidalam unggahan menunjukkan adanya keterbukaan informasi dan nilai-nilai gerakan feminisme liberal yangdiberikan dikemas dengan pendekatan yang tepat dengan mengambil beberapa kasus nyata yang terjadi di sekitaratau melalui sebuah karya seperti film atau drama yang masih berhubungan dengan nilai yang akan disampaikan.
Diskriminasi Gender di Dunia Maya (Studi Netnografi di Twitter Komunitas Virtual Korean Roleplayer) ALIFIA; Tsuroyya
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.72153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana diskriminasi gender yang ada di dunia maya, khususnya pada komunitas virtual korean roleplayer. Dengan menggunakan metode netnografi peneliti melakukan pengamatan terhadap interaksi, diskursus, dan dinamika sosial yang terjadi dalam komunitas tersebut selama kurun waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik-praktik diskriminatif yang bersifat terselubung maupun terang-terangan, seperti banyaknya stereotip yang melekat berdasarkan identitas gender tertentu, marginalisasi terhadap suatu kelompok, dan banyaknya kejadian kekerasan yang merujuk pada sexual harassment, cyberbullying dan doxing. Selain itu, media sosial sebagai ruang bebas sering kali memperkuat adanya bias gender melalui algoritma dan budaya populer yang sedang berkembang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun dunia maya dianggap sebagai ruang terbuka dan egaliter, diskriminasi berbasis gender tetap terjadi dan bahkan dalpat berkembang dalam bentuk-bentuk baru yang sulit dikenali secara langsung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi dalam kajian komunikasi digital dan kesadaran kritis terhadap praktik diskriminatif di dunia maya
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL X AKUN @BIJAKMEMILIH.ID TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN POLITIK MAHASISWA DI ERA PEMILU 2024 Thoriq Rahmadiputra; Tsuroyya
The Commercium Vol. 10 No. 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.72840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kesadaran politik mahasiswa pada platform X  akun @bijakmemilih.id. penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Fokus penelitian adalah dua indikator utama yaitu isi media dan pemahaman politik. Data diperoleh melalui kuisioner yang diukur menggunakan skala Likert dengan nilai kebalikan untuk pertanyaan positif dan negative. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh terhadap kesadaran politik mahasiswa dengan indikator pola perilaku menunjukkan rata-rata tertinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi, penggunaan media sosial memberikan kontribusi besar secara simultan terhadap kesadaran politik mahasiswa.