Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Spritualitas Dengan Kesehatan Mental Wanita Usia Subur Tandoyo, Eric; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Hardianto, Reynaldi; Palloan, Glory Ta’bi; Octavia, Helen; Wahid, Ridzal; Wakas, Berlian Ester; Messakh, Billy Daniel; Kusumah , Irwin Prijatna
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v5i2.249

Abstract

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas / kerohanian dapat berhubungan positif dengan pengurangan tingkat kecemasan dan depresi. Manfaat dari riset ini adalah untuk melihat apakah ada korelasi antara Spiritualitas / kerohanian dan Kesehatan Mental pada Wanita Usia Subur (WUS). Riset ini menggunakan studi epidemiologi analitik observasional dengan metode penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Penelitian ini dilakukan pada jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Desa Peniwen, Kabupaten Malang pada 34 WUS. Hubungan antara spiritualitas dan kesehatan mental dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman karena data terdistribusi dengan tidak merata. Hasil analisa data memperlihatkan korelasi yang berarti antara spiritualitas dengan tingkat stress (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.497 dengan nilai p 0.003 < 0.05). Ini berarti menunjukkan tingginya tingkat kerohanian responden maka akan semakin rendah pula tingkat stress. Selain itu didapatkan, terdapat hubungan (sangat lemah) yang tidak signifikan antara spiritualitas dengan tingkat depresi (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.177 dengan nilai p 0.316 > 0.05). Ini menunjukkan semakin tinggi derajat spiritualitas responden maka akan semakin rendah pula tingkat depresi. Riset ini juga mendapati korelasi yang berarti antara kerohanian dengan tingkat kecemasan (nilai koefisien korelasi menunjukkan angka -0.493 dengan nilai p 0.003 < 0.05) yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas responden maka akan semakin rendah pula tingkat kecemasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat korelasi positif yang berarti antara spiritualitas dengan tingkat kecemasan dan stress namun terdapat hubungan (sangat lemah) yang tidak signifikan antara spiritualitas dengan tingkat depresi pada Wanita Usia Subur.
Kontribusi Dinas Sosial Kota Surabaya Dalam Mendukung Program Veteran Mengajar Di Wilayah Surabaya Selatan Hardianto, Reynaldi; Tohari, Amin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4637

Abstract

Program Veteran Mengajar merupakan salah satu inisiatif edukatif yang melibatkan para veteran sebagai narasumber dalam kegiatan pembelajaran sejarah di sekolah, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan cinta tanah air kepada generasi muda. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna melalui penyampaian langsung kisah perjuangan bangsa oleh para pelaku sejarah. Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial Kota Surabaya berperan sebagai fasilitator utama dengan menyediakan narasumber veteran, dukungan logistik, serta melakukan koordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan keberlangsungan dan efektivitas program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi yang dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Surabaya Selatan. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran Dinas Sosial dalam mendukung pelaksanaan Program Veteran Mengajar serta dampaknya terhadap siswa dan para veteran yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran aktif Dinas Sosial Kota Surabaya menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program, baik dari aspek teknis, emosional, maupun edukatif. Dukungan yang terencana memungkinkan kegiatan berjalan dengan lancar, sekaligus menciptakan interaksi yang bermakna antara siswa dan veteran. Program ini terbukti memberikan dampak positif bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman sejarah dan penguatan pendidikan karakter. Di sisi lain, keterlibatan veteran juga menjadi sarana aktualisasi diri serta bentuk penghargaan atas jasa mereka. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan dan dukungan pendanaan yang berkelanjutan agar Program Veteran Mengajar dapat terus dilaksanakan, diterima secara luas, dan berkembang lebih maju di masa mendatang.