Film berfungsi sebagai bentuk komunikasi yang menggunakan visual dan audio untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada penonton di lokasi tertentu. Dianggap sebagai kreasi yang inovatif, film memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai ide, makna, dan pesan ke dalam narasinya melalui media khusus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggambaran peran seorang ayah yang berjuang dalam kemiskinan dalam film "Hari yang Dijanjikan" dan pesan yang mendasarinya. Kerangka teoristis yang digunakan adalah Semiotika Ferdinand de Saussure, yang berfokus pada konsep penanda dan petanda. Metode kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap adegan-adegan yang mengandung pesan yang dimaksud dalam film "Hari yang Dijanjikan", dan dokumentasi dilakukan dengan mengekstrak adegan-adegan yang relevan. Temuan penelitian menggambarkan karakteristik yang berbeda dari sosok seorang ayah, yang tercermin melalui adegan yang dipilih dengan cermat, menggabungkan elemen visual dan auditori yang disajikan dalam narasi film. Puji digambarkan sebagai ayah yang peduli dan bertanggung jawab, yang memiliki sifat seperti perhatian, kasih sayang, dan penyedia. Penelitian menunjukkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, peran ayah mengambil tanggung jawab untuk berusaha memenuhi kebutuhan keluarga mereka sambil menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap mereka dan orang lain. Pesan yang mendasari menggambarkan komitmen Puji kepada keluarganya dan ketekunan dalam mencari pekerjaan meskipun menghadapi kesulitan finansial akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ketulusan hatinya ditunjukkan melalui tindakan kebaikan terhadap orang lain tanpa memandang latar belakang mereka.