Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Drama Korea Today's Webtoon (Analisis Semiotika Roland Barthes) Yudhistira, Bellinda Ferra; Prasetyo Yuwono, Andri
JIKA (Jurnal Ilmu Komunikasi Andalan) Vol. 7 No. 1 (2024): Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jika.v7i1.8168

Abstract

Drama merupakan kisah cerita yang memperlihatkan kehidupan, perilaku, budaya manusia dengan menggunakan peran dan dialog yang akan dipertunjukkan. Drama mempunyai unsur amanat yang terdapat dalam dialog. Amanat merupakan pesan moral yang diberikan oleh penulis untuk para penontonya. Penyampaian amanat dalam drama berisi nilai moral berupa pedoman dan contoh yang baik agar penonton dapat mengambil makna tersebut. Salah satu Drama Korea yang memiliki pesan moral yang mendalam yaitu Today’s Webtoon. Drama Korea Today’s Webtoon menampilkan kisah perjuangan seseorang mantan atlet judo yang berusaha keras dengan rekan kerjanya untuk menjadi editor webtoon yang sejati, serta pesan moral dalam kisah cerita yang memotivasi. Drama Korea ini memiliki bentuk genre drama dan kehidupan untuk menunjukkan kehidupan dalam dunia kerja sehingga dapat menarik perhatian khalayak. Pada umumnya, drama Korea hanya mendeskripsikan tentang kisah cinta, persahabatan atau persaingan saja. Akan tetapi, berbeda dengan drama ini yang lebih menampilkan sisi kehidupan yang sesungguhnya terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan moral dalam drama korea “ Today’s Webtoon” memakai metode kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Drama Korea Today’s Webtoon memiliki pesan moral pada scene drama yakni tolong menolong antar sahabat, mempunyai rasa tanggung jawab dan berkata baik dan positif. Kata-kata Kunci: Drama Korea; Pesan Moral; Semiotika Roland Barthes;
REPRESENTASI PERAN AYAH DALAM FILM HARI YANG DIJANJIKAN ANALISIS SEMIOTIKA MODEL FERDINAND DE SAUSSURE Ferdiansyah, Firli; Prasetyo Yuwono, Andri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.201-213

Abstract

Film berfungsi sebagai bentuk komunikasi yang menggunakan visual dan audio untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada penonton di lokasi tertentu. Dianggap sebagai kreasi yang inovatif, film memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai ide, makna, dan pesan ke dalam narasinya melalui media khusus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggambaran peran seorang ayah yang berjuang dalam kemiskinan dalam film "Hari yang Dijanjikan" dan pesan yang mendasarinya. Kerangka teoristis yang digunakan adalah Semiotika Ferdinand de Saussure, yang berfokus pada konsep penanda dan petanda. Metode kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap adegan-adegan yang mengandung pesan yang dimaksud dalam film "Hari yang Dijanjikan", dan dokumentasi dilakukan dengan mengekstrak adegan-adegan yang relevan. Temuan penelitian menggambarkan karakteristik yang berbeda dari sosok seorang ayah, yang tercermin melalui adegan yang dipilih dengan cermat, menggabungkan elemen visual dan auditori yang disajikan dalam narasi film. Puji digambarkan sebagai ayah yang peduli dan bertanggung jawab, yang memiliki sifat seperti perhatian, kasih sayang, dan penyedia. Penelitian menunjukkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, peran ayah mengambil tanggung jawab untuk berusaha memenuhi kebutuhan keluarga mereka sambil menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap mereka dan orang lain. Pesan yang mendasari menggambarkan komitmen Puji kepada keluarganya dan ketekunan dalam mencari pekerjaan meskipun menghadapi kesulitan finansial akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ketulusan hatinya ditunjukkan melalui tindakan kebaikan terhadap orang lain tanpa memandang latar belakang mereka.
ANALISIS MAKNA LIRIK LAGU “HAPPY DAYS” BLINK-182 (ANALISIS SEMIOTIKA FERNINAND DE SAUSSURE) Ibram Isnanto, Muhammad; Prasetyo Yuwono, Andri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.158-169

Abstract

Lagu atau musik adalah sebuah gubahan suatu seni nada atau suara dalam suatu kombinasi, urutan dan juga hubungan temporal (yang biasanya diiringi dengan sebuah alat musik) untuk menghasilkan suatu gubahan seni musik yang mengandung sebuah kesatuan dan juga kesinambungan. Lagu atau musik merupakan salah satu dari banyaknya cara untuk mengekspresikan suatu emosi dan juga perasaan dengan cara yang begitu menyenangkan. Lagu pun bisa juga dapat dijadikan sebuah media untuk menyampaikan kritik dan juga saran tentang situasi yang ada di lingkungan masyarakat. Nilai atau pesan moral biasanya tersirat di dalam lirik dari lagu yang dibuat oleh penulis lagu tersebut (Gischa, 2022). Penelitian ini berjudul “Analisis Makna Lirik Lagu Happy Days Blink-182 (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari lagu, pesan yang terkandung dalam lagu dan juga mendeskripsikan struktur-struktur yang terdapat dalam lirik lagu Blink-182 yang berjudul Happy Days, sehingga khalayak atau masyarakat khususnya bagi orang-orang para penikmat musik dapat menikmati, memahami dan mengetahui tentang maksud dari makna dan juga pesan yang terkandung dalam lirik lagu Blink-182 tersebut serta aspek-aspek kebahasaan dan yang lainnya di dalamnya. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori semiotika. Objek dari penelitian ini adalah sebuah lagu berjudul Happy Days dari grup musik pop punk asal Amerika Blink-182, pertama kali dirilis pada 1 Juli 2019. Ditulis oleh Sam Hollander, ini adalah salah satu lagu yang paling populer oleh Blink-182 (Wikipedia, Hapyy Days (Blink-182 Song), 2023). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Fokus penelitian yaitu tanda (lirik) yang mengandung makna yang terdapat pada lagu Happy Days milik band Blink-182.
REPRESENTASI PERAN AYAH DALAM FILM HARI YANG DIJANJIKAN ANALISIS SEMIOTIKA MODEL FERDINAND DE SAUSSURE Ferdiansyah, Firli; Prasetyo Yuwono, Andri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.201-213

Abstract

Film berfungsi sebagai bentuk komunikasi yang menggunakan visual dan audio untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada penonton di lokasi tertentu. Dianggap sebagai kreasi yang inovatif, film memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai ide, makna, dan pesan ke dalam narasinya melalui media khusus. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggambaran peran seorang ayah yang berjuang dalam kemiskinan dalam film "Hari yang Dijanjikan" dan pesan yang mendasarinya. Kerangka teoristis yang digunakan adalah Semiotika Ferdinand de Saussure, yang berfokus pada konsep penanda dan petanda. Metode kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap adegan-adegan yang mengandung pesan yang dimaksud dalam film "Hari yang Dijanjikan", dan dokumentasi dilakukan dengan mengekstrak adegan-adegan yang relevan. Temuan penelitian menggambarkan karakteristik yang berbeda dari sosok seorang ayah, yang tercermin melalui adegan yang dipilih dengan cermat, menggabungkan elemen visual dan auditori yang disajikan dalam narasi film. Puji digambarkan sebagai ayah yang peduli dan bertanggung jawab, yang memiliki sifat seperti perhatian, kasih sayang, dan penyedia. Penelitian menunjukkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, peran ayah mengambil tanggung jawab untuk berusaha memenuhi kebutuhan keluarga mereka sambil menunjukkan kepedulian yang tulus terhadap mereka dan orang lain. Pesan yang mendasari menggambarkan komitmen Puji kepada keluarganya dan ketekunan dalam mencari pekerjaan meskipun menghadapi kesulitan finansial akibat pandemi Covid-19. Selain itu, ketulusan hatinya ditunjukkan melalui tindakan kebaikan terhadap orang lain tanpa memandang latar belakang mereka.
ANALISIS MAKNA LIRIK LAGU “HAPPY DAYS” BLINK-182 (ANALISIS SEMIOTIKA FERNINAND DE SAUSSURE) Ibram Isnanto, Muhammad; Prasetyo Yuwono, Andri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.158-169

Abstract

Lagu atau musik adalah sebuah gubahan suatu seni nada atau suara dalam suatu kombinasi, urutan dan juga hubungan temporal (yang biasanya diiringi dengan sebuah alat musik) untuk menghasilkan suatu gubahan seni musik yang mengandung sebuah kesatuan dan juga kesinambungan. Lagu atau musik merupakan salah satu dari banyaknya cara untuk mengekspresikan suatu emosi dan juga perasaan dengan cara yang begitu menyenangkan. Lagu pun bisa juga dapat dijadikan sebuah media untuk menyampaikan kritik dan juga saran tentang situasi yang ada di lingkungan masyarakat. Nilai atau pesan moral biasanya tersirat di dalam lirik dari lagu yang dibuat oleh penulis lagu tersebut (Gischa, 2022). Penelitian ini berjudul “Analisis Makna Lirik Lagu Happy Days Blink-182 (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari lagu, pesan yang terkandung dalam lagu dan juga mendeskripsikan struktur-struktur yang terdapat dalam lirik lagu Blink-182 yang berjudul Happy Days, sehingga khalayak atau masyarakat khususnya bagi orang-orang para penikmat musik dapat menikmati, memahami dan mengetahui tentang maksud dari makna dan juga pesan yang terkandung dalam lirik lagu Blink-182 tersebut serta aspek-aspek kebahasaan dan yang lainnya di dalamnya. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori semiotika. Objek dari penelitian ini adalah sebuah lagu berjudul Happy Days dari grup musik pop punk asal Amerika Blink-182, pertama kali dirilis pada 1 Juli 2019. Ditulis oleh Sam Hollander, ini adalah salah satu lagu yang paling populer oleh Blink-182 (Wikipedia, Hapyy Days (Blink-182 Song), 2023). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Fokus penelitian yaitu tanda (lirik) yang mengandung makna yang terdapat pada lagu Happy Days milik band Blink-182.