Lagu atau musik adalah sebuah gubahan suatu seni nada atau suara dalam suatu kombinasi, urutan dan juga hubungan temporal (yang biasanya diiringi dengan sebuah alat musik) untuk menghasilkan suatu gubahan seni musik yang mengandung sebuah kesatuan dan juga kesinambungan. Lagu atau musik merupakan salah satu dari banyaknya cara untuk mengekspresikan suatu emosi dan juga perasaan dengan cara yang begitu menyenangkan. Lagu pun bisa juga dapat dijadikan sebuah media untuk menyampaikan kritik dan juga saran tentang situasi yang ada di lingkungan masyarakat. Nilai atau pesan moral biasanya tersirat di dalam lirik dari lagu yang dibuat oleh penulis lagu tersebut (Gischa, 2022). Penelitian ini berjudul “Analisis Makna Lirik Lagu Happy Days Blink-182 (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari lagu, pesan yang terkandung dalam lagu dan juga mendeskripsikan struktur-struktur yang terdapat dalam lirik lagu Blink-182 yang berjudul Happy Days, sehingga khalayak atau masyarakat khususnya bagi orang-orang para penikmat musik dapat menikmati, memahami dan mengetahui tentang maksud dari makna dan juga pesan yang terkandung dalam lirik lagu Blink-182 tersebut serta aspek-aspek kebahasaan dan yang lainnya di dalamnya. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori semiotika. Objek dari penelitian ini adalah sebuah lagu berjudul Happy Days dari grup musik pop punk asal Amerika Blink-182, pertama kali dirilis pada 1 Juli 2019. Ditulis oleh Sam Hollander, ini adalah salah satu lagu yang paling populer oleh Blink-182 (Wikipedia, Hapyy Days (Blink-182 Song), 2023). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Fokus penelitian yaitu tanda (lirik) yang mengandung makna yang terdapat pada lagu Happy Days milik band Blink-182.