Rebecca Manurung, Patricia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI FILOSOFI “BORU NI RAJA” DALAM STATUS DAN PERAN PEREMPUAN BATAK TOBA DI DESA TOMOK PARSAORAN KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Rebecca Manurung, Patricia; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.273-284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri filosofi boru ni raja pada perempuan Batak Toba. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi filosofi boru ni raja dalam status dan peran perempuan Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan dilakukan di Desa Tomok Parsaoran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Boru Ni Raja dalam budaya Batak Toba menggambarkan perempuan sebagai sosok yang dihormati, dihargai, dan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan serta martabat keluarga. Sebagai boru ni raja, perempuan Batak diharapkan memiliki sikap parbahul-bahul na bolon, yaitu tidak mudah marah atau emosi, serta mampu tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan di rumah tangga, keluarga, dan masyarakat. Implementasi dari sikap parbahul-bahul na bolon terlihat dalam perilaku boru ni raja di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ciri-ciri boru ni raja pada perempuan Batak ialah tegas dan berani, mandiri dan pekerja keras, setia dan mengutamakan anak, bijaksana, santun, berbicara, sopan berpakaian, singap dan teladan, menjunjung tinggi adat istiadat, hemat. Implementasi filosofi boru ni raja pada perempuan Batak harus dapat mencerminkan sikap bertanggung jawab, tegar dan bijaksana dalam menghadapi tantangan kehidupan dalam keluarga maupun masyarakat. Filosofi boru ni raja ini juga dapat menjadi landasan moral dan etika bagi perempuan Batak dalam menjalani kehidupan mereka. Boru ni raja adalah gelar adat yang diberikan kepada anak perempuan dari seorang raja atau pemimpin adat di masyarakat Batak Toba. Gelar ini memiliki makna dan fungsi penting dalam masyarakat Batak Toba. Boru ni raja memiliki  kedudukan  yang  tinggi  dan  dihormati oleh masyarakat.  Mereka  juga  memiliki  peran penting dalam menjaga adat istiadat dan budaya Batak Toba.
IMPLEMENTASI FILOSOFI “BORU NI RAJA” DALAM STATUS DAN PERAN PEREMPUAN BATAK TOBA DI DESA TOMOK PARSAORAN KECAMATAN SIMANINDO KABUPATEN SAMOSIR Rebecca Manurung, Patricia; Pasaribu, Payerli
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.273-284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ciri-ciri filosofi boru ni raja pada perempuan Batak Toba. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi filosofi boru ni raja dalam status dan peran perempuan Batak Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan dilakukan di Desa Tomok Parsaoran, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Boru Ni Raja dalam budaya Batak Toba menggambarkan perempuan sebagai sosok yang dihormati, dihargai, dan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keharmonisan serta martabat keluarga. Sebagai boru ni raja, perempuan Batak diharapkan memiliki sikap parbahul-bahul na bolon, yaitu tidak mudah marah atau emosi, serta mampu tetap tenang dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan di rumah tangga, keluarga, dan masyarakat. Implementasi dari sikap parbahul-bahul na bolon terlihat dalam perilaku boru ni raja di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ciri-ciri boru ni raja pada perempuan Batak ialah tegas dan berani, mandiri dan pekerja keras, setia dan mengutamakan anak, bijaksana, santun, berbicara, sopan berpakaian, singap dan teladan, menjunjung tinggi adat istiadat, hemat. Implementasi filosofi boru ni raja pada perempuan Batak harus dapat mencerminkan sikap bertanggung jawab, tegar dan bijaksana dalam menghadapi tantangan kehidupan dalam keluarga maupun masyarakat. Filosofi boru ni raja ini juga dapat menjadi landasan moral dan etika bagi perempuan Batak dalam menjalani kehidupan mereka. Boru ni raja adalah gelar adat yang diberikan kepada anak perempuan dari seorang raja atau pemimpin adat di masyarakat Batak Toba. Gelar ini memiliki makna dan fungsi penting dalam masyarakat Batak Toba. Boru ni raja memiliki  kedudukan  yang  tinggi  dan  dihormati oleh masyarakat.  Mereka  juga  memiliki  peran penting dalam menjaga adat istiadat dan budaya Batak Toba.