Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pelayanan Imunisasi Dasar terhadap Kepuasan Ibu Bayi Robbani, Ikbar; Asmaruddin, Misyati S.; Murniani, Murniani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3582

Abstract

Imunisasi dasar adalah pemberian vaksin dengan tujuan agar dapat terlindungi dari penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kematian pada bayi. Cakupan imunisasi dasar di wilayah kerja Puskesmas Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah dalam 3 tahun terakhir mengalami kenaikan dan penurunan yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan imunisasi dasar dengan kepuasan ibu bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan uji chi-square dan sampel sebanyak 86 responden dari 359 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pelayanan imunisasi dasar dengan kepuasan ibu bayi berdasarkan 5 mutu pelayanan didapatkan, Responsiveness memiliki hubungan dengan kepuasan ibu bayi dengan nilai p-value 0,013, Assurance memiliki hubungan dengan kepuasan ibu bayi dengan nilai p-value 0,000, Tangible memiliki hubungan dengan kepuasan ibu bayi dengan nilai p-value 0,003, Emphaty memiliki hubungan dengan kepuasan ibu bayi dengan nilai p-value 0,000 dan Reliability memiliki hubungan dengan kepuasan ibu bayi dengan nilai p-value 0,000. Dapat disimpulkan bahwa pelayanan imunisasi dasar memiliki hubungan dengan kepuasan ibu bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalanbaru, hal tersebut menunjukkan pentingnya kualitas pelayanan imunisasi dasar dengan kepuasan ibu bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah. Temuan ini memberikan pandangan penting bagi manajemen Puskesmas Pangkalanbaru untuk mempertahanan dan lebih meningkatkan kualitas layanan imunisasi kepada ibu bayi dalam rangka untuk memenuhi kepuasan pasien dan membangun hubungan yang kuat dengan mereka
Islamic religious education for children of Indonesian migrant workers: adaptive strategies at the Indonesian school guidance center in Kuala Lumpur, Malaysia Robbani, Ikbar; Muliyah, Pipit
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/althariqah.2026.vol11(1).27034

Abstract

This study aims to identify and analyze various adaptive strategies in teaching Islamic Religious Education (IRE) at Sanggar Bimbingan (SB) in the Kuala Lumpur area, Malaysia. Undocumented children of Indonesian Migrant Workers (PMI) face massive structural marginalization that closes their access to formal education. In these highly limited conditions, Sanggar Bimbingan serves as a crucial alternative educational space to prevent the "lost generation" phenomenon. This research employs a descriptive qualitative approach with data triangulation techniques involving a survey of eight International KKN practitioners across seven learning center locations, in-depth interviews with managers, and documentation studies of learning reports. The research results reveal that educators implement five main adaptive strategies as the pillars of learning: (1) curriculum transformation through functional material simplification focusing on daily worship practices; (2) the application of multigrade teaching to circumvent space limitations and teacher-to-student ratios; (3) differentiated instruction tailored to individual students' literacy levels and learning readiness; (4) a psychospiritual approach through emotional validation as an instrument for trauma healing due to psychosocial vulnerabilities; and (5) the integration of religious nationalism values to strengthen the Indonesian national identity in transnational areas. The study concludes that Adaptive Pedagogy which is flexible, crisis-responsive, and based on humanistic empathy is the key to educational resilience in marginal spaces. This strategy has proven effective not only in transferring religious knowledge but also in maintaining mental health and ensuring the continuity of students' academic rights through the legality of diploma documents. This research recommends the need to strengthen digital literacy and more adequate instructional facilities to optimize education for migrant children in the future.