Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation Of 5S Culture As An Effort To Improve Primary School Students' Discipline And Personality (SD) Sugmawati, Devia; Purnamasari, Inang
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 7 No 2 (2024): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v7i2.2953

Abstract

Pendidikan di tingkat sekolah dasar tidak hanya memfokuskan pada pengembangan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Salah satu nilai karakter yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Dalam hal ini, penerapan budaya 5S menjadi pendekatan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai positif pada siswa, dengan tujuan meningkatkan kualitas komunikasi antar individu serta menciptakan lingkungan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya 5S di SD sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin dan pembentukan kepribadian siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri 05 Raba Ngodu Utara, Kota Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya 5S dapat meningkatkan kedisiplinan dan membentuk kepribadian siswa yang lebih sopan dan santun. Oleh karena itu, siswa tidak hanya belajar untuk mematuhi aturan sekolah, tetapi juga mengembangkan sikap saling menghormati, sopan, dan santun dalam berinteraksi. Dengan demikian, budaya 5S dapat menjadi metode yang efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan kewarganegaraan (PKN) yang berkaitan dengan kedisiplinan dan kepribadian. Budaya 5S perlu diterapkan secarakonsisten dalam kehidupan sehari-hari siswa untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter mereka. Siswa tidak hanya belajar untuk mengikuti aturan sekolah, tetapi juga membentuk sikap saling menghormati, sopan, dan santun dalam interaksi sosial.
Kajian Etnosians Sarung Hitam Donggo Sebagai Nilai Budaya dan Sains Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar Sugmawati, Devia; Estiqomah
INOVASI Jurnal Teknologi Pendidikan dan Inovasi
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembe Me'e, a traditional fabric from Donggo, is not only rich in aesthetic and cultural value but also incorporates scientific principles such as natural dyeing, crafting techniques, and physics concepts in its production process. Using an ethnoscience-based approach, this study integrates local wisdom into the science curriculum to enhance students' understanding of scientific concepts while strengthening cultural identity. The research aims to explore the potential of utilizing Tembe Me'e from Donggo as a source of cultural and scientific value in elementary school science education. A qualitative approach was employed, including interviews with a local weaver from Mbawa Village in Donggo and other community members. This method allowed the researchers to deeply understand the meanings and values embedded in Tembe Me'e as part of local cultural heritage. Additionally, a literature study was conducted by gathering various relevant references, such as textbooks, articles, and other resources. Based on interviews with the local weaver, Tembe Me'e is created through traditional processes that utilize natural materials, such as plant-based natural dyes. These processes include spinning, dyeing, and weaving techniques, which can be linked to concepts in natural sciences. The study also discovered that one of the techniques in making Tembe Me'e involves fermentation using parung leaves, which have been proven to help alleviate skin problems in humans. This indicates that discussions about parung leaves in the context of Tembe Me'e (traditional woven fabric) demonstrate that this herbal plant not only has benefits in traditional medicine but can also serve as relevant teaching material for natural science education at the elementary level. Thus, teachers can employ practical approaches, such as encouraging students to observe the leaves, understand their properties, or even practice traditional methods of their application.