Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Correlation Between the Duration of Diabetes Exercise Series 5 and Blood Sugar Levels Among Members of the Indonesian Diabetes Association (PERSADIA) at Mayapada Hospital Bogor Pitdayani; Desvoita, Eva; Herawati, Lusi; Aryanti, Erna; Syahwa, Azmi Sulintya; Buka, Sisilia Prima Yanuaria
Medicor : Journal of Health Informatics and Health Policy Vol. 2 No. 4 (2024): October 2024
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/medicor.v2i4.395

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic condition characterized by elevated blood glucose levels (hyperglycemia), caused by insufficient insulin secretion, impaired insulin activity, or both. One of the management strategies for Diabetes Mellitus is physical exercise. Diabetes exercise is a low-impact aerobic workout recommended by PERSADIA. The fifth series of diabetes exercise, with a duration of 40-60 minutes, is beneficial in converting glucose into energy, thus slowing the progression of diabetes. This study aims to determine the relationship between the duration of the fifth series of diabetes exercise and blood sugar levels in members of PERSADIA at Mayapada Hospital Bogor. The study uses a quantitative descriptive design with a quasi-experimental approach through a one-group pre-posttest design. The research subjects were members of PERSADIA who participated in diabetes exercise, with a total sample of 30 respondents. The results showed that almost all members of PERSADIA at Mayapada Hospital Bogor experienced a reduction in random blood sugar levels (93.3%) after performing diabetes exercise according to the standard operating procedure (40-60 minutes), while 2 members (6.7%) who did not follow the SOP and exercised for less than 40 minutes experienced an increase in blood sugar levels. Statistical analysis using the chi-square test showed a p-value of 0.000, indicating a significant relationship between the duration of the fifth series of diabetes exercise and blood sugar levels in PERSADIA members at Mayapada Hospital Bogor. Conclusion: Diabetes exercise can play a role in regulating blood glucose levels if conducted according to the principles of diabetes exercise, which include meeting the standards of frequency, intensity, duration, and type of exercise.
Inovasi Kanggo Riko dalam paradigma new public service di Banyuwangi Purnomo, Sigit; Friaresta, Ika Herdiana; Herawati, Lusi; Wardiyanto, Bintoro; Kurnia, Jodii Arlan
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1081

Abstract

Tujuan – Menganalisis Program Kanggo Riko di Kabupaten Banyuwangi sebagai inovasi pelayanan publik dalam perspektif New Public Service (NPS), dengan fokus pada pemberdayaan perempuan kepala keluarga miskin dan praktik partisipasi deliberatif dalam kebijakan penanggulangan kemiskinan di tingkat desa. Desain/metodologi/pendekatan – Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari analisis dokumen kebijakan, laporan monitoring dan evaluasi program, serta data statistik resmi. Analisis dilakukan secara tematik dengan menggunakan prinsip-prinsip NPS sebagai kerangka interpretatif untuk memahami desain dan implementasi program. Temuan – Program Kanggo Riko menginstitusionalisasikan mekanisme deliberatif melalui pra-rembug dan rembug warga desa dalam penentuan sasaran program. Skema bantuan produktif yang disertai pendampingan sosial dan perlindungan jaminan kerja berkontribusi pada penguatan kapasitas usaha penerima manfaat. Program ini berkorelasi dengan peningkatan pendapatan penerima manfaat sebesar 36,34% serta peningkatan penjualan usaha hingga 80%. Keterbatasan penelitian – Penggunaan data sekunder dan hanya berfokus pada satu konteks daerah, sehingga temuan bersifat kontekstual dan memerlukan verifikasi melalui penelitian lanjutan dengan data primer. Implikasi – Menegaskan relevansi NPS dalam inovasi pelayanan publik berbasis pemberdayaan serta pentingnya penguatan integrasi data kemiskinan, pendampingan usaha, dan forum musyawarah desa sebagai ruang evaluasi program. Kebaruan – Penelitian ini menunjukkan secara empiris bagaimana mekanisme deliberatif desa dan bantuan produktif dapat menjadi instrumen penciptaan nilai publik dalam kebijakan pemberdayaan perempuan kepala keluarga miskin.