Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH DI PUSAT PELAYANAN AUTIS METRO Ayuwita, Dian; Songidan, Junaidi; Hariyanto
DECODING: Jurnal Mahasiswa KPI Vol. 5 No. 1 (2024): JULI-DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/decoding.v5i1.7884

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah individu yang memerlukan perhatian khusus dalam pendidikan. Mereka memiliki hak yang sama dengan individu pada umumnya, termasuk hak untuk belajar. Proses pembelajaran ABK sering melibatkan interaksi satu lawan satu antara guru dan siswa. Komunikasi memainkan peran penting dalam proses pendidikan. Komunikasi interpersonal, yaitu interaksi langsung antara dua orang atau lebih, memiliki peran utama dalam pendidikan ABK. Guru harus mampu menciptakan lingkungan yang nyaman agar anak berkebutuhan khusus dapat berinteraksi dan belajar dengan baik. ABK menghadapi tantangan khusus dalam interaksi sosial mereka. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan maksud untuk memahami individu secara mendalam dan secara mendetail, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Teknik metode deskriptif yang merupakan metode yang menggambarkan dan menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pusat Pelayanan Autis (PPA) Kota Metro terletak di Jl. Raya Stadion Tejosari, Kec. Metro Timur, Kota Metro, Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah hanya 3 guru (Terapis) di PPA. Tringulasi data merupakan teknik pengumpulan data yang sifatnya menggabungkan data dan sumber data yang telah ada. Dalam menjalankan modul pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus, komunikasi interpersonal sangat efektif. Pendekatan yang personal antara guru dan anak berkebutuhan khusus dapat meningkatkan pengawasan dan perkembangan anak. Ini juga membantu mengatasi hambatan yang mungkin muncul selama pembelajaran. Anak berkebutuhan khusus biasanya dapat berkomunikasi seperti anak pada umumnya, meskipun mungkin dengan kecepatan yang lebih lambat. Namun, mereka mungkin memiliki kesulitan dalam berbicara dengan baik dan berinteraksi dengan orang lain. Anak autis, misalnya, cenderung memiliki masalah dalam berbicara dan mungkin lebih suka berbicara sendiri dengan menggunakan bahasa yang tidak dimengerti oleh orang lain. Komunikasi interpersonal adalah kunci penting dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dalam lingkungan pembelajaran yang penuh perhatian dan personal, guru dapat lebih mudah memantau kemajuan anak-anak dan mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul. Dengan demikian, kemungkinan perkembangan dan pertumbuhan kemampuan anak berkebutuhan khusus dapat terawasi dengan baik. Komunikasi Interpersonal yang Efektif: Komunikasi antara guru dan anak autis dalam pembinaan akhlakul karimah terjadi secara langsung, spontan, dan sistematis. Komunikasi ini efektif ketika terjadi kontak mata dan pemahaman pesan dengan respons yang cepat dari anak autis. Meskipun tantangan muncul, seperti ketidakmampuan anak autis untuk terbuka dan kurangnya empati, komunikasi tetap dapat berjalan efektif dengan kesabaran dan pendekatan yang sesuai.
Rekonstruksi Parenting Profetik Perspektif Gender dalam Desain E‑Modul Pembelajaran PG‑PAUD Fajar, Mokhammad Samson; Ayuwita, Dian
CENDEKIA : Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2026): CENDEKIA : Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/cendekia.v3i3.2451

Abstract

The increasing use of digital learning in early childhood education has not been accompanied by adequate integration of gender-responsive and value-based parenting perspectives. Many learning resources still present parenting concepts that are gender-biased and lack ethical-spiritual foundations, resulting in limited student understanding of equitable parenting practices. This study aims to develop a Prophetic Parenting E-Module with a gender perspective for the Early Childhood Parenting course and to examine its feasibility and effectiveness in improving students’ gender awareness and learning outcomes. The research employed a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and pretest–posttest learning assessments. The results indicate that the developed e-module achieved a high level of validity based on material, media, and gender-perspective experts. Student responses showed that the module was practical, engaging, and easy to use. Learning effectiveness testing revealed an increase in students’ understanding of gender-equitable parenting and prophetic values. The study concludes that the Prophetic Parenting E-Module is feasible and effective as a digital learning resource that integrates gender sensitivity and Islamic ethical values in early childhood parenting education.