Tarigan, Karel Benridho
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritualitas ngelai yang partisipatif: Meningkatkan gairah pelayanan gerejawi yang relasional Sitorus, Yohannes Ali Sandro; Tarigan, Karel Benridho
KURIOS Vol. 10 No. 1: April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v10i1.1013

Abstract

Church elders, deacons, and church members are the main elements of a church and have different functions. Moreover, the church elders and deacons are ecclesiastical ministers held by elected church members. Those three are different but, at the same time, is a unity of church members. Therefore, those three should synergize in the act of service as the realization of faith in Christ. Then, how can ordained ministers and church members perform ministry action passionately, even if it has different functions? This article will interpret ngelai as the spirituality of ministry with a dimension of participation. The unity of ordained ministers and church members manifests church life character, which has a relational dimension with Christ as the axis. Ngelai is then seen as the main power of those three to do an act of ministry as a responsibility of themselves as imago Christi that seek to imitate Christ the Head of the Church. AbstrakPertua, diaken, dan warga gereja adalah unsur utama dari suatu jemaat yang memiliki fungsi berbeda-beda. Kendati demikian, pertua dan diaken adalah jabatan gerejawi yang diemban oleh warga jemaat yang terpilih. Ketiganya berbeda tetapi di saat yang bersamaan adalah kesatuan utuh dari warga gereja. Oleh karena itu, ketiganya sudah seharusnya saling bersinergi dalam tindak-pelayanan sebagai wujud dari iman kepada Kristus. Lantas, bagaimana pelayan yang tertahbis dan warga gereja dapat melakukan tindak-pelayanan dengan penuh gairah sekalipun memiliki fungsi yang berbeda? Artikel ini mencoba untuk memaknai ngelai sebagai spiritualitas pelayanan yang memiliki dimensi partisipasi. Kesatuan dari pelayan tertahbis dan warga gereja menampakkan watak kehidupan gerejawi yang relasional dengan Kristus sebagai poros. Ngelai kemudian dilihat sebagai daya utama bagi ketiganya untuk melakukan tindak-pelayanan sebagai tanggung jawab dirinya adalah imago Chirsti yang berupaya untuk meniru Kristus Sang Kepala Gereja.
Sang Gambar Otoritas Ilahi: Pelayanan yang Bertanggung Jawab dengan Lensa Vocation Dei dan Imitatio Christi Tarigan, Karel Benridho
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.271

Abstract

Church ministers organize church life institutionally and guide church member's spirituality. This research focuses on the spiritual dimension, especially on morality. Church Ministers are seen as role models and are not treated as examples only, but also as actors of good-moral. The benchmark of good-moral in this research is Christ as the main nomos because the church minister is the image of divine authority in the church's life. however, how can Christ the Nomos be interpreted, so that the service carried out is full of passion and responsibility? Therefore, this research uses the idea of vocation Dei which has nuances of responsibility fulfillment. In addition, the idea of imitatio Christi and the theology of participation are elaborated to emphasize that fulfilling the responsibility of the call to serve is an attempt to demonstrate the image of divine authority. The results of this study show that as an image of divine authority, ecclesiastical ministers are responsible for "mediating" the citizens of the congregation to the Head of the Church because they are in the two scopes. AbstrakPara pelayan gerejawi tidak hanya sekadar mengatur kehidupan jemaat secara institusional, melainkan juga membimbing perkembangan spiritualitas warga jemaat. Penelitian ini berfokus pada cakupan dimensi spiritual, terutama tentang moralitas dalam pelayanan gerejawi. Para pelayan gerejawi kemudian dilihat sebagai role model yang tidak hanya menjadi contoh, tetapi juga menjadi pelaku moral-baik. Tolok ukur moral-baik dalam penelitian ini adalah pribadi Kristus sebagai Nomos utama, karena para pelayan gerejawi adalah gambaran dari otoritas ilahi dalam kehidupan jemaat. Lantas, bagaimana Kristus Sang Nomos dapat dimaknai, sehingga pelayanan yang dilakukan penuh gairah dan tanggung jawab? Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan gagasan dari vocation Dei yang memiliki nuansa pemenuhan tanggung jawab. Selain itu, ide imitatio Christi dan teologi partisipasi dielaborasi untuk menegaskan bahwa pemenuhan tanggung jawab dari panggilan untuk melayani merupakan upaya untuk mendemonstrasikan gambaran otoritas ilahi. Hasil penelitian ini menampilkan bahwa sebagai gambaran otoritas ilahi, para pelayan gerejawi bertanggung jawab untuk menjadi “pengantara” warga jemaat kepada Sang Kepala Gereja, karena mereka berada dalam dua cakupan tersebut.