Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Improving the Resilience of Freight Forwarding Companies using Supply Chain Finance Wisudanto, Wisudanto; Thalib , Prawitra; Panjaitan, Selvy; Nuryadi, Fredy
Sebatik Vol. 28 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v28i2.2445

Abstract

The industrial revolution 4.0 has expanded business and economic transactions beyond the domestic sphere, fostering interactions between countries. This shift necessitates business entities that can facilitate seamless international transactions. Freight forwarding, as a key player in the logistics sector, plays a crucial role in enabling the movement of goods and services across international borders. However, freight forwarding companies face challenges from fluctuations in foreign exchange rates due to transactions involving suppliers and consumers from various countries, making them vulnerable to currency exchange rate volatility. This paper aims to understand the financial business processes of freight forwarding companies, particularly in managing financial risks and addressing currency exchange rate fluctuations. Additionally, it seeks to explore strategies to minimize the negative impact of exchange rate fluctuations on the financial stability of these companies. The research methodology is descriptive, employing surveys and interviews with freight forwarding companies and stakeholders in the logistics industry. Data triangulation with relevant agencies ensures more valid and comprehensive insights into how the industry addresses currency exchange rate challenges. The findings suggest that freight forwarding companies can mitigate losses from exchange rate fluctuations by implementing hedging strategies and adopting supply chain finance practices on an ongoing basis.
Analisis Pemilihan Skema Pembiayaan Early Production Facility Pada Proyek Pengeboran Onshore: Studi Kasus PT XYZ Nuryadi, Fredy; Rachmawati, Farida
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7412

Abstract

PT XYZ merencanakan pengembangan Lapangan ABC untuk meningkatkan produksi minyak dan gas hingga tahun 2035. Rencana ini memerlukan pembangunan Early Production Facility (EPF) baru karena kapasitas fasilitas eksisting tidak lagi memadai dalam menampung tambahan produksi minyak, gas, dan air. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial dua alternatif skema pembiayaan - operational lease dan pembelian aset - menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) periode 2025–2035 dengan tingkat diskonto WACC riil sebesar 5,04%, melalui indikator NPV, IRR, dan Payback Period. Hasil analisis menunjukkan kedua skema layak secara finansial, dengan skema operational lease menghasilkan NPV sebesar USD 178,10 juta, IRR 2.355,70%, dan investasi awal USD 1,01 juta, sedangkan skema pembelian aset menghasilkan NPV USD 173,70 juta, IRR 499,84%, dan investasi awal USD 16,93 juta. Analisis risiko mengidentifikasi tiga kelompok utama, yaitu risiko pasar (fluktuasi harga minyak Brent dan nilai tukar USD/IDR), risiko operasional (potensi overbudget dan gangguan operasi), serta risiko finansial (estimasi cadangan dan volume produksi), dengan hasil sensitivitas menunjukkan harga minyak Brent sebagai faktor risiko paling dominan. Berdasarkan hasil tersebut, skema operational lease direkomendasikan sebagai pilihan optimal karena menghasilkan NPV tertinggi, membutuhkan investasi awal lebih rendah, dan memberikan fleksibilitas operasional yang lebih baik, sementara skema pembelian tetap relevan bagi perusahaan yang memprioritaskan kepemilikan aset jangka panjang, dan hybrid financing dapat dipertimbangkan sebagai alternatif kompromi.